بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
•••
Begitu melihat Airin yang sudah mulai tenang, Ilegar membuka suara. "Lo kenal?"
"Kakak kandung saya."
"Wow, kejam sekali," decak Ilegar tidak menyangka. Tubuhnya akan berayun untuk mengejar sosok itu, namun ditahan oleh Airin.
Ilegar mendengus kesal. "Jadi kabur 'kan. Lu sih!"
Berkedip beberapa kali, Airin menepuk kepalanya sendiri. Ini yang ia lakukan saat kondisi cemas.
"Dia ngincar saya. Kalau kamu kejar, target nya jadi 2. Kamu ikut terlibat."
Airin berbicara agak serius sekarang. Dia membawa Ilegar dengan cara seperti anak kucing. Walaupun tubuh jakung lelaki itu sedikit membuatnya susah, beruntung pula Ilegar menunduk.
Melihat situasi ruangan terasa aman, Airin duduk bersila. Menjelaskan kejadian semalam yang sedang menimpanya.
"Kamu tahu pria yang duduk dikursi roda itu?"
Ilegar menggelengkan kepala, lalu mengangguk dengan cepat. Karena ia beberapa kali pun pernah melihatnya.
"Dia semalem ngancem saya buat meninggalkan pesantren ini. Di mata saya, dia begitu hebat mencintai Azizah. Saya bisa menduga kalau Aslan—"
"Aslan siapa lagi Maymunah!" geram Ilegar karena begitu banyak kenalan yang belum ia ketahui.
Tangan Airin mendarat tepat dikening Ilegar. "Kalau saya lagi bicara jangan dipotong dulu makanya!"
"Ya ya ya, terus."
Sejujurnya Ilegar sudah jengah mendengar cerita Airin.
"Saya bisa menduga kalau Aslan orang suruhan dia."
"Tunggu-tunggu, lo bilang kalau orang lumpuh itu—"
Plak!
"Bicaranya," gemas Airin setelah menampar kecil mulut ceplas-ceplos Ilegar.
Ilegar tak acuh, dia kembali melanjutkan perkataannya. "Orang lumpuh itu cinta sama Azizah? WHAT?! Gue liat-liat udah tua anjir."
"Udah beruban pula. Masa Azizah suka sama yang bangkotan."
"Ya namanya cinta mana ada yang tahu berlabuh ke mana," jelas Airin.
"Yang saya tahu orang itu seumuran Alm Abi Athar."
Ilegar semakin tak habis fikir. Bukannya pemilik pesantren yang beberapa minggu lalu meninggal sudah berumur 50 tahun lebih. Tapi anak dari pemilik pesantren ternyata pernah menjalin asmara cinta dengan orang yang seumuran orang tuanya sendiri.
Apa dulu kisah cinta mereka terlarang?
Banyak sekali pertanyaan yang ingin sekali Ilegar ajukan. Tapi waktu mereka sudah tak banyak lagi untuk berbincang.
"Oke. Yang harus kita lakuin sekarang selametin nyawa lo dari Aslan-Aslan itu. Bila perlu gue bekep tu orang, dia udah nggak berharga 'kan buat lo?"
Airin terdiam sejenak. Memang, tidak ada secuil pun kenangan manis dengan kakak nya. Hanya ada perlakuan buruk yang membekas. Ia dan Aslan hanya pernah berada di rahim yang sama. Di telantarkan oleh kedua orang tua dan bertahan hidup di rumah kumuh.
Entah darimana tiap kali Aslan pulang membawa uang, makanan, dan bir. Airin tak pernah menanyakan saat itu, dia hanya berfikir jika melakukan tugas tak senonoh akan terus mendapat makan dan tidak diusir dari rumah.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALI HAZBI (NEW VERSION)
RomanceJudul awal : Chase You (2A) UDAH NGGAK HIATUS YAA Setelah mengetahui sedikit seluk beluk gadis yang akan menjadi istrinya, apakah dia akan tetap pada awal tujuan? Masih banyak misteri, dan Ali akan membongkar. Hanya saja ia merasa tidak sanggup bil...
