Happy reading
perlahan tapi pasti, bibir mereka berdua saling bersentuhan.
hanya ciuman yang lembut, saling mengungkapkan rasa sayang dan rindu. ciuman yang tidak menuntut juga tanpa lumutan didalamnya.
namun dengan jahilnya, Chika malah menggigit bibir bawah christian.
christian tersenyum kemudian mulai mengubah ciuman mereka menjadi sebuah lumutan.
hampir 5 menit akhirnya mereka melepas pangutan keduanya.
"nakal"
christian menarik gemas ujung hidung mancung istrinya.
"kamu yang nafsu"
Chika mendorong wajah christian dengan telapak tangannya.
"kamu yang godain aku"
balas christian tak mau kalah
"kamu yang tergoda"
Chika menjulurkan lidahnya.
"iyadeh, ngalah. cewek selalu bener"
christian terkekeh, lalu kembali memeluk Chika erat.
setelah melepaskan pelukannya, christian menatap Chika intens. membuat Chika bingung dengan tatapan suaminya yang penuh tanda tanya. christian tersenyum dan menggenggam kedua tangan Chika dengan lembut. masih mempertahankan tatapan intens nya.
"i love you"
tiga kata yang terucap pelan dari bibir christian, membuat Chika sedikit merinding.
rasanya banyak kupu-kupu yang berterbangan di dalam perutnya, kemudian dia tersenyum manis.
ini adalah pertama kalinya christian menyatakan cintanya selama hampir satu bulan mereka menikah.
memang perlakuan christian susah begitu baik dan romantis. tapi selama ini belum ada kata cinta yang terucap secara langsung dari bibir keduanya.
dan pagi ini, yang pertama kalinya.
"aku tau, tiga kata itu cuma kata-kata biasa. tapi jujur, aku tulus ngomong kayak gitu sama kamu. aku cinta sama kamu, aku tulus sayang sama kamu. mulai hari ini, kita jalani hari-hari kita dengan cinta. dan nggak ada lagi unsur paksaan perjodohan"
"aku nggak tau, perasaan ini muncul sejak kapan. intinya aku nyaman sama kamu. dan aku minta, mulai sekarang kita harus saling percaya, saling terbuka dan nggak ada lagi rahasia apapun diantara kita"
Chika terharu dengan kata-kata christian. matanya sampai berkaca-kaca, tapi bibirnya tetap tersenyum.
dia kira perlakuan christian selama ini hanyalah sebagai bentuk menghargai dia sebagai istrinya, atau juga karena ada bunda dan ayahnya. ternyata dia salah.
dan hari ini dia begitu bahagia, mendengar ungkapan rasa cinta christian yang sejujurnya.
Chika tetap mempertahankan senyumnya.
"i love too"
ucap Chika pelan, lalu menghambur ke pelukan christian. yang langsung di balas tak kalah erat oleh christian.
salam lewat pelukan itu, mereka sama-sama mengungkapkan rasa cinta mereka yang sudah tumbuh dihatinya masing-masing.
***************
siang hari Chika dan christian kembali lagi kerumah bunda Gracia, kerena besok juga adalah hari terakhir masuk sekolah sebelum ujian.
"assalamualaikum bunda"
sapa Chika memasuki rumah dan langsung menyalimi punggung tangan bundanya yang berada di dapur.
"waalaikumsallam sayang, eh udah pulang. bunda kangen tau, nggak ada kamu dirumah jadi sepi"
"hahah bunda bisa aja. ayah mana Bun?"
tanya Chika
"tuh kamu nggak liat, ayah Segede itu ngejongrog di depan tv"
ucap Gracia menunjuk Sean dengan dagunya.
"eh iya, nggak keliatan"
"jangan-jangan ada ilmu hitam yang nutupin mata kamu"
kata Gracia menakuti
"bunda kebanyakan nonton drama ih. nggak mungkin lah"
Gracia terkekeh mendengar jawaban
menantunya.
"gabung sama mereka aja yuk"
ajak Gracia lalu merangkul pundak chika. mengajaknya menuju ruang tengah dimana ada suami dan anaknya.
"kamu nggak bawa oleh-oleh buat ayah?"
tanya sean pada christian
"tadinya udah Tian mau bungkusin Tante girang, tapi pas tuan kasih liat foto ayah tuh Tante girang nggak mau di bungkus"
ucap christian dengan muka sok polosnya, membuat Chika dan Gracia tertawa. berbeda Dangan Sean yang sudah menatap christian siap mengibarkan bendera perang.
"sembarangan kamu, palingan kalo udah dibungkus juga di pake buat kamu sendiri"
"Yee jangan salah, Tian nggak doyan modelan Tante girang"
"boong yah, bahkan Tante girang tuh udah jadi makanan sehari-hari Tian"
sambung Chika membela ayahnya.
"enak aja, nggak ya"
"nggak salah"
timpal Gracia
"ahh nggak asik, nggak ada yang belaian Tian. bunda sama aja, kamu juga. harusnya belain suaminya"
sungut christian dengan nada kesal menatap nyalang chika disampingnya
"suka-suka cewek cantik lah"
"cantikan zaskia gotik"
gumam christian pelan
"apa!!!??"
teriak Chika
"apemmm"
balas christian pelan.
"bodoamat lah, mau bilang cantikan Zaskia gotik, cantikan Maudy Ayunda, cantikan Dewi Sandra juga istri Lo tetap gue"
Chika menjulurkan lidahnya meledek christian
"iya deh, gini amat nasib gue ya Allah"
keluh christian dengan muka sok memelas.
"anjirr, bersyukur kek, malah ngeluh lagi"
"haha becanda. aku bersyukur banget kok, yaampun utu tu tu tu"
christian menarik Chika kedalam pelukannya.
"Tian Lo pake parfum gue yahh"
pekik Chika melepaskan pelukan chtistuan
"heheh, sedikit doang kok. parfum gue habis, jalan kuy, beli parfum.
christian menjawab sambil cengengesan dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"ayok"
ajak chika semangat
"giliran belanja aja semangatnya nggak ketulungan"
christian mengacak-acak rambut Chika
"biarin ye"
seperti biasa, Gracia dan Sean hanya di buat tersenyum melihat kedekatan anak dan menantunya.
************
"mau langsung pulang?"
tanya christian ketika sudah keluar dari pusat perbelanjaan.
"pengen es krim"
jawab Chika menatap christian dengan puppy eyes nya.
"nggak usah pasang muka gitu juga aku beliin"
christian mengunyel-unyel kedua pipi chubby Chika.
" heheh, ayo cari kedai es krim"
sepanjang jalan menuju parkiran, Chika memeluk pinggang Christian.
tak peduli banyak pasang mata yang memperhatikan mereka.
setelah selesai dari kegiatan es krim, christian memutuskan untuk pulang ke rumah.
saat mereka berdua sebuah di depan mobil, tiba-tiba ada sepasang tangan yang melingkar di perut christian, memeluknya erat.
"Tian, gue kanggenn banggetttt"
Bersambung.........
waduh siapa tuh?
sabar ya chik
#Jangan lupa vote & komen
KAMU SEDANG MEMBACA
PERJODOHAN KONYOL (END)
FanfictionCerita tentang perjodohan konyol antara christian dan chika. mereka saling mengenal tapi tidak akrab, bahkan mereka tidak saling sapa, jangankan saling sapa saling tatap saja mereka tidak pernah meskipun mereka berada di satu sekolah yang sama. apak...
