HAPPY READING!
"Terkadang untuk menyelesaikan masalah, kita perlu merelakan sesuatu yang sulit untuk kita lepaskan."
⏳⏳⏳
Masalah yang cukup panjang dan penyelesaiannya yang cukup rumit. Hidup Zayyan selama ini belum terlalu rumit kah sampai-sampai Tuhan sangat menyukai saat melihatnya pusing dengan takdirnya?
Saat dunia sibuk berbahagia dengan segala nikmat yang Tuhan berikan, Zayyan masih sibuk mengejar kebahagiaan itu. Sekarang, saat dia benar-benar lelah dan ingin menyerah, mereka justru datang tanpa diundang.
"Kenapa lo di sini? Nggak masuk penjara?" tanya Zayyan to the point saat ia mulai jengah melihat Bian yang terus memandanginya sampai tak berkedip. Lagi pula, bukankah kejahatan Bian sudah terbongkar? Apakah Dean membebaskannya?
"Lo serius mau makan ayam geprek itu?" Bukannya menanggapi pertanyaan Zayyan, Bian justru meringis melihat Zayyan yang sudah memangku nasi dengan ayam geprek yang memang anak itu minta. Tolong ingatkan Zayyan bahwa dia baru sadar setelah koma dua minggu. Manusia mana yang baru sadar langsung makan makanan pedas itu?
Zayyan memandang ayam geprek dan Bian secara bergantian. "Emang kenapa si? Orang gue pengen."
"Buat gue aja sini."
"Yaelah, bilang aja lo pengen kan? Beli sendiri sana.
"Ck! Nggak. Lo baru sadar jangan aneh-aneh deh. Yang waras dikit."
"Emang gue nggak waras! Makannya sana pergi. Lagian ngapain si lo di sini? Kaya biasanya mau ngomong sama gue aja."
Bian terdiam. Dia merasa tertohok dengan kalimat yang baru saja Zayyan lontarkan. Selama ini mereka memang tidak pernah mengobrol lama. Biasanya, hanya sepintas saja itupun jika Zayyan yang mengajaknya berbicara dahulu. Ujung-ujungnya, pasti Bian yang marah dan membentak Zayyan. Selalu seperti itu.
"Ada apa ini ribut-ribut?" Jerry memasuki ruangan. Semua orang memang sedang mencari makan atas paksaan Zayyan. Sedangkan Atha, setelah membelikan ayam geprek permintaan Zayyan, cowok itu pergi karena ada urusan.
"Nggak papa kok. Papi sudah makan?" Raut muka Zayyan berubah lebih cerah. Cowok itu mengembangkan senyumnya. "Mau ayam geprek?" tawar Zayyan membuat Jerry terkekeh. Ponakannya yang satu ini memang sangat menggemaskan.
"Kamu beneran dibeliin ayam geprek sama Atha?" tanya Jerry sambil mengelus kepala Zayyan.
Zayyan mengangguk sambil menyuapkan nasi ke mulutnya sendiri. "Zayyan ngidam."
Jawaban itu reflek membuat Jerry tertawa. "Ada-ada saja. Yaudah makan yang banyak. Cabenya jangan di makan ya. Ayamnya aja."
Zayyan menggeleng. "Mau cabenya. Dikit aja kok."
"Jangan, Zayy. Nanti perut lo kaget makan pedas gitu." Bian ikut bersuara karena sedari tadi cowok itu memang menyimak.
"Apa sih nyambung aja." Zayyan menatap sinis Bian. Kemudian kembali menatap Jerry. "Boleh ya, Pi?" pintanya.
Jerry membuang napasnya pelan, lalu mengangguk. "Tapi sedikit banget ya."
"Okey!" Zayyan kembali memakan nasinya dengan semangat. Sepertinya sudah sangat lama Zayyan tidak makan makanan ini. Dia juga tidak tahu kenapa tiba-tiba ingin makan ayam geprek.
Bian menghela napasnya kasar. Cowok itu berjalan ke pojok ruangan di mana ada sofa di sana. Bian merebahkan diri dan memejamkan matanya. Dari kemarin, ia belum tidur sama sekali. Pikirannya bercabang dan membuatnya benar-benar pusing sampai tidak bisa tidur.

KAMU SEDANG MEMBACA
Zayyan's Different Life ✓
Teen FictionKeluarga harmonis adalah impian setiap orang. Dan Zayyan sudah mendapatkannya. Zayyan Ruby Abraham namanya. Ia lahir dari keluarga yang sangat sempurna, pengertian, dan selalu membuatnya terus bersyukur. Sedangkan di lain tempat, Zayyan Ghifariel. T...