TIGA PULUH SATU

6 1 0
                                        

Mikayla berjalan mengikuti Chivas dari belakang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mikayla berjalan mengikuti Chivas dari belakang. Ini pertama kalinya Mikayla datang ke arena bowling. Tempat itu lumayan ramai karena hari ini tanggal merah. Mikayla mengedarkan pandangannya kesana kemari melihat apapun yang menarik.

DUK!

Tak sengaja Mikayla menubruk seorang cowok berbadan tinggi besar.

"Aw! maaf, maaf, gak sengaja," ucap Mikayla sambil mengusap dahinya.

"Wah ... sakit banget nih." Cowok itu memegang bahunya. "Kayaknya gue perlu ke rumah sakit deh. Minta nomor hp lo kalo gitu." Dia mengulurkan ponselnya.

Melihat Mikayla tertahan di belakang, Chivas kembali menghampiri Mikayla. Meraih tangannya, lalu mengajaknya pergi. Namun cowok tadi menghalangi langkah Chivas.

"Mau kemana? Gue belom kelar sama cewek ini. Antre dong ... gue belom minta kompensasi."

Chivas mengeluarkan ponsel dari saku. "Mana nomor rekening lo? Gue yang bayar."

"Hah?" Mikayla kaget dengan apa yang akan dilakukan Chivas.

"Bener nih ...?" Cowok itu memberikan nomor rekeningnya.

Chivas mengirimkan uang ke cowok itu. Lalu menunjukkan layar ponselnya yang menampilkan bukti uang terkirim. Cowok itu mengecek saldo rekeningnya dan kaget karena Chivas benar-benar mengirimkan uangnya.

"Kak, lo ngapain sih? Dia gak kenapa-kenapa."

"Ayo."

Chivas meraih tangan Mikayla dan membawanya pergi menjauh ke lintasan yang paling ujung. Sementara cowok tadi masih shock karena tiba-tiba mendapat uang 10 juta secara cuma-cuma.

Setelah sampai, barulah Chivas melepas tangan Mikayla.

"Kak, lo gak seharusnya kasih dia duit."

"Terus lo berharap apa? Gue gak bisa berantem kayak Karrie. Dan gue yakin dia gak akan lepasin kita gitu aja. Satu-satunya cara ya kasih dia duit. Gue males buang-buang waktu ngadepin orang kayak gitu."

"Tapi kan dia jadi kegirangan." Mikayla cemberut melihat cowok tadi di kejauhan yang sedang melompat kegirangan bersama teman-temannya.

Chivas menarik bahu Mikayla agar menatapnya. Dia menyibak anak rambut Mikayla untuk melihat dahi Mikayla yang merah.

"Ini gak sakit?"

"Enggak."

"Kok merah?"

Mikayla menyingkirkan tangan Chivas. "Bentar lagi juga balik normal."

Chivas mengambil sebuah bola bowling. Lalu menyodorkannya pada Mikayla. "Nih, pegang."

Mikayla menerima bola dari Chivas. Dia sempat kaget karena Mikayla baru tahu kalo bola bowling cukup berat. Chivas pun mengajari Mikayla.

Preety BoyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang