DUA PULUH SEMBILAN

17 1 2
                                        

Di dalam bilik toilet, Mikayla mendengar beberapa cewek yang ngobrol dengan suara kencang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Di dalam bilik toilet, Mikayla mendengar beberapa cewek yang ngobrol dengan suara kencang. Mikayla yang telah menyelesaikan urusannya keluar dan mencuci tangan di wastafel.

"Wah ... siapa nih ..."

Seorang cewek tiba-tiba mendorong bahu Mikayla. Dengan angkuh dia melipat tangan di depan dada. Melihat keheranan di wajah Mikayla, cewek itu memasang wajah jutek.

"Lo gak inget sama gue?"

Mikayla mengerutkan alisnya. Berusaha mengingat. Dan akhirnya dia ingat siapa cewek itu. "Lo cewek gila kemaren?!" Mikayla langsung menutup mulutnya.

"Gara-gara lo gue diusir satpam!" Cewek dengan name tag Sherly itu menarik rambut Mikayla.

"Aaahg ...!" Mikayla mencoba melepaskan diri dan mendorong Sherly.

Mikayla lari dari toilet setelah tangan Sherly terlepas. Sekuat tenaga Mikayla melarikan diri dari Sherly dan teman-temannya. Saat jarak Sherly semakin jauh, Mikayla melompat masuk ke UKS. Dia bersandar di pintu sambil mengatur nafasnya yang terengah-engah. Jantungnya seperti mau melompat keluar. Mikayla memeriksa rambutnya yang rontok karna dijambak Sherly.

"Aah ... rontok semua."

Mikayla berjalan ke ranjang. Dia menyibak tirai putih yang digunakan untuk sekat tiap ranjang. Saat itu dia langsung terbelalak saat mendapati Karrie yang tidur sambil dipeluk Kenan dari belakang.

"Kalian!" teriak Mikayla dengan suara lantang.

Karrie dan Kenan kaget dan terbangun. Melihat tangan Kenan melingkar di perutnya, sontak Karrie menendang cowok itu hingga jatuh dari ranjang.

"Ngapain lo?!" sergah Karrie pada Kenan.

"Kalian ternyata selama ini ..." Mikayla menutup mulutnya.

"Enggak! Ini gak kayak yang lo bayangin."

Karrie sebenarnya juga heran dengan situasi saat ini. Tadi saat datang ke UKS dia sendirian. Kenapa tiba-tiba ada Kenan tidur di ranjang yang sama dengannya. Kenan berdiri sambil membersihkan sikunya. Lalu duduk di ranjang sebelah.

"Pantesan kalian selalu kemana-mana berdua. Ternyata ..." Mikayla memicingkan mata.

Karrie menarik tangan Mikayla dan membuatnya duduk di ranjang. "Ternyata apa? Gue gak mungkin ada apa-apa sama dia, Mika. Gue gak nafsu sama dia."

"Sekarang lo bilang gak mau. Tadi lo peluk gue pas tidur," celoteh Kenan asal.

"Mana ada?! Lo jangan kompor ya. Udah setengah mati gue ngerubah pandangan Mika ke gue. Lo malah ngarang-ngarang."

Kenan duduk di sebelah Karrie sambil merangkul lengannya. "Kok gitu sih, beb."

"Ih, najis!" Buru-buru Karrie melepas tangan Kenan.

***

Chivas bangun dari tidurnya. Jam menunjukkan pukul 16.05. Setelah banyak istirahat dan minum obat, dia merasa lebih baik. Sakit kepalanya sudah hilang. Demamnya juga sudah turun. Namun tubuhnya masih lemas dan rona wajahnya belum kembali. Chivas memutuskan untuk mandi setelah 3 hari tak menyentuh air. Dia ingin pergi keluar untuk makan dan mencari udara segar.

Preety BoyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang