Punya wajah tampan pasti menjadi keinginan semua cowok. Tapi bagaimana kalo tampannya kelewatan hingga mendekati cantik?
Itulah yang dialami Karrie saat ini. Tidak ada yang memperlakukannya sebagai cowok. Mulai dari Mamanya, teman-temannya, hingga...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Karrie masuk ke kamar mandi untuk mencarikan handuk. Eva menyeringai tipis. Lalu mengikuti Karrie masuk ke kamar mandi. Kemudian diam-diam mengunci pintunya saat Karrie sibuk mencari handuk.
Karrie menemukan banyak handuk tersusun rapi di lemari di samping cermin. Baru saja cowok itu mengambil sebuah handuk, tiba-tiba Eva memeluknya dari belakang. Karrie langsung melepas tangan Eva dan berbalik untuk melayangkan protes. Namun cewek itu malah menciumnya. Dan mendorong Karrie sampai badannya terpojok.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Karrie berusaha lepas dari Eva. Namun cewek itu malah memeluknya erat sambil menciumnya lebih ganas lagi. Karrie berusaha menyelipkan tangannya diantara leher Eva dan lehernya, lalu mendorong cewek itu sampai dia terjatuh ke belakang. Karrie mengusap bibirnya dengan punggung tangan.
"Lo gila ya?! Kek binatang," sinis Karrie. Lalu meninggalkan eva begitu saja.
Karrie datang ke danau seorang diri. Dia memberikan sekantong es krim pada Vigo.
"Eva mana?" tanya Vigo.
"Di kamar mandi."
Karrie meraih tangan Mikayla dan mengajaknya menjauh dari yang lain.
"Mika ... kita pergi aja yuk ..." ajak Karrie.
"Kenapa?" tanya Mikayla heran.
"Gak seru. Kita main sendiri aja yuk ... ya ... Mika ..."
Melihat wajah Karrie yang memelas, Mikayla menyetujui usul Karrie. Meski cowok itu tak menceritakan alasan tiba-tiba dia ingin pergi, Mikayla tahu kalau ada yang membuat Karrie tak nyaman hingga ingin pergi dari sana. Karrie segera berpamitan dengan yang lain. Meski semuanya tampak kaget, mereka tetap menerima keputusan Karrie.
"Mika, lo ninggalin gue?" rengek Sabina.
"Sorry ya Sab ... gue harus duluan. Nanti gue chat. Ken, lo jagain ya bestie gue. Jangan sampe kecolek sedikit pun."
"Iya ... iya ..." Kenan manggut-manggut.
Karrie berjalan lebih dulu. Mikayla pun berlari menyusul. Vigo menatap punggung Karrie yang semakin menjauh. Firasatnya mengatakan ada yang tidak beres.