DUA PULUH TIGA

50 3 3
                                        

Karrie dan beberapa temannya yang baru keluar dari gerbang sekolah berkumpul di depan untuk memutuskan kemana mereka akan berdiskusi untuk tugas kelompok mereka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Karrie dan beberapa temannya yang baru keluar dari gerbang sekolah berkumpul di depan untuk memutuskan kemana mereka akan berdiskusi untuk tugas kelompok mereka. Tiba-tiba Alby dan Nado muncul dan menghampiri Karrie.

"Kar ..." sapa Alby.

Karrie hanya membuka kaca helm tanpa turun dari motor. Memberikan tatapan sinis pada mereka.

"Gue mau minta maaf sama lo," ujar Alby.

"Harusnya lo minta maaf juga ke gue." Kenan pun membuka kaca helmnya.

"Iya, gue juga minta maaf. Maafin gue ... tolong anggep kalo kemaren gue gak waras. Gue gak mau ngerusak kerja sama sekolah kita buat charity yang akan datang," terang Alby.

Karrie diam sejenak, lalu mengangguk. Hal itu membuat Alby lega. Karrie tidak bisa menolak permintamaafan mereka saat mereka telah menyesali perbuatannya.

"Gue juga minta maaf ya, Kar. Gue terbawa suasana." Nado juga meminta maaf.

Di halte tak jauh dari mereka, Mikayla dan Reina melihat kesepakatan tersebut.

"Lo pulang sama Kenan?" tanya Mikayla sembari memesan ojek online.

"Enggak. Gue dijemput supir."

Tiba-tiba dua orang yang mengendarai sebuah motor berhenti di depan mereka dan berusaha merampas ponsel Mikayla.

"EEEH...!" Mikayla berusaha mempertahankan ponselnya.

"Serahin!"

"Gak mau, gila apa!"

Terjadi adegan tarik menarik sebelum akhirnya Mikayla dan Reina yang hendak menolong didorong hingga jatuh. Setelah mendapatkan ponsel Mikayla, dua orang itu segera tancap gas. Karrie yang melihat itu langsung mengejar mereka diikuti Kenan dan beberapa siswa lain.

"JAMBRET...!" teriak Kenan sembari mengikuti jejak Karrie.

Aksi kejar-kejaran dengan motor bak film hollywood pun tak dapat terhindarkan. Dari jalan raya hingga masuk ke gang-gang kecil. Karrie dan beberapa temannya terus mengejar duo jambret itu. Hingga akhirnya mereka berhenti di depan sebuah gudang terbengkalai. Karrie yang sampai lebih dulu segera turun dari motornya dan menghampiri dua orang itu.

"Wah, gede juga nyali lo ngejar sampe sini," ujar seorang jembret dengan kepala botak.

"Balikin hpnya." Karrie mengulurkan tangannya.

Gerombolan preman tiba-tiba muncul dari dalam gudang. Melihat dia akan segera dikeroyok, Karrie melepas tasnya. Mereka pun mulai berkelahi. Kenan dan teman-teman yang lain akhirnya sampai. Mereka terbelalak melihat kekacauan itu. Seketika mereka menyesal telah mengikuti Karrie. Tak menyangka preman itu mempunyai komplotan. Mau tak mau mereka pun ikut baku hantam.

"Apa ini sebanding sama sebuah hp?" tanya Zul ditengah-tengah pertarungannya. "Nyawa gue gak semurah itu."

Tak lama kemudian Mikayla dan Reina datang dengan sebuah taxi. Mereka terkejut karena perkelahian itu seperti tawuran warga. Supir taxi yang ketakutan langsung tancap gas setelah menurunkan dua cewek itu. Khawatir dengan teman-temannya, Mikayla mempunyai sebuah ide. Dia mencari bunyi sirine di internet dan menyalakannya dengan suara penuh.

Preety BoyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang