Chapter 07+

19.4K 348 15
                                        

Harsa menepuk-nepuk bokong baby Jinan yang tengah anteng menyusu. Sejak kejadian seminggu yang lalu baby Jinan tak bisa jauh darinya, biasanya Jinan akan anteng meski bermain bersama Mira namun sekarang Jinan harus melihat dirinya lebih dulu baru bisa bermain dengan tenang.

Bayi kecil itu seperti trauma berjauhan dengannya. Harsa cukup menyesal akan itu.

"Ssshhh ..., baby jangan digigit sayang nen nya, sakit nak." Harsa sedikit meringis saat Jinan menggigiti putingnya. Baby Jinan memang tengah hobi menggigiti sesuatu, semua mainan pun tak luput masuk ke mulutnya.

Pintu terbuka diikuti Jean yang masuk kedalam kamar. Telinga pria itu bisa mendengar ringisan pelan dari Harsa. Jean mendekat pada keduanya melihat anaknya tengah menyusu.

"Apa sakit sekali?"

Harsa terkejut melihat Jean sudah duduk disampingnya. "Tuan kau sudah pulang."

Jean menatap datar Harsa. "Itu bukan jawaban dari pertanyaan ku."

"Ah, tidak cukup sakit hanya sedikit ngilu saja," jawab Harsa malu.

Meski Jean sudah melihat seluruh tubuhnya tetap saja Harsa masih merasa malu. Apalagi sekarang tatapan pria dominan itu sangat lekat menatap dirinya yang tengah menyusui.

Jean merebahkan tubuhnya disebelah kiri, tangan besarnya mengusap kepala Jinan hati-hati takut terbangun. "Jinan sudah semakin besar, aku masih mengingat saat dia menangis untuk pertama kalinya. Jinan begitu kecil di tanganku, aku sampai takut bisa meremukan tubuh kecilnya." Tatapan Jean terus menatap lekat manik keemasan Harsa.

"Aku terlalu sibuk hingga tak menyadari putraku sudah sebesar ini." Suaranya terdengar lebih dalam menunjukkan penyesalan yang Harsa tau, meski Jean terlihat cuek pada Jinan tapi Harsa tau jika Jean sangat menyayangi putranya.

Harsa secara spontan mengusap kepala Jean lembut, tak lama ia sadar karena dirinya lancang segera menarik tangannya namun Jean menahan nya, membuat Harsa tersenyum kecil dan kembali mengusap-usap rambut coklat itu.

"Kau sudah jadi ayah yang baik mas, aku yakin baby Jiji bangga memiliki ayah seperti mu," gumam Harsa lembut.

Jean mendekatkan dirinya memeluk kedua kesayangan nya, wajah Jean begitu dekat dengan wajah Harsa. " Kau juga ibu yang baik," bisik Jean, setelahnya mengecup bibir merah itu. Tangan besarnya mengusap punggung Harsa sampai ke tengkuknya tak mengijinkan Harsa menolak dirinya.

Ciuman keduanya semakin dalam sesaat Harsa membalas ciuman itu. Jean mengigit kecil bibir bawah Harsa agar terbuka dan mengijinkan lidahnya masuk ke mulut hangat wanita itu. Harsa melenguh lirih merasakan lidah Jean begitu ahli mengeksplorasi mulutnya.

"Huuuuaaaa~"

Keduanya melepaskan tautan bibir mereka lalu tertawa bersama saat Jean menangis karena tidurnya terganggu. Salahkan tubuh besar Jean yang mengapit tubuh kecil Jinan tadi.

"Maafkan Daddy sayang." Jean mengecup kepala Jinan dan terkejut saat tangan kecil Jinan mendorongnya, tawa kedua orang tua itu kembali muncul.

"Ohh, Daddy tidak boleh dekat dengan mama mu ya? Jahat sekali." Senyum jahilnya muncul. "Nen itu punya Daddy tau seharusnya." Jean menoel pipi gembul Jinan yang kembali asik menyusu.

Jinan menatap ayahnya dengan lirikan, tangan kecilnya juga menepis tangan besar ayahnya. Lalu menangkup satu dada Harsa yang menganggur, seolah mengatakan semua itu miliknya.

Baik Jean dan Harsa tak bisa menahan tawanya, merasa gemas akan tingkah putra kecilnya.

Tak sadar jika sedari tadi kegiatan hangat mereka diperhatikan sepasang mata dibalik pintu yang terbuka sedikit.

Lactating [Nohyuck]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang