Di hari yang indah ini semua penghuni rumah lagi video call an sama keluarga mereka yang jauh itu.
Duduk barengan di lantai dan hapenya Jaehyun di kasih dekat vas bunga. Biar nggak jatuh.
Acara video call ini sebenarnya nggak disangka sangka. Pas lagi kumpul di ruang tengah ngomongin kuliahnya Taesan dan Leehan sambil makan-makan Snack eh ibunya Taesan tiba-tiba telpon Sungho yang secara pohon keluarga adalah adek kandungnya.
(Awas lu pada lupa y, q tendang dari sini)
"Beneran mau datang?" Tanya Riwoo sekali lagi.
"Iyalah! Tante sama mama kamu udah siapin baju buat ke sana. Sama kakek kalian juga."
Tiga tertua saling pandang. Ini keluarga besar mereka mau datang kemari entah dalam rangka apa.
Ayahnya Sungho kangen katanya sama cucu dan anaknya sendiri. Padahal kan Sungho belum lama tuh pulang udah kangen aja ayahnya ini.
Sungho udah tanyain baik-baik sama ayahnya beneran mau datang apa cuma wacana dan emang mau datang. Sungho malah balik dimarahin ayahnya bilang si Sungho udah nggak sayang orang tua, seolah nggak mau dikunjungi.
Ya Sungho nggak mau dicap anak durhaka...
Pasrah sudah dia, kali ini Sungho serahkan semuanya pada Si penanggung jawab dan bendahara umum, Pak Jaehyun dan Pak Riwoo. Mohon bantuannya.
Riwoo dan Jaehyun udah nangkap sinyal minta tolong Sungho ini. Dan mereka berdua mulai tanya-tanya pasal kedatangan keluarga secara langsung ke orang tua masing-masing. Bukan masalah apa sih tapi kalo dipikir-pikir yang bakal datang itu satu kampung alias benar-benar satu keluarga besar mau kemari!
List yang mau datang:
•Bapaknya Sungho, alias Kakeknya Tiga berudu kecik.
•Para ibunda dan tentunya para ayahanda dari tiga berudu. Totalnya udah tujuh orang kan,
•Baru kakeknya Riwoo sama Jaehyun. Ini dia lansia nggak bisa dipisah jadi ikut terusss.
•Terakhir orang tua Riwoo dan Jaehyun.
Berapa? 1+6+1+4= nggak muat satu kamar.
Nah, tidur di mana?? Para perempuan itu nggak mungkin tidurnya di sofa kan? Apalagi kakek kakek yang udah lanjut itu memang tahan sama kamar yang sesak??
Astaga...
Sungho, Riwoo dan Jaehyun harus siap siaga nih. Beli barang-barang yang mungkin dibutuhkan, kayak selimut lain, kantung tidur, sama bahan bahan masakan. Para ibu ibu mereka nggak bisa kalo nggak masak soalnya. Apalagi ibunya Riwoo tuh tiap hari pegang alat dapur.
Riwoo harus bisa putar otak buat uang yang keluar nggak membengkak bulan ini. Sungho juga mau beberes rumah dan playroom bakal dia pikirin buat diubah jadi kamar darurat. Jaehyun punya tugas minta ijin sama pak Iko buat nggak masuk kerja beberapa hari.
Ribet sekali tiga bang Abang, berbeda dengan tiga berudu.
Asik!
Mereka nggak bakal dihalangin beli apa aja! Kakek kan nggak pernah marah!
Woonhak sudah merencanakan ingin meminta uang jajan sama bapaknya satu juta, mau beli baju baru. Terus mau minta sama kakek dua ratus ribu mau dipake makan enak sendirian di luar!
Percaya Woonhak dia nggak akan dimarahin minta duit sebanyak itu soalnya di sini, di keluarga ini, di pohon keluarga besar ini, dialah si paling bungsu~
Semuanya sayang anak bungsu~ awwwww...
Behh mana mamanya Riwoo juga bakal datang, termanjakan perut panci Woonhak!
Di saat Woonhak sedang berimajinasi tinggi, ada Taesan yang sibuk nulis di buku tentang daftar apa saja yang mau dia bilang ke bapak dan ibunya.
Taesan pengen barang-barang baru buat kuliah nanti. Dia nggak mau pake barang lama!
