Punya wajah tampan pasti menjadi keinginan semua cowok. Tapi bagaimana kalo tampannya kelewatan hingga mendekati cantik?
Itulah yang dialami Karrie saat ini. Tidak ada yang memperlakukannya sebagai cowok. Mulai dari Mamanya, teman-temannya, hingga...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah anggota OSIS memindahkan semua box donasi ke dalam mobil Kenan, mereka pun pergi ke SMA Pandora dengan motor dan mobil lain. Saat dibonceng Karrie, Mikayla menyentuh leher cowok itu yang semakin panas. Karrie menggenggam tangan Mikayla dan melingkarkan di perutnya. Memegangnya erat agar diam di tempat.
Sesampainya di parkiran SMA Pandora, Karrie melepas jaketnya dan menaruhnya di atas motor.
"Kenapa jaketnya dilepas?" tanya Mikayla.
"Gue kepanasan." Karrie menunjukkan bajunya yang setengah basah karna keringat.
Melihat ada sebuah kran air, Karrie menggunakannya untuk membasuh muka dan lehernya yang berkeringat. Kemudian anggota OSIS Puspa Bangsa mendatangi anggota OSIS Pandora. Di sekolah itu sedang mengadakan acara galang dana dengan membuka boot jualan dan games chalange. Rencananya sore nanti baru penyaluran dananya. Mereka mengajak berkeliling ke boot-boot yang tersedia. Melihat ada yang jualan baju, Mikayla menarik Karrie untuk ikut. Di sana dia membeli sebuah t-shirt putih dengan gambar random di bagian punggung.
"Ganti baju dengan ini. Biar gak masuk angin."
Mikayla menyodorkan t-shirt itu. Sementara Karrie langsung membuka kaos yang dia pakai saat itu juga. Membuat sebagian yang melihat menjerit sambil melotot karna melihat otot perut Karrie.
"Lo gila ya?!" bentak Mikayla sambil berusaha menutupi badan Karrie dengan tangannya.
"Sini." Karrie mengambil t-shirt di tangan Mikayla dan memakainya dengan cuek.
Setelah itu mereka menyusul rombongan anggota OSIS. Mereka menemukan rombongan OSIS yang sedang berhenti di boot game menembak balon. Beberapa dari mereka sedang bermain. Di tengah demamnya, Karrie mencoba bertahan dan tetap tersenyum saat menanggapi celotehan yang lain.
Jam 1 siang mereka berkumpul di ruang OSIS untuk makan siang. Pihak Pandora telah menyiapkan lunch box untuk mereka semua. Mikayla duduk di sebuah kursi dengan diapit Karrie dan Kenan.
"Ken, abis ini agendanya apa?" tanya Mikayla.
"Bebas sih ... Mau ngapain aja silahkan. Entar jam 4 persiapan buat penyaluran bantuan."
"Karrie boleh ngilang dulu gak?"
Kenan melirik Karrie yang hanya memainkan makanannya.
"I'm fine ..." ujar Karrie tanpa menoleh.
"Dasar kepala batu. Batu pun sungkem kayaknya sama lo. Lo culik aja nih orang, Mik. Kalo perlu ikat tangan dan kakinya biar gak kemana-mana."
Melihat Karrie yang hanya membolak balik makanannya, Mikayla menusuk karage dengan garpu lalu menyuapkan pada Karrie. Awalnya cowok itu menolak dan menghindar. Tapi Mikayla tetap memaksa sambil melotot. Hingga cowok itu akhirnya membuka mulutnya.
"Itu pacarnya Karrie?" tanya Alby pada anggotanya.
"Katanya sih Karrie sekarang jomblo. Tapi gak tau juga sih."