09|Penyesalan Jisoo

1.6K 250 63
                                        

Pernikahannya dan Jisoo bukanlah sesuatu yang wanita itu inginkan. Mereka menikah di usia yang cukup muda, yakni ketika sama-sama masih menginjak bangku perkuliahan. Bisa dibilang Jisoo dipaksa ayahnya untuk menikah dengan Taehyung, dan gadis itu tidak punya pilihan selain menerima.

Di awal pernikahan mereka, Jisoo dengan lantang menyatakan penolakan pada kehadiran Taehyung, namun seiring berjalannya waktu, Jisoo perlahan luluh dan sikapnya mulai lunak serta menunjukkan penerimaan terhadap pernikahan mereka. Jisoo tidak pernah mengatakannya, namun bagi Taehyung, mereka memang sempat saling mencintai.

Hingga semuanya kembali berubah saat Jisoo mengetahui bahwa dirinya sedang hamil. Awalnya Taehyung berusaha membuat wanita itu mengerti bahwa semuanya akan baik-baik saja, namun kondisi kehamilan Jisoo yang lemah, harus membuat wanita itu banyak menghabiskan waktu di tempat tidur. Studi yang dijalaninya terbengkalai, sehingga Jisoo terpaksa mengambil cuti selama satu setengah tahun.

Setelah kelahiran Hyunsoo, Jisoo seperti tidak pernah ingin melihat anak itu. Ketidaksukaan nan sama dengan yang dulu mata Jisoo tampilkan ketika melihatnya, terlihat sama persis dengan bagaimana wanita itu memandang sang putra. Bahkan sebelum umur Hyunsoo genap mencapai dua tahun, Jisoo sudah memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya ke luar negri, meninggalkan Hyunsoo yang masih begitu kecil.

Hyunsoo kecil tidak pernah merasakan bagaimana kasih sayang sang Mama, namun anak itu tetap tumbuh menjadi bocah laki-laki manja, bahkan sangat menyayangi wanita yang melahirkannya tersebut. Seolah tidak mempedulikan penolakan yang kerap sang Mama tunjukkan, Hyunsoo tetap kukuh pada niatnya untuk selalu menempeli wanita itu.

Dan Taehyung juga mampu menilai, meskipun Jisoo enggan terlihat peduli dan menunjukkan perasaannya, di mata wanita itu masih terdapat kasih sayang yang besar untuk sang putra. Meski bagaimanapun, darah Jisoo mengalir di dalam tubuh mungil Hyunsoo. Mereka juga memiliki banyak kesamaan, dan konon katanya saat anak semakin banyak mirip dengan orang tuanya, maka ikatan mereka akan semakin kuat pula.

"Boleh ya, Papa?"

Taehyung sempat mengerjap ketika melihat bagaimana tampang polos Hyunsoo disertai Jisoo ketika ibu dan anak itu meminta izin darinya. Dihadapkan dengan salah satunya saja Taehyung sudah kelimpungan untuk tidak menyetujui, apalagi diterjang dua-duanya sekaligus.

"Janji, hanya akan mengantar Hyunsoo," tapi jika terjadi kebetulan tentang sesuatu nan menarik, yang sulit untuk dilewatkan, maka nanti akan dipikirkan lagi. Jisoo menampilkan wajah memelas bak anak anjing yang imut. "boleh ya, Taehyung?" Begitu mendamba akan dibukakan izin.

"Bisakah aku memegang ucapanmu untuk tidak menyetir lagi?"

Yahhh. Padahal salah satu niatnya mengantar Hyunsoo memang agar memiliki kesempatan untuk mengendarai mobil kerennya yang sudah diperbaiki perusahaan ansuransi. Sebab sejak kecelakaan menyebalkan beberapa waktu belakangan, Taehyung tak pernah memberinya izin untuk berkendara, bahkan membiarkan Jisoo keluar tanpanya. Jisoo sudah membayangkan bertapa kerennya dia kembali menyetir, ah tapi ternyata Taehyung adalah orang yang sangat teliti.

Membuat Jisoo mau tidak mau harus menurut. "Baiklah, aku tidak akan menyetir. Janji!"

Tidak diperbolehkan menyetir? Tidak apa-apa. Siapa tahu di perjalanan nanti Jisoo akan menemukan hal-hal menarik lainnya, seperti melihat pria tampan lagi? Oh, maksudnya ia bersikukuh ingin mengantar Hyunsoo pagi ini karena ingin bolos datang ke kantor. Tempat itu membosankan.

"Baiklah," akhirnya satu kata melegakan nan ditunggu-tunggu Jisoo dan Hyunsoo sejak tadi keluar dari bibirnya, "tapi tetap saja setelah mengantar Hyunsoo ke sekolah, aku akan meminta Paman Han mengantarmu ke kantor."

Senyum manis Jisoo lantas sirna dalam sekejap. "T-tapi....."

"Selesaikan sekolahmu dengan baik, Hyunsoo," Taehyung mengusap surai anak laki-lakinya tersebut dengan sayang, tak lupa mencium pipinya juga. "untukmu juga, Jisoo. Sampai jumpa di kantor." Dan satu kecupan hangat yang jatuh di bibir wanita itu mampu membuat empunya menelan semua kalimat protes yang hendak Jisoo utarakan.

Forever YoungCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang