Happy reading
dua Minggu setelah kepulangan mereka dari Bali, hari ini mereka berada di bandara untuk mengantarkan ollan ke London.
"gue pasti bakalan kangen sama Lo bro, secara kita dari SMP udah bareng"
ucap Aldo sedih
"lebay Lo, jaman udah modern kali"
"tapikan hp sama ketemu langsung itu beda. biasanya gue kalo ada masalah ketemu Lo, yakali gue kalo ada masalah cuma pantengin hp"
"ya makanya hidup Lo jangan banyak masalah Mulu"
"Lo tuh gue lagi sedih juga. bersyukur kek ada yang kehilangan Lo"
ollan tersenyum lalu memeluk Aldo
"yan, makasih ya udah mau jadi temen gue selama ini"
ollan memeluk christian sebentar
"sama-sama. Lo betapa tahun di sana?"
"4 samapi 5 tahun mungkin. semoga gue pulang, udah dapat ponakan ya dari Lo"
christian tersenyum menanggapi
"doain aja"
"Chik jangan galak-galak sama Tian, cepet kasih gue ponakan"
ollan mengacak rambut Chika membuat Chika memajukan bibirnya kesal
"gausah mikirin ponakan, Lo kuliah aja yang bener, jangan malu-maluin negara. inget itu pesen gue!!"
"iya elah, gue kalo nggak ada kalian semua nggak bakal malu-maluin aslinya"
"Halah ngeles Mulu Lo"
Chika menoyor kepala ollan
"shel, langgeng yah sama Aldo. semoga Lo bisa gantiin gue buat jadi tempat curhat nya sih Aldo. jangan bosen kalo dia sering ngasih curhatan hati yang gaje, pura-pura dengerin aja terus tunggal tidur"
ucap ollan pada ashel, hingga mendapat jitakan keras dari Aldo
"hahaha udahlah gue nggak mau nge drama terus, gue berangkat yah. kalian jangan kangen sama gue. tunggu gue balik"
semuanya tersenyum kemudian berpelukan sebelum akhirnya ollan harus pergi karena penerbangan akan segera di lakukan.
"kok gue sedih yah liat ollan gitu"
celetuk Chika tiba-tiba
"serese apapun, kita tuh sering bareng-bareng sama ollan Chik. makanya sedih kalo ada salah satu dari kita pergi"
"Tian telponan sama siapa sih Chik, kok nge jauh gitu?"
tanya Aldo
"sama ayah"
"siapa tau bohong. emang Lo tau?"
sambung zean
"gue yang ngambil ponselnya dari saku gue zean, gue liat nama kontaknya tuh ayah"
jelas Chika kesal Dangan sikap zean yang selalu over curiga jika menyangkut Chika
"ohh, sorry hehe"
zean hanya menunjukan cengirannya.
"sayang, aku harus ke kantor sekarang. tadi ayah telpon katanya harus cepet kesana. kamu mau di anterin pulang dulu apa gimana?"
tanya christian dengan nada buru-buru
"hmm, aku boleh main dulu gak sama mereka?"
tanya Chika hati-hati
"kemana emangnya?"
tanya christian
"paling ke cafe gitu, nongkrong"
christian mengacak-acak rambut Chika
"yaudah tapi jangan sampe sore"
"siyapp"
"Zee, do, shel titip nih bocah satu. kalo rewel masukin bagai aja"
"ihh jahat banget sih"
Chika mengerucutkan bibirnya sambil menatap christian kesal.
"becanda, yaudah aku berangkat dulu yah. kamu hati-hati"
christian mengecup puncak kepala Chika sebelum akhirnya menuju dimana mobilnya terparkir.
"ternyata Tian bisa romantis juga yah"
celetuk Aldo tiba-tiba
"bisalah, tapi kan cuma sama orang tertentu"
"udah deh, kuyy pergi"
mereka pergi meninggalkan bandara dan pergi menuju cafe yang biasa mereka datangi.
****************
"Chik, Lo beneran nggak di kasih kuliah?"
tanya Aldo saat mereka sudah sampai di cafe.
"nggak"
jawab Chika dengan gelengan lesu
"sayang banget padahal"
"ya mau gimana lagi. bukan cuma Tian yang nggak kasih izin, tapi papi sama mami juga"
"yaudah nggak papa, turutin aja. itu yang terbaik buat Lo"
"iya sih, nggak papa. kalian satu kampus yah?"
tanya Chika
"iya, cuma beda fakultas aja"
jawab zean
"kenapa nggak satu fakultas aja? siapa tau bisa satu kelas, kan seru"
"kesenangan kita beda-beda Chika"
balas Aldo
"ya samain aja kek"
"nggak semudah itu Bambang. kuliah tuh buat masa depan kita, kalo kita kuliah nggak sesuai bidang ntar nggak guna buat kedepannya. gue nggak mau masa depan gue suram, sampe nggak bisa kasih makan anak istri"
"mending Lo nggak kuliah juga Tian nggak bakal kurang kasih asupan duit"
"yaudah sih, Napa pada nyolot deh"
"Lo sih kalo ngomong masih kayak anak SD pemikirannya"
balas aldo kesal, sedangkan Chika hanya menyengir tanpa dosa
"ngapain kuy biar nggak bosen"
ajak ashel
"gue tau"
pekik Aldo tiba-tiba.
************
christian masih sibuk dengan berkas-berkas di hadapannya.
tidak semudah yang dibayangkannya. menjadi CEO hanya duduk santuy tetapi otaknya yang pusing.
tiba-tiba ponselnya berdering menampilkan nama istri cantiknya membuat lelehnya sedikit terobati digantikan dengan senyum manisnya.
"iya sayang kenapa?"
"emm Tian"
"kenapa?"
"kamu masih sibuk?"
"iya ini masih banyak banget yang harus di periksa.
kamu udah pulang?"
"udah"
jawab Chika bohong
"terus kamu mau ngomong apa?"
Hening....
"sayang kenapa?"
"maaf"
"maaf kenapa?"
"aku hamil"
deggg.
tubuh christian memegang seketika mendengar dua kata yang keluar dari mulut istrinya.
dunianya seakan runtuh mendengar kata yang belum seharusnya terucapkan oleh istrinya itu, tapi kenapa harus terucap sekarang.
christian tidak bisa fokus dengan pekerjaannya. dia segera pulang dengan raut wajah penuh emosi hingga mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Bersambung............
#Jangan lupa vote & komen
KAMU SEDANG MEMBACA
PERJODOHAN KONYOL (END)
FanfictionCerita tentang perjodohan konyol antara christian dan chika. mereka saling mengenal tapi tidak akrab, bahkan mereka tidak saling sapa, jangankan saling sapa saling tatap saja mereka tidak pernah meskipun mereka berada di satu sekolah yang sama. apak...
