Mentari pun Tau, Ku Cinta..(Git x Shan or Chis) 1

1.4K 62 3
                                        














** Perubahan yang Mengundang Tanda Tanya**

Di sebuah perusahaan besar yang bergerak di bidang teknologi, Gita bekerja sebagai salah satu karyawan di departemen administrasi. Gita dikenal sebagai sosok pendiam, jarang berbicara, dan cenderung sulit peka terhadap hal-hal di sekitarnya. Dia melakukan pekerjaannya dengan baik, tetapi hampir tidak pernah terlibat dalam percakapan santai atau gosip kantor. Penampilannya yang kalem dan sikapnya yang tenang membuatnya tampak sulit didekati oleh rekan-rekan kerjanya.

Perusahaan tersebut dimiliki oleh Shani, seorang wanita cantik yang sangat terkenal karena ketegasannya. Shani memiliki wajah yang memukau, bak bidadari, tetapi sifatnya yang keras membuat banyak karyawan merasa terintimidasi. Shani selalu menuntut kinerja terbaik dari para karyawannya, dan tidak segan-segan untuk menunjukkan ketidaksenangannya jika sesuatu tidak berjalan sesuai dengan harapannya. Setiap kata yang keluar dari mulutnya adalah perintah yang harus ditaati tanpa pertanyaan.

**Kedatangan sang adik**

Pada suatu pagi yang biasa, suasana kantor mendadak berubah ketika Shani membawa seorang tamu istimewa. Tamu tersebut adalah Christy, adik perempuan Shani, yang baru saja memulai magangnya di perusahaan sebagai sekretaris pribadi Shani. Christy adalah seorang mahasiswa yang masih muda dan terlihat sangat pemalu. Dengan rambut panjang yang tergerai dan wajah yang polos, dia tampak sangat berbeda dari kakaknya yang tegas.

"Selamat pagi, semuanya," Shani memulai perkenalan dengan suaranya yang khas, tegas namun anggun. "Ini Christy, adik saya. Dia akan magang di sini sebagai sekretaris saya. Saya harap kalian bisa bekerja sama dengannya."

Para karyawan saling berbisik-bisik, merasa terkejut melihat sisi lembut Shani yang jarang terlihat. Christy hanya tersenyum kecil dan mengangguk sopan, tampak sedikit gugup di hadapan banyak orang.

"Christy, kamu bisa mulai dengan menyusun jadwal rapat minggu ini," kata Shani dengan nada lembut namun tetap berwibawa. "Jika ada yang perlu kamu tanyakan, jangan ragu untuk bertanya pada saya atau karyawan lain."

"Ok, Kak," jawab Christy dengan suara pelan. Dia segera duduk di meja kerjanya, terlihat canggung namun berusaha keras untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

**Perubahan Gita**

Seiring waktu, rekan-rekan kerja Gita mulai menyadari perubahan yang mencolok dalam sikapnya. Dari yang biasanya cuek dan jarang berbicara, Gita kini terlihat lebih ceria dan ramah. Dia sering tersenyum, bahkan ketika berpapasan dengan Shani, yang biasanya membuat karyawan lain merasa tegang. Tidak hanya itu, Gita mulai menunjukkan perhatian ekstra terhadap Shani, sesuatu yang tidak pernah dilakukannya sebelumnya.

Suatu hari, saat istirahat makan siang, Gita terlihat mendekati meja Shani yang sedang sibuk dengan laptopnya.

"Boss, apakah Anda butuh sesuatu dari pantry? Saya bisa membawakan kopi atau teh," tawar Gita dengan senyum ramah.

Shani menatap Gita sejenak, tampak sedikit terkejut. "Terima kasih, Gita. Aku akan ambil sendiri nanti," jawabnya singkat. Meskipun begitu, Gita tidak tampak kecewa dan tetap tersenyum, lalu beranjak pergi.

Para karyawan yang melihat interaksi tersebut mulai berbisik-bisik di antara mereka.

"Kamu lihat itu? Gita kelihatan beda banget belakangan ini," bisik Maya kepada Rina. "Dia jadi lebih perhatian sama Boss."

"Iya, aku juga perhatiin. Kayaknya dia lagi cari perhatian Shani, deh," jawab Rina dengan nada setuju. "Biasanya dia kan cuek banget."

Spekulasi mulai bermunculan. Banyak yang berpikir bahwa Gita sedang mencari perhatian Shani, terutama karena dia selalu tampak bersemangat ketika Shani ada di sekitarnya. Bahkan beberapa karyawan yang lebih dekat dengan Shani mulai memperhatikan hal ini dan membicarakannya di belakang Gita.

Short Stories GITA KUCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang