Historical Fiction #4
By: Alwaysje
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
[Tamat]
Lerajee tidak pernah meminta untuk dilahirkan sebagai setengah pribumi.
Ketika semua orang hanya memandangnya sebagai anak iblis sebab namanya yang disematkan oleh...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Selamat membaca yeorobun!!
>>>>>
Landraad, adalah tempat yang akan menjadi mimpi buruk ke sekian untuk beberapa orang yang ada di dalamnya, terutama Galuh sebagai terpidana.
Malam itu, beberapa pasukan tentara Thomas melaporkan kejadian pada pemerintah kota untuk segera menangkap seorang yang diduga sebagai dalang dari kekacauan malam itu. Mereka menangkap Galuh yang tidak mengelak atas tuduhan-tuduhan. Sekalipun nyatanya ada banyak otak yang terlibat saat itu. Galuh bukan lemah ataupun pasrah. Ia hanya tidak memiliki alibi untuk membenarkan tindakan.
Situasi Landraad sesekali memanas karena mereka saling mendebatkan keputusan residen di meja pengadilan. Bahkan Bhanu sudah berteriak marah karena yang mereka lakukan sungguh tidak adil. Jika dikatakan bersalah, maka seharusnya mereka juga menyeret Patricia ke Raad van Justitie untuk memutuskan apakah wanita itu juga bersalah atau tidak. Bukan malah membiarkannya, memberikannya waktu berduka atas kematian suaminya, yang sebenarnya jika dirunut dialah penyebab suaminya meninggal. Ini tidak masuk akal. Adiknya hanya sedang membela diri malam itu.
Kemudian Aldert juga bersuara atas tuduhan perampasan harta sebagian orang. Pembelaannya kali ini sebagai orang yang juga berkecimpung dalam dunia bisnis, bahkan menjadi penasihat kala itu, licik dan menipu adalah dua hal yang berbeda. Galuh licik tapi ia tidak menipu siapapun. Bahkan beberapa dari orang yang menuntut uangnya dikembalikan oleh Galuh seketika terdiam saat Aldert membeberkan bagaimana mereka bisa kehilangan uang saat itu. Mulai dari mereka yang bertaruh di meja kasino bahkan yang salah membaca taktik saat melakukan investasi.
Galuh tidak memberikan investasi asal. Ia juga menyampaikan skala resikonya juga, tapi orang-orang itu yang bodoh, mudah terhasut. Kalaupun investasinya gagal, Galuh tidak akan mendapatkan sepeser pun keuntungan.
Mereka tidak mengizinkan Galuh membawa juru bicara. Secara otomatis Victor tidak bisa berdiri membelanya di hadapan para hakim. Laki-laki itu hanya bisa menyampaikan apa yang mereka lakukan belakangan ini tanpa ada yang dikurang-kurangi.
Semua yang Galuh lakukan tidak ada yang salah di mata para saksinya. Tapi mau bagaimanapun mereka membela diri, hakim tetap pada putusannya. Membunuh seorang yang statusnya adalah penguasaha, pekerja pemerintahan Hindia Belanda dan bangsawan Belanda--keturunan dari seorang baron, merupakan sebuah kejahata yang tidak bisa dimaafkan.
Galuh dijatuhi hukuman enam tahun kurungan penjara dengan pembebasan bersyarat. Ia akan dibawa ke Binnenboei Kalisosok di Soerabaja.
Bhanu hanya bisa diam saat sang ibu disampingnya sudah meraung sedih. Sejauh ini mereka pergi ke karesidenan dan berupaya mempertahankan keadilan untuk Galuh, namun semua sia-sia. Sekalipun Victor mengatakan jika mereka bisa mengupayakan pembebasan bersyarat, tapi tidak mengubah status Galuh saat ini sebagai pembunuh.
Setelah Galuh dibawa pergi, sahabat Bhanu bangkit dan kemudian melempar tinjuannya pada asisten Thomas yang sedari berbicara sebagai saksi dan memperumit situasi Galuh. Di jari tangannya ada cincin yang melingkar dan membuat wajah orang itu bukan hanya lebam, tapi juga terdapat goresan dalam hingga mengeluarkan darah.