42 • Gefeliciteerd

184 16 1
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Selamat membaca
dan
Selamat tahun baru pembaca setia Lerajee!!
>>>>>

"Vergeef ons. Maar het kan ons niet schelen?-- Maafkan kami. Tapi kami tidak peduli?"

Lerajee membuka salah satu surat yang akan dikembalikan ke pengirimnya. Mereka memprotes tindakan Bhanu selaku yang menggantikan Galuh selama pemuda itu berada di penjara. Masing-masing suratnya sudah ada kertas balasan, namun isinya hanya sebaris kalimat yang membuat kening Lerajee mengernyit.

"Siapa yang menulis balasan surat ini?" tanyanya yang seketika Bhanu menjawab dengan gerakan kepala tertuju pada Aldert. Lerajee paham mengangguk, lalu menyimpan kembali suratnya.

Ia berjalan ke arah balkon yang menghadap ke taman tengah. Setelah tiga bulan, bahkan rumah itu tidak pernah lagi di buka. Membuat beberapa dari tuan yang terbiasa bermalam, kehilangan hiburan. Kile, Patricia, Aldert dan Bhanu bersedia membiayai hidup para wanita itu asal mereka bersedia menunggu. Lebih-lebih jika mereka mau berhenti dan memilih pekerjaan yang lebih baik dari penari bayaran dan pelacur.

Sementata Kondisi Koespatni masih tetap sama. Masih tertidur seperti putri dalam dongeng. Masih di Villa yang kemudian dibeli oleh Kile untuk bisa tinggal lebih lama.

Dan di bulan ke empat, perkara lumpuhnya perekonomian mulai dibawa ke meja pengadilan, tapi Bhanu dan Aldert tidak berniat mengangkatnya. Lerajee juga mengubah arah distribusi ke karesidenan lain untuk bahan baku dengan masa simpan lebih lama. Kecuali susu, mereka akan menjualnya dengan harga dua kali lebih mahal.

Tebu yang gagal di produksi pabrik, diproduksi secara tradisional, membuat gula merah dan menjualnya ke luar kota. Beras, tepung, dan telur adalah fokus Bhanu selama peternakan terus mengalami kerugian karena banyak susu yang terbuang karena gagal terjual.

Belum lagi, Aldert menaikkan harga kopi di perkebunannya untuk di ekspor ke pasar Eropa. Mereka enggan membeli dengan harga mahal, tapi biaya untuk eskpor juga akan membuat mereka rugi. Alhasil mereka lebih memilih membayar mahal untuk beberapa karung kopi dari perkebunan Aldert.

Dari rencana ini, mereka sudah untung besar sekali.

Sudah melangkah jauh, dijatuhkan, sekarang pembalasan dimulai. Di bulan kelima, mereka pun ingin melakukan konferensi antar para pebisnis dan pedagang. Jika begini terus, mereka akan merugi dan berakhir gulung tikar, sementara Aldert dan Bhanu akan semakin kaya raya. Belum sampai disitu, Kile juga rupanya mulai kembali membangun reputasinya di pemerintahan dan kini berpindah sebagai Sekretaris Asisten Residen. Pasar sudah dibuat kacau oleh mereka.

Dalam perjanjian itu, Lerajee dan Ellan duduk di belakang dan mendengar. Sesekali memberi nasihat serta arahan untuk Aldert dan Bhanu.

Sampai mereka ada pada kata sepakat. Dimana, perjanjian akan dilakukan sekali lagi dalam dua hari ke depan dengan menghadirkan Galuh sebagai pemegang penuh. Keputusan dari poin-poin yang diajukan akan ditimbang oleh Galuh Setodirejo. Sebagai gantinya, Galuh bisa kembali mengajukan banding atas dakwaannya yang melakukan penipuan dan pembunuhan terhadap Thomas D'Aureville.

LerajeeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang