Banyak orang bertanya bagaimana rasanya menjadi saudara kembar dari seorang Arsendra Damien Byangkara.
Maka dengan tegas dan tanpa ragu Carla atau Lala akan menjawab bahwa menjadi saudara kembar Arsen sungguh menyenangkan.
Mengapa demikian?
Jawaban nya sederhana, bersama Arsen dia bisa dengan bebas mengekspresikan diri tanpa perlu takut di marahi.
Selain itu Lala selalu di perhatikan oleh Arsen dan dia menjadi terkenal sama seperti saudara kembarnya.
Kalau Arsen di kenal sebagai ketua osis yang mengayomi maka dia di kenal sebagai saudara kembarnya.
Sungguh menyenangkan bukan? Tentu saja menyenangkan karena kita tidak perlu susah payah untuk menjadi terkenal.
Pagi ini Lala masih tertidur nyenyak setelah begadang untuk mengerjakan tugas dengan bantuan dari Arsen tentunya.
Berhubung hari ini adalah hari minggu maka bunda Clay tidak akan membangunkan anak-anaknya.
Di hari minggu inilah anak-anaknya bisa santai leluasa menikmati hari libur setelah 6 hari penuh beraktivitas.
Suara pintu terbuka yang mana pelakunya adalah Arsen sudah mengenakan pakaian untuk berolahraga.
"Lala bangun yuk."
Carla menggeliat sebentar lalu kembali tidur karena dia memang mengantuk tetapi kegiatan tidurnya harus terganggu saat Arsen menggelitik tubuhnya.
"Kyaa hahaha iya iya lala bangun." tawa Carla akhirnya membuka mata dan melihat Arsen di sebelah kasurnya.
"Sana cuci muka terus ganti baju mu, hari ini ikut kakak keliling." suruh Arsen keluar dari kamar Carla untuk mengambil handuk dan minuman.
Cepat-cepat Carla turun dari kasur dan berlari ke kamar mandi, dia mencuci muka dan berganti pakaian sesuai suruhan dari Arsen.
Terdengar grasak-grusuk dari kamarnya dan si pemilik kamar keluar tanpa membereskan isi kamarnya.
"Morning bundaa" sapa Carla menuruni tangga dan mengecup pipi bundanya.
"Morning sayang, mau jogging sama kakak ya" tebak Clay menyiapkan bekal camilan buat kedua anaknya.
"Iya nih bun, kakak kan ga bisa tuh duduk diem di rumah" balas Carla melebarkan senyuman nya.
"Bagus dong"
"Oh bun mana abang sama adek?" Tanya Carla celingukan mencari Nickel dan Evan yang belum kelihatan batang hidungnya.
"Nickel main golf sama temen-temen nya lalu Evan date sama Kio" jawab bunda Clay menata bekal dan memberikan nya kepada Carla.
"Hati-hati di jalan nanti dan ingat jangan berjauhan dengan kakak ya" pesan nya mengecup kening sang anak.
"Siap bunda, lala berangkat" pamit Carla berlari kecil ke depan yang sudah di tunggu oleh Arsen.
"Udah?" Tanya Arsen melihat Carla yang membawa bekal dari bundanya.
"Sudah" jawab Carla setelah mengikat tali sepatunya.
Kedua bersaudara itu berjalan keluar dari gerbang dan mulai berlari kecil menuju jalan raya.
Suasana pagi ini sungguh menyenangkan dan udara terasa segar mengingat belum banyak kendaraan berlalu lalang.
Yeah mereka pasti sibuk menikmati waktu istirahat di rumah setelah 6 hari beraktivitas tanpa henti.
Sekitar 10 menit setelah si kembar berkeliling kini mereka berhenti di taman kota.
Mereka berdua beristirahat sejenak sembari memakan bekal yang telah di bawakan oleh bundanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Enemy to Lovers? (END)
RandomHalo halo semua ini karya pertama saya soal abo ya jadi kalau ada kesalahan penjelasan atau penulisan tolong tulis agar saya revisi nantinya. Ada seorang anak dalam keluarga yang belum menemukan atau mendapatkan second gendernya. Anak tersebut serin...
