25

4K 297 3
                                        

Happy reading



















Chika menangis sambil memegang kedua lututnya.
semakin lama, Isak tangis itu semakin keras seiring dengan rasa sakit yang Chika rasakan.

christian yang memang belum sepenuhnya tidur, bangun dari posisi tidurnya dan mengapa kasar kepalanya sendiri.

"ngapain nangis sih?"
tanya christian kesal

perlahan Chika mengangkat wajahnya dan melihat christian yang sedang menatapnya dengan tatapan kesal.

"ma..maaf hiks"
hanya itu yang bisa Chika ucapkan.
kemudian christian membuka mata dan menghembuskan nafasnya pelan

christian tidak tega melihat istrinya menangis. apalagi dia yang menjadi alasan istrinya
menangis.

christian memegang pundak Chika, membuat Chika yang masih setia menunduk kemudian terlonjak kaget.
Chika sedikit mendongak untuk menatap christian.
tanpa Chika duga selanjutnya christian menarik Chika kedalam pelukannya.

di pelukan christian, Chika menangis
sejadi-jadinya.

"aku hiks hiks minta maaf Tian"
ucap Chika masih dengan sesenggukan di pelukan christian.

christian menghela nafasnya sambil mengusap lembut rambut panjang istrinya.

"aku yang minta maaf. nggak seharusnya aku bersikap kayak sini sama kamu. aku yang udah berlebihan sama kamu. aku yang salah"

Chika tidak menjawab perkataan christian, dia hanya menggelengkan kepalanya dan semakin mengeratkan pelukannya.

"kenapa sayang? aku minta maaf. udah yah, sekarang tidur"
christian berusaha melepaskan pelukan Chika, tapi gagal. karena Chika benar-benar sangat mengeratkan pelukannya.

"hei kenapa nggak mau di lepas"

"sayang kenapa?"

"aku udah nggak marah lagi kok"

"udah yah"

meskipun sudah tidak terdengar Isakan tangis dari Chika, tetap saja bahunya masih naik turun menandakan dia masih menangis dipelukan christian.

dengan sangat pelan, akhirnya christian bisa melepaskan pelukan Chika.
christian menangkup wajah istrinya yang masih banjir air mata, kemudian mengusap pipinya, mengusap air mata yang entah kapan akan berhenti mengalir.

"kenapa masih nangis? aku udah nggak marah sama kamu. sekarang tidur yah"
ucap christian lembut.
sedangkan Chika hanya menatap christian dengan tatapan  sendu yang sangat menyedihkan.

christian membela nafas panjang, dan merasa bersalah dengan sikapnya tadi.
dia baru teringat kalau Chika akan merasa takut dengan laki-laki yang menyakitinya.
membuat trauma sejak kejadian Aran di gudang sekolah.

"aku nggak bakal kayak tadi lagi. aku minta maaf ya. kamu jangan takut"

"sekarang tidur"

Chika hanya mengangguk.
christian menghapus air mata Chika kemudian mencium dahi, kedua matanya, hidung, kedua pipinya dan terkahir bibirnya.
sebelum akhirnya menarik Chika untuk ikut berbaring dengan kepala di atas bahunya.

*************

"Tian, ini bajunya mau bawa berapa?"

"terserah kamu"
balas christian tanpa mengalihkan pandanganya dari ponselnya.

"terserah aku giamana? orang kamu yang make juga"
Chika bertambah kesal ketika tidak ada sahutan dari christian

"Tian ihhh"

"Tian"

"hm"

"yaudah terserah, sana beresin sendiri"
ketus Chika lalu keluar dari kamar

Chika keluar dengan raut wajah kesal, kemudian duduk di samping bundanya yang sendang menonton tv.

"kenapa sayang? kok mukanya kesel gitu"
tanya Gracia mengusap lembut rambut Chika

"anak bunda tuh, udah nggak mau bantu packing baju sendiri, giliran ditanya mau bawa apa aja jawabnya cuma terserah terserah. kalo udah selingkuh sama hp yah gitu"

Gracia terkekeh melihat ekspresi kesal di wajah menantunya.

"diemin aja orangnya biar tau rasa. dia tuh sama kayak ayah, kalo di minta saran jawabnya cuma terserah terserah"
ucap gracia yang masih setia mengusap rambut panjang Chika.

"bunda kesel nggak kalo ayah kayak gitu?"

"kadang kesel sih, tapi ya mau gimana lagi orang udah dari sananya kayak gitu"

"tapi kan yah Bun...."

"SAYANG KOK BARANG-BARANG AKU BELUM DI BERESIN SEMUA"
ucapan Chika terpotong karena teriakan christian yang berjalan menghampiri mereka.

"apa?"
ketua Chika saat christian Saidah
di hadapannya.

"ihh jangan galak-galak gitu dong"
christian duduk di samping Chika, menarik Chika yang masih di usap-usap kepalanya oleh sang bunda untuk lebih dekat dengan christian.
christian merangkul bahu istrinya dan menyenderkan kepala Chika di bahunya.

"apaan sih!!?"
Chika berusaha melepaskan rangkulan christian tapi gagal.

"barang-barang aku belum di beresin"
tutur christian dengan wajah tampan dosa.

"terus?"
tanya Chika menatap tajam christian

"ihh jangan gitu natapnya"
christian menutupi mata Chika menggunakan telapak tangannya.

"sayang, beresin barang-barang aku yah. kan besok kita berangkat pagi banget. nanti kalo temen-temen udah siao terus aku belum siap gimana?"

"salah sendiri nggak di beresin"
ketus Chika sambil memalingkan wajahnya dari christian.

"katanya kamu yang mau beresin kan? kamu kan cewek, kalo beresin apa-apa lebih rapi. Yahh mau yah"
christian mengedip-ngedipkan matanya di hadapan Chika.

"makanya kalo aku udah baik hati mau bantu beresin tuh kamu juga ikutan bantu, jangan cuma main hp doang bisanya. ditanya mau bawa apa jawabannya cuma terserah terserah. meles, udah aku yang beresin sendiri, aku juga  yang mikir mau bawa apa aja"
sungut Chika menyampaikan unek-uneknya sedari tadi.

"tuh dengerin, kasian istri kamu. jangan apa-apa nyuruh Chika tapi kamu sendiri nggak mau gerak. mageran banget sih"
sambung Gracia yang sedari tadi Sudah gatal ingin berbicara.

"iya-iya maaf, sekarang kita beresin bareng yah. yah. yah"

"awas main hp lagi"

"iya, nggak kok"

"bohong"

"beneran, hp aku lowbat baru juga di charger"

Chika menoyor kesal kepala christian
"pantes mohon-mohon minta packing baju. ternyata selingkuhannya lagi pingsan"

"hehehe"
christian hanya menyengir tanpa dosa.

Bersambung...............


























sekilas info aja nih.
besok nggak bisa up🙏
#Jangan lupa vote & komen

PERJODOHAN KONYOL (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang