25.||TRANSMIGRASI GENTA||

4.6K 261 19
                                        

🍁
-
🍁
-
🍁
-
🍁

HAPPY READING

Di pagi yang cerah, burung-burung berkicauan biasanya orang-orang akan memulainya dengan tenang. Berbeda dengan mansion sanjaya sekarang sedang rusuh, bahkan raden yang biasanya diam malah ikutan rusuh.

"WOYYY BANGUN"teriak vion tepat di depan telinga chio.

"DADDY DASI AKU ADA DI MANA"teriak dion dari lantai atas dengan keadaan baju tak di kancing kan, lengan baju di gulung sebelah, dan jangan lupakan celananya yang sebelah panjang sebelah pendek.

"ASTAGA DION, KAMU MAU SEKOLAH APA JADI PREMAN!"ucap erlan dari bawah yang melihat penampilan anaknya dengan suara yang sangat baik untuk telinga.

"AYAH KAUS KAKI AKU DI MANA"raden malah ikutan teriak dan menghampiri dika yang sedang duduk di sopa ruang tamu.

"Lah kamu yang make kok tanya ayah, terus itu emang modelnya kaya gitu ya sebelah warna item sebelah warna merah"tunjuknya ke arah kaki raden.

"Orang ngga ada kok, yaudah make yang ada aja"jawab raden santai dan kembali masuk ke kamarnya untuk siap-siap.

"AYAH BANG CHIO NGG-"belum sempat vion menyelesaikan ucapannya sudah di potong oleh baskara yang baru saja keluar dari lift.

"APA MAU TERIAK LAGI HAH! MULUT KALIAN TERBUAT DARI APA SIH? SEKALIAN AJA TUH MINJEM TOA DI MASJID"ucap baskara dengan menggebu-gebu, sedangkan mansion yang tadinya rame menjadi senyap seketika.

Hingga genta turun dan mencairkan suasana, "loh kok sepi perasaan tadi udah kaya di pasar"ucap genta merasa kebingungan.

"Udah ayo baby mending kita sarapan, opa yang nganter kamu hari ini"ajak baskara dan langsung menggendong genta ke meja makan.

Setelah selesai sarapan mereka berangkat, tidak seperti biasanya yang akan memperebutkan genta sekarang mereka lebih tenang karna takut dengan ancaman baskara.

Di sekolah

Saat genta baru turun dari mobil langsung di sambar dengan pelukan yang sangat erat, siapa lagi kalo bukan sahabatnya afkar.

"Ihhh afkar sesek tau"ucap genta mencoba melepaskan pelukannya tapi tidak bisa, hingga badannya di tarik ke belakang oleh lio agar terlepas dari afkar.

"Lio ngapain sih, orang aku masih kangen sama genta"ucapnya sambil cemberut tapi tidak di pedulikan oleh lio.

Jadi yang awalnya 'lo' 'gue' mereka ubah jadi 'aku' 'kamu' soalnya sekarang genta kaya anak polos yang gak tau apa-apa, padahal mah kagak.

"Lio genta kangen"ucapnya sambil memeluk Lio dengan erat, dan di balas usapan lembut di punggungnya oleh lio.

"Lio juga kangen"ucapnya sambil tersenyum tipis.

"Tadi aja sama gue datar, giliran sama genta jadi lembek"gumam afkar.

"Udah ayo masuk, mau aku gendong?"tawar Lio kepada genta.

"Aku udah gede malu"jawabnya sambil menunduk.

"Gak usah malu ayo aku gendong di punggung"setelah menurunkan badannya Lio langsung menyuruh genta untuk naik ke punggungnya.

TRANSMIGRASI GENTA [ON GOING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang