Historical Fiction #4
By: Alwaysje
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
[Tamat]
Lerajee tidak pernah meminta untuk dilahirkan sebagai setengah pribumi.
Ketika semua orang hanya memandangnya sebagai anak iblis sebab namanya yang disematkan oleh...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
seneng banget liat antusiasme kalian jadi aku update lagii tapi part ini sedikit lebih pendek dari biasanya soo, happy reading all!!
>>>>>
Kile tidak turun dari kendaraannya dan memilih untuk bungkam sementara Karel pergi memberi mereka waktu berbicara. Lerajee tidak tahu harus hidup seperti apa lagi. Tindakan yang ibunya tunjukkan semakin memperkecil rasa percaya diri Lerajee untuk bertahan. Sementara Kile pun turut membuatnya enggan untuk kembali menginjakkan kaki sebagaimana mestinya seorang Roell.
Keduanya kini terdiam dan tidak ada satupun yang berniat untuk turun.
"Kenapa pergi ke rumah Nyai?" tanya Kile. Pria itu tidak menatap putrinya, hanya memandang ke depan, dimana pintu rumahnya terbuka lebar atas permintaannya. "Di rumah ini ada papa, kenapa kau justru pergi ke rumah Nyai?"
Kile tidak meninggikan suaranya. Tidak ingin membuat putrinya ketakutan dan memutuskan untuk pergi lagi.
Gadis itu enggan menjawab. Ia membuka pintu dan lekas turun tanpa menjawab pertanyaan sang ayah.
"Lerajee." Kile menahan tangan putrinya. "Je bent mijndochter. Het feit dat jemijndochter bent zal nooitveranderen.-- Kau putriku. Fakta bahwa kau adalah putriku tidak akan pernah berubah."
Gadis itu tidak menanggapi apapun. Kepalanya perlahan mengangguk sebelum memutus tatapan di antara keduanya. Andai kalimat itu Kile katakan bertahun-tahun lalu, mungkin Lerajee akan menangis tersedu dan memeluk tubuh ayahnya.
Lerajee tidak mengatakan jika ini terlambat. Tidak, tentu Kile benar, selamanya ia adalah anak Kile dan selamanya pula ia akan berada di bawah kendali ayahnya.
Kile sedikit mengerang merasakan pening di kepalanya. Ia merasa terlalu jumawa dapat mengendalikan semua dengan harta. Tindakan yang dilakukan Mathilda sukses besar menyentil egonya dan membuat Kile lupa bahwa, mengejar kekayaan bukan pintu menuju kebahagiaan.
Karel membuka pintu kemudi dan kembali menempatkan diri disana. "Saya akan mengantar meneer kemanapun."
"Societeit, aku ingin kesana."
Karel mengangguk. "Bagaimana jika Juffrouw tahu?"
"Tahan saja, jangan biarkan aku pulang dalam keadaan mabuk."
"Baik, meneer."
>>>>>
Wanita dilahirkan untuk tunduk pada pria.
Wanita dilahirkan untuk menjadi garwa, menjadi bagian dari hidup pria.
Wanita, adalah abdi yang paling setia dan wajib hukumnya untuk melayani pria.