Samar-samar terdengar bunyi getaran ponsel, meja kayu yang menjadi penopangnya membuat suara getaran terdengar lebih berat . Tak tau apakah hanya mimpi ataukah nyata.
Zee mencoba mengintip dengan salah satu mata. Merasa terlalu berat untuk membuka keduanya. Menoleh kearah getaran dengan mengangkat sedikit kepalanya.
Ia kembali menghempaskan kepala pada bantal empuk saat menyadari bahwa ponselnya bergetar bukanlah mimpi. Menghela napas dengan mata yang terpejam.
Tubuhnya terasa berat untuk bangun setelah beberapa minggu belakangan baru kali ini ia bisa tidur dengan sangat lelap. Namun nampaknya ponsel miliknya tak membiarkannya tidur nyenyak lebih lama. Ia mengutuk dalam hati mendengar ponselnya yang terus bergetar.
Zee kembali menghela napasnya dengan berat. Mau tak mau harus bangun untuk menerima telepon dari siapapun itu yang telah mengganggunya.
Ia mencoba menggerakkan tangan kanannya untuk meraih ponsel, namun terasa sedikit berat. Ia baru sadar jika ada sesuatu yang menahan lengan kanannya.
Seorang pemuda tengah tertidur dengan melingkarkan tangan kanan mungilnya pada lengan miliknya. Pipinya yang putih dan gembil menempel pada otot kekarnya yang sedikit tersingkap dibawah kaos putih polos yang dikenakannya.
Cantik. Tapi juga menggemaskan.
Tertidur pulas seperti bayi dengan mulut yang sedikit terbuka.
Pandangannya langsung tertuju pada bibir tebal kemerahan itu. Ingin rasanya menyentuh dengan tangan kirinya yang bebas. Namun akhirnya ia memutuskan untuk tidak melakukannya, khawatir sang pemuda terbangun.
Zee tak lagi memperhatikan ponselnya yang bergetar. Perhatiannya teralihkan penuh pada pemuda yang sedang terlelap di sebelahnya.
Ia tak peduli lagi dengan siapapun yang meneleponnya, karena pemandangan di depan lebih menarik baginya. Hingga tak sadar getaran itu pun berhenti.
Perlahan ia mengubah posisi bertumpu pada tubuh sebelah kanan agar dapat leluasa memandangi wajah cantik itu tanpa harus membuat pemiliknya terbangun. Membiarkan lengan kanannya terus dipeluk.
Zee terkagum-kagum memandangi sesosok wajah didepannya. Bertanya-tanya sendiri bagaimana bisa seseorang terlihat cantik, sekaligus menggemaskan, namun juga terlihat seksi.
Untuk beberapa menit kedepan ia hanya memandangi pemuda yang masih tenang terlelap.
Hatinya telah dicuri.
Perasaannya tak dapat mengelak lagi.
Rasa kosong itu kini tak lagi menyelimuti.
Merekah, terlalu penuh, hingga meluap keseluruh pori.
Tak pernah menyangka waktunya akan berhenti,
Dengan seorang makhluk manis nan mungil,
Seorang manusia, dari jenis yang sama,
Seorang pemuda,
Yang ingin ia jaga,
Entah sampai mana,
Mungkin...
Selama yang ia bisa?
Zee mengecup punggung tangan mungil sang pemuda yang tengah menggenggam lengannya. Tersenyum memandang wajah menggemaskan didepannya.
Suara getaran ponsel kembali terdengar.
Jika boleh, ingin rasanya tak lepas memandang pemandangan di depannya. Tapi ponsel yang kembali bergetar menandakan bahwa mungkin saja itu adalah telepon penting yang harus diangkatnya.
Ia merebahkan tubuhnya mencoba menggapai ponsel diatas meja tempat tidur dengan tangan kirinya yang bebas. Sebisa mungkin gerakannya tak mempengaruhi posisi tangan kanannya yang sedang menjadi tempat bersandar bagi pemuda yang sedang terlelap.
Suara seorang wanita diseberang telepon terdengar lega tapi juga tersirat kecemasan didalamya,
"Oh finally! Khun Zee Pruk, maaf jika aku mengganggu waktumu, tapi... apakah Nunew bersamamu?"
Baifern.
Nada bicaranya menyiratkan wanita cantik itu tengah khawatir dengan keadaan sang adik.
"Max memberitauku jika Nunew pergi dari rumah secara diam-diam. Kami terus mencarinya dan harus menemukannya sebelum Phi Dia mengetahui kejadian ini. Lalu, tiba-tiba Tommy menelponku dan mengatakan bahwa Nunew mendatangi kantormu dengan marah dan menuduhmu untuk hal yang tak kau lakukan, lalu kau membawanya pulang. Apa sekarang dia bersamamu?"
Zee bahkan belum mengucap sapa, namun Baifern sudah lebih dulu menjelaskan dan kembali bertanya. Rupanya ia terdengar cukup khawatir.
KAMU SEDANG MEMBACA
Capture Your Wishes
Fanfiction"Tell me your wish!" "Segala harapan dan keinginanku ada dalam foto ini." Zee menyerahkan selembar foto yang selama ini ia simpan. "Aku berharap harapanku dapat terwujud." _____________ ❗ZeeNuNew AU ❗dalam Bahasa dan sedikit Inggris ______________ H...
