24.PHONEBOOTH

753 38 0
                                    

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Rated : T/15+

Pair : sasunaru

Summary : Nyasar dan ponsel mati adalah perpaduan kesialan bagi Naruto. Tetapi ketika datang sosok yang dicintainya bersamaan dengan sekelompok alat musik dan orang disekelilingnya, lengkaplah kebahagiaannya.

Happy reading...........

.
XxxxxxxxX
.

Naruto memasuki boks telepon umum dengan gugup. Bukan karena grogi akibat antrian yang panjang, bukan pula karena makian orang-orang yang menunggu giliran menelpon di telepon umum seperti dirinya, tapi lebih kepada gugup saking sepinya jalan di sekitar boks telepon tersebut.

Bagaimanapun Naruto pikir ini baru jam 9 malam, tidak bisa dibilang tengah malam yang pada umumnya sebagian orang tengah bergelung dalam kasur dan selimut hangat masing-masing.

Ngomong-ngomong kasur, mendadak Naruto ingin berbaring di atas ranjang hangatnya ditemani gelungan dari Yorkshire Terrier kesayangannya, Kyuu-chan. Meninggalkan puppy kecil berusia 6 bulan miliknya membuat Naruto sedikit resah, pasalnya anjing itu suka sekali memanjat jendela apartemen. Jendela apartemen sudah di tutup belum ya? Kan nggak lucu kalau ada berita 'Ditemukan anak anjing lucu bunuh diri dengan meloncat dari lantai 11 karena tidak diberi makan oleh pemiliknya bla-bla-bla.' Ridiculous.

Menengok ke kanan dan kiri siapa tau tiba-tiba ada kepala tanpa tubuh nempel di kaca boks ini. Amit-amit deh.

Naruto memencet nomor yang dihafalnya di luar kepala, menghubungi seseorang yang menjadi korban dalam panggilan nomer satunya, kebanyakan dalam situasi-situasi genting yang pasti.

Tidak terdengar bunyi telepon tersambung. Naruto menepuk jidat, baru sadar kalau dirinya belum memasukkan koin. Tidak ada yang gratis di dunia ini, hellow..

Mengulangi lagi, kali ini dengan benar buktinya nada tanpa ringtone milik Sasuke sekarang terdengar.

"Hn." Suara bernada dingin ini sudah pasti milik Sasuke.

Naruto mengeratkan kedua genggamannya pada telepon umum di depannya.

"Saske –y.." Naruto mengeluarkan rengekannya.

Decihan terdengar di ujung telepon, "Berhenti memanggilku seperti itu Dobe."

"Eh, bagaimana kau tau ini aku?"

Naruto tidak habis pikir. Bukannya ini bukan nomor ponselnya, kenapa Sasuke bisa tau kalau yang menelpon dirinya?

"Bahkan dari jarak 10 meter aku tau suara rengekan milik siapa itu."

Sedikit kecewa, kenapa bukan jarak 1 kilo atau lebih hebat lagi 10 kilo. "Sepuluh meter itu dekat tau!"

"Jadi ada apa dengan telepon genggammu, kau menghilangkannya?" Sasuke mengabaikan ocehan –gapenting- Naruto.

"Bukan begitu, ponselku tiba-tiba mati, padahal aku yakin mengisi baterainya dengan penuh. Sasuke, bantu akuuu…"

Kalau saat ini Naruto ada di hadapannya sudah pasti akan ada banyak glitter di mata Naruto. So sorry, Sasuke sudah kebal dengan blink-blink eyes no jutsu dari yang bersangkutan sekalipun mirip kunang-kunang yang lepas dari toples.

"Apa? Lupa password apartemen? Lupa dimana letak kunci mobil? Atau lupa menaruh celana dalam kotormu dalam mesin cuci sehingga aku harus meminjamimu satu lusin panties?"

Jawaban datar Sasuke membuat Naruto bad mood.

"Aih, tebakanmu salah semua bodoh!" Berakhir dengan omelannya pada Sasuke.

sasunaru ( one-shot) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang