Biasanya kan para orang tua baru akan heboh dengan anaknya yang baru pertama kali masuk sekolah.
Nah lain dengan orang tua satu ini yang terlampau santai anaknya masuk sekolah bersama ayahnya.
"Mommy tidak mengantar lea?" Tanya si kecil kepada Arsen.
"Ada daddy mu nanti yang mengantar" jawab Arsen menata perbekalan sang anak.
"Lalu yang menjemput lea?" Tanya nya lagi sambil memperhatikan mommy nya menata bekal untuk dia.
"Mommy nanti yang jemput" jawab Arsen menoel hidung kecil Lea dan tersenyum.
"Serius? Horee di jemput mommy" seru Lea berlarian ke depan dimana daddy nya sedang memanaskan mobil.
Arsen hanya menggelengkan kepala melihat anaknya ke depan.
"Lea mau ga ya kalau berangkat sama lala?" Gumam Arsen selesai menyiapkan bekal sang anak dan suaminya.
Tak ingin semakin penasaran Arsen segera menyusul anaknya dan dia bisa melihat bagaimana Carla yang kesusahan membujuk anaknya.
Di sana juga ada istri dari Carla yang turut membujuk anak satu-satunya mereka saat ini.
"Mommy itu kenapa ade cya menangis?" Tanya Lea menatap Arsen dengan rasa penasaran.
"Ade cya tidak ingin di tinggal oleh bibi lala" jawab Arsen berlutut dan membenarkan seragam anaknya.
"Good morning baby girl" sapa Angkasa sudah siap dengan setelan kantor lengkap sudah dasi di lehernya.
"Good morning daddy" balas Lea semangat dengan senyum lebar yang menampilkan giginya.
"Sudah siap untuk berangkat sekolah?" Tanya Angkasa mengambil bekalnya dan juga bekal Lea.
"Siapp" jawab Lea yang lagi-lagi sangat antusias bisa ke sekolah setelah selama 1 tahun play ground.
"Mommy, lea berangkat dulu ya sama daddy" pamit Lea mencium kedua pipi Arsen.
Kemudian dia berlari masuk ke dalam mobil dan muncul di jendela untuk melambaikan tangan kecilnya pada Arsen.
"Sampai jumpa nanti mommy" Lea terus melambaikan tangan hingga mobil yang di kendarai Angkasa menghilang di balik gerbang.
"Sampai jumpa sayang" balas Arsen melambaikan tangan nya dan ia keluar untuk membantu kembaran nya menenangkan cya.
Orang yang pertama kali menyadari kedatangan Arsen adalah istri dari Carla bernama Asty.
"Kak Arsen?" Bingung Asty melihat kakak iparnya kenapa ada di sini.
"Cya kenapa de?" Tanya Arsen kepada Asty karena dia ingin mengetahui penyebab Cya tidak ingin pisah dengan Carla.
"Biasa kak dia dari kemarin tuh ga mau lepas dari lala" jawab Asty tidak tau harus bagaimana lagi cara mengatasi Cya yang tidak ingin di tinggal Carla.
"Cya sayang main sama mami dulu ya? Papi mau kerja loh biar Cya bisa makan enak" bujuk Carla menggendong Cya yang baru saja berusia 4 tahun itu.
Cya sebenarnya juga sudah masuk ke play ground tetapi Cya tidak ingin berada di sana.
"Nda mau, cya mau sama papi" kekeh Cya memeluk erat leher Carla lalu menangis.
"Eh, eh, cantiknya papi kenapa menangis" panik Carla segera menenangkan Cya.
"Cya mau main sama aunty?" Tanya Arsen merasa kasihan dengan saudara kembarnya itu.
Mendengar suara dari aunty tersayangnya Cya segera menoleh dan memang benar ada Arsen di sana.
Tangan mungilnya masih stay memeluk leher Carla namun tatapan nya tertuju kepada Arsen.
KAMU SEDANG MEMBACA
Enemy to Lovers? (END)
De TodoHalo halo semua ini karya pertama saya soal abo ya jadi kalau ada kesalahan penjelasan atau penulisan tolong tulis agar saya revisi nantinya. Ada seorang anak dalam keluarga yang belum menemukan atau mendapatkan second gendernya. Anak tersebut serin...
