بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
•••
"Tapi, kenapa." Azizah menunduk pilu.
"Apa karena aku anak dari orang yang pernah paman cintai dulu? Paman melihat Umma Hazna dalam diri aku?"
"Apa karena warna bola mata kita yang sama?"
"Aku baru kali ini merasa dicintai hebat. Tapi aku pun langsung tersadar bahwa yang paman cintai itu Ibuku. Sudah pasti paman mencari sosoknya di diri aku."
"Pastinya aku tetap aku, dan umma tetap ada dalam jati diri umma."
"Paman nggak bisa sepenuhnya dapetin aku demi mencari umma."
"Dan aku sangat berbeda dengan umma yang pembawaan anggun. Aku si ceroboh yang selalu mengambil keputusan sendiri tanpa orang perlu bilang 'iya'. Aku pengkhianat dalam persahabatan. Mau tau lebih mendalam lagi, ah pasti paman sudah tau karena paman yang membungkam media dan tim penyelidik."
"Aku seorang pembunuh yang sudah memperkosa ku. Aku rusak! Aku yang telah membunuh janin di kandungan ku sendiri, aku wanita biadab!" Dia berbicara tanpa henti, hanya dengan beberapa kali tarikan nafas.
Setelah selama ini Azizah terdiam dengan segala kondisinya. Emosi yang terpendam langsung memuncak saat bersama Langit. Pria yang dulu sempat memenuhi hati Azizah, menatapnya prihatin.
Siapa yang tidak terenyuh mendengar penuturan spontan langsung dari mulut orang dicintainya? Langit membawa Azizah ke dalam pelukan meski ia kesulitan.
"Ssssttss, semua akan baik-baik saja selama saya masih hidup."
Kepala Azizah mendongak, "Aku pantas di hukum mati paman."
"Tidak ada yang bisa."
"Sekalipun anak saya seorang intelejen. Saya akan terus membungkam kasus ini. Dan untuk laki-laki bejat itu sudah saya bereskan ditempat peristirahatan terakhirnya."
Langit membungkai wajah Azizah yang belum berhenti menangis. "Soal cinta."
"Yang berlalu sudah saya lupakan. Sekarang dan selamanya saya hanya mencintai kamu, Azizah Ulfiatun Nahla."
*****
Di sana, pria yang sedari tadi menguping dengan wajah babak belur masih mencerna perbincangan keduanya. Dalang yang selama ini ia dan keluarganya cari sudah lama tiada. Lantas untuk apa pencariannya selama ini.
Ali mengacak rambut penuh frustasi. Praduga tentang sang adik mencintai dirinya sendiri sudah terkuak. Hal itu hanya kedok untuk menghancurkan istrinya. Ali tidak bisa tinggal diam, meskipun Azizah bagian terpenting dari hidupnya. Wanita itu sudah membunuh dua nyawa sekaligus.
"Kau, Ali?"
Tubuh Ali terlonjak kaget. Lalu menurunkan HP nya yang sedari tadi digunakan untuk mendokumentasikan bukti.
"Tidak ada yang percaya dengan hanya bukti suara seperti itu. Yang kau lakukan percuma," ujarnya sambil menatap datar dua insan yang salah satu nya adalah ayahnya sendiri.
"Danuarta Keyzen Ghibrantara. Seorang anggota intelejen senior yang ternyata berhianat dengan janjinya sendiri."
Ali menatap seluruh penampilan pria itu penuh lirikan tajam. "Yah, semua bisa beres dengan uang."
"Tapi tidak dengan akhiratmu nanti."
"Akan ada pertanggungjawaban atas apa yang sudah kamu perbuat, Danu."
KAMU SEDANG MEMBACA
ALI HAZBI (NEW VERSION)
Roman d'amourJudul awal : Chase You (2A) UDAH NGGAK HIATUS YAA Setelah mengetahui sedikit seluk beluk gadis yang akan menjadi istrinya, apakah dia akan tetap pada awal tujuan? Masih banyak misteri, dan Ali akan membongkar. Hanya saja ia merasa tidak sanggup bil...
