Punya wajah tampan pasti menjadi keinginan semua cowok. Tapi bagaimana kalo tampannya kelewatan hingga mendekati cantik?
Itulah yang dialami Karrie saat ini. Tidak ada yang memperlakukannya sebagai cowok. Mulai dari Mamanya, teman-temannya, hingga...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Karrie yang sedang mengecup bibir Mikayla namun terhalang tangan cewek itu, menggenggam pergelangan tangannya dan mencoba menyingkirkannya. Namun Mikayla membuka matanya lebar dan menolak untuk menyingkirkan tangannya. Dia melihat cowok itu tidak sedang memejamkan mata, tapi malah menatapnya dengan tajam. Mikayla mendorong Karrie menjauh agar bisa melepaskan diri dari cowok itu. Dan usahanya pun berhasil. Rengkuhan di pinggangnya akhirnya terlepas. Mikayla memukul dada Karrie dengan kesal. Dia sudah tak mau lagi membungkam bibir cowok itu. Sementara Karrie hanya menatapnya dari tempatnya berdiri dengan tangan dimasukkan saku celana. Sangat santai seperti biasanya.
"Gue harus balik."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Terdengar suara cowok membuat mereka mengalihkan fokus. Karrie menoleh ke arah suara. Mikayla refleks meremas baju Karrie karena suasana yang mendadak tegang. Seorang cowok familiar berdiri dari balik rak barang. Dia mengancingkan kemejanya yang terbuka. Saat cowok itu berbalik, Mikayla membungkam mulutnya sendiri agar tak mengeluarkan suara karna terkejut. Cowok itu adalah Vigo. Iya, si Vigo anggota OSIS yang terlihat sangat teladan itu. Karrie menoleh ke Mikayla yang tampak shock. Seorang cewek berambut panjang kemudian berdiri. Merengkuh leher Vigo dan mengecup bibir cowok itu. Membuat Mikayla semakin melotot. Vigo mengancingkan baju cewek itu yang terbuka. Menampakkan dadanya dengan bercak merah dimana-mana. Setelah itu Vigo pergi lebih dulu dari ruang berkas. Beberapa menit kemudian cewek itu juga keluar dari sana. Mikayla sangat shock dengan apa yang dilihatnya. Sampai dia lupa dengan kelakuan Karrie tadi.
"Lo gak apa-apa?" tanya Karrie.
"Lo tau kalo Vigo kayak gitu?" tanya Mikayla balik.
"Pada dasarnya semua cowok itu binatang. Bukan berarti kelihatan anak baik-baik tapi gak doyan cewek. Gak ada kucing yang gak suka ikan. Tapi gue gak pernah lihat kelakuan mesum anak-anak OSIS kecuali Kenan."
Karrie meletakkan kotak berisi kanvas tadi di sebuah rak kosong. Saat mereka akan keluar, tiba-tiba pintu terbuka membuat mereka kaget. Vigo pun yang mau masuk juga kaget.
"Kalian? Ngapain berduaan di sini?" tanya Vigo dengan senyum jahil.
Mikayla bergeser ke belakang Karrie sambil memegang sejumput baju di punggung cowok itu. Karrie melirik Mikayla sekilas.