chapter 38

31 2 3
                                        

Assalamu'alaikum wr. Wb 🤗

Selamat membaca 🤗

~~~~~°°°°°{}°°°°°~~~~~

KEESOKAN harinya. Seorang pemilik teater kali ini berniat untuk bertemu dengan para sensei staff serta general manager.

Tujuan Pertemuan itu adalah untuk memberitahukan kejadian kemarin yang ada di teater.

Kali ini mereka semua berkumpul di sebuah cafe. Lebih tepatnya mereka semua kini berkumpul di lantai atas cafe.

Dari lantai atas kini terlihat ada para staf, sensei dan juga general manager berkumpul di meja cafe tersebut.

"Mana nih, kok belum datang?? " tanya melody (general manager di teater).

"Sabar teh. Nanti juga datang" jawab jabieb (salah satu staf di teater).

"Emangnya nanti bakal bahas apa sih?? " tanya gege (salah satu sensei di teater).

"Nggak tau sih, kemarin katanya di telfon sih dia nya bakal ceritain semua kejadian di teater semalam gitu" jawab rendy white (salah satu sensei di teater).

"Emang di teater ada kejadian apa?? " tanya shani (wakil general manager teater).

"Nggak tau sih. Udahlah mending kita tunggu dulu sampai dianya datang" jawab Rendy white ( sensei di teater).

Setelah mendengar jawaban dari Rendy white salah satu sensi teater tersebut. akhirnya mereka pun langsung meminum kopi yang ada di meja tersebut.

Mereka semua langsung menikmati kopi mereka sembari menunggu kedatangan bapak pemilik teater tersebut.

Tak berselang lama kemudian orang yang mereka tunggu pun telah tiba di tempat itu.
Bos pemilik teater tersebut pun langsung duduk di kursi tersebut.

"Jadi apa yang ingin bapak bahas tentang kejadian kemarin?? " tanya rendy white (sensei)

"Jadi gini, kemarin saya itu hampir aja jadi korban pembunuhan di teater. " jelas pemilik teater.

"Hah??. Kok bisa pak?? " bingung melody (general manager) .

"Iya. Sebenarnya saya kemarin udah punya firasat sihh" ucap pemilik teater.

"Nahh. Ternyata firasat saya itu benar benar terjadi, lebih tepatnya pada saat saya itu lagi  duduk santai sama rokokan di ruangan biasa. tiba tiba aja ada 3 orang yang masuk dan langsung mengancam saya" jelas pemilik teater.

"T- terus pak?? " ucap arif surahman (sensei)

"Saya akhirnya tidak jadi di bunuh karena ada 4 detektif kepolisian yang menolong saya" jawab pemilik teater.

"Owh....... " respon Rendy white (sensei).

"Tapi. Saya mau nyeritain salah satu rahasia di teater ituu. Pasti kalian belum ngerti kan?? " tanya pemilik teater.

"Belum pak, rahasia apa emangnya pak?? " tanya shani (wakil general manager).

"Sebenernya 3 pembunuh itu punya dendam sama teater kita" jelas pemilik teater.

𝐭𝐡𝐞 𝐥𝐚𝐬𝐭 𝐦𝐢𝐬𝐬𝐢𝐨𝐧 (𝐩𝐞𝐦𝐛𝐮𝐧𝐮𝐡𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐭𝐞𝐚𝐭𝐞𝐫)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang