Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pair : sasunaru
Rated : T/15+
Genre : romance
Summary : Apa yang tersisa? Handycam putih kesayanganmu.
.
XxxxxxxxX
.Dua buah pil anti depresan diteguk secara langsung.
Seorang pemuda dengan rambut hitam berpotongan asimetris duduk di salah satu sofa biru beludru. Tangannya memegang sesuatu berwarna putih.
Pik.
"Huh, tidak kuliah?"
Si korban yang ditanya mengangguk singkat. Cenderung tidak peduli.
"Hari ini makan apa Sasuke?"
Rambut acak-acakan berwarna pirang menyembul dari balik bahu bidang Sasuke. Kedua tangan orang itu terkalung pada leher Sasuke, memegang sebuah handycam putih yang sedang merekam wajah mereka berdua. Senyum lebar dikeluarkan Naruto tepat pada handycam di tangannya. "Menghadap kesini sebentar Sas~"
Sasuke mendorong dahi Naruto yang berada tepat di sebelah wajahnya tanpa membalik pandangannya dari semangkuk irisan tomat segar yang diperciki air lemon. "Minggir bodoh, kau menggangguku," sahutnya pelan, mengabaikan pertanyaan Naruto yang bagi Sasuke tidak usah ditanyakan pasti sudah tahu jawabannya, melihat bahan-bahan yang biasa tercecer di meja dapur. Membuat si rambut pirang mengerang kesal karena dorongan Sasuke pada dahinya, dia berbalik mundur sambil menghentakkan tungkai kaki kurusnya yang terbalut celana jeans berwarna biru.
"Ah, Sasuke-Brengsek-Sialan!" raungnya sebal. Naruto menghentakkan kaki berjalan keluar dari counter dapur dan duduk di ruang makan yang letaknya berdampingan tanpa sekat-sekat pemisah. Kata Sasuke merepotkan jika dapur dan ruang makan harus dipisah sekat, karena dari sini Sasuke bisa dengan mudah memamerkan bakat dapurnya pada semua orang yang berkunjung dan duduk di ruang makan, sekalian ajang showing off pada orang-orang dan membuat mereka iri sambil menggumamkan betapa beruntungnya seseorang yang bisa tinggal satu atap dengan Sasuke karena tidak perlu khawatir tidak bisa makan dan dijamin perut kenyang.
Bagi Naruto yang tinggal dengan Sasuke, dia anggap hal ini menyebalkan. Sasuke memang dianugerahi bakat memasak yang bisa membuat orang bertepuk tangan dan berdecak penuh kekaguman, namun semua bahan dasar utama masakannya tidak akan pernah jauh-jauh dari yang namanya tomat. Sup tomat, sandwich tomat, salad tomat, saus tomat dan jus tomat. Oh, Sasuke sedikit bereksperimen dengan masakannya karena Naruto pernah merengek mengancam tidak mau makan, dan jadilah –ramen tomat. Maniak tomat satu itu.
"Ya, sudah kita berdua saja. Tanpa Sasuke, cih." Naruto berbicara sambil menggerutu, memegang handycam dengan kedua tangannya yang memiliki lengan panjang.
Naruto berkedip sambil merapikan helai-helai rambutnya pada pantulan lensa. "Sekarang dengarkan aku, karena aku sedang bête maka aku akan menyanyi."
Naruto menarik napas panjang. "La. La. La. Aku sayang sekali Dorae-"
Seonggok kulit lemon terlempar mengenai belakang kepala Naruto, otomatis dia berteriak kesal. "Aduh! Sasuke apa yang kau lakukan?" Tidak seberapa sakit memang dilempar dengan kulit jeruk, beda lagi kalau dilempar batu yang bisa menyebabkan tumor di kepala jelas dengan sikap hypernya dia akan membawa Sasuke ke pengadilan. Tapi tetap saja ini adalah penghinaan. Penyanyi yang sedang konser tidak seharusnya dilempari sampah dapur.

KAMU SEDANG MEMBACA
sasunaru ( one-shot)
Randomjadi ini cerita one-shot sasunaru rated: T dan M Jdi yg masih dibawah umur, disarankan tidak usah membaca, soalnya ada cerita yg mengandung 18+ yg suka silahkan klik dan baca, yg ga suka silahkan pergi, karna ini mengandung bxb pair: sasunaru bxb