chapter 32

31 2 6
                                        

Assalamu'alaikum wr. wb 🤗

Selamat membaca 🤗

~~~~~°°°°°{}°°°°°~~~~~

SIANG hari di kota jakarta. Mobil yang di kendarai oleh Gavin kali ini sudah hampir tiba di tempat kantor polisi tempat Gavin dan virlo bekerja.

Tak lama berselang sekitar 5 menit kemudian mobil yang dikendarai oleh Gavin itu pun kini telah terparkir di halaman kantor polisi.

Dan tak lama setelah itu Gavin dan virlo pun langsung masuk ke dalam kantor polisi. Hadirnya mereka berdua pun langsung disambut dengan ucapan selamat dan juga tepukan tangan dari para anggota polisi dan komandan polisi.

"Wihh ada apa nih broo?? " bingung Gavin.

"Nggak tau gua bro" respon virlo sembari menggeleng-geleng kepala.

Tak lama setelah itu komandan polisi mereka yaitu ananda pun langsung maju menghampiri Gavin dan virlo Dan langsung menjabat tangan mereka.

"KERJA BAGUS KALIAN" ucap tegas ananda sembari menjabat tangan Gavin dan virlo.

"Jadi sekarang pelaku yang masih berkeliaran itu hanya tinggal 3 orang saja kan?? " tanya ananda.

"Iya bener komandan" jawab Gavin.

"Oiyaa. Gracia sama tito di mana ndan?? " tanya virlo.

"Ohh. Mereka berdua sekarang lagi patroli. " jawab ananda.

"Yasudah kalau begitu kalian ke ruangan detektif aja duluu. Kalian pasti kelelahan kan?? " lanjut ananda.

"Oiyaa. Kamu tolong buatkan 2 kopi untuk Gavin dan virlo yaa" suruh ananda kepada salah satu anggota kepolisian.

"SIAP NDAN!! " jawab salah satu anggota kepolisian.

"Kalau begitu kami berdua ke ruang dulu ndan" ucap Gavin dan virlo.

"Oh iya iya. Selamat beristirahat" ucap ananda.

Setelah mendengar ucapan tersebut Gavin dan virlo pun langsung berjalan menuju ke ruangan detektif.

Gavin dan virlo pun langsung menidurkan badannya di atas sofa yang ada di dalam ruangan tersebut.

"Hah. Akhirnya yaa broo, setelah kita lewati ini semua dan juga di situasi hampir mati ya bro haha" ucap Gavin.

"Iya bener. Tapi gue masih kasihan sih sama si Sadewa karena kakinya kemarin kena golok gua" ucap virlo.

"Ngapain kasihan, biarin ajalah kan dia udah ngebunuh. Dan kalau bukan karena kewajiban dan tugas mungkin mereka berdua udah ku bunuh." Ucap Gavin.

"Oke. Berarti nanti kalau udah kekumpul semua mereka berdua bakal ke jakarta dong?? " tanya virlo.

"Hah?? Ngapain?? " bingung Gavin.

"Ya buat sidang lahhh. Siapa tau mereka berenam bakal di hukum mati" ucap virlo.

"Oiyaa bener tuh. Pastinya sih bakal sidang di jakarta sihh" ucap Gavin.

Tak berselang lama pintu ruangan itu pun terbuka dan salah satu anggota kepolisian di situ pun langsung masuk sembari membawa kan dua buah kopi untuk Gavin dan virlo.

𝐭𝐡𝐞 𝐥𝐚𝐬𝐭 𝐦𝐢𝐬𝐬𝐢𝐨𝐧 (𝐩𝐞𝐦𝐛𝐮𝐧𝐮𝐡𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐭𝐞𝐚𝐭𝐞𝐫)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang