HAPPY READING!
⏳⏳⏳
"Ayah lo hamil? Apaan sih?!"
"Eh! Nggak gitu anjing. Tau ah males gue."
Bhima menatap Devin jengah. Dari dulu, Devin memang paling tidak bisa berbagi cerita apapun pada teman-temannya. Padahal, tanpa diceritakan terkadang cowok itu bahkan selalu tau masalah orang lain. Tapi saat dia sendiri punya masalah, siapapun tidak ada yang tahu.
"Vin, you can tell me!"
"Nggak ah. Nggak bisa bahasa inggris."
"Serius bangsat!"
Devin tertawa seolah dirinya baik-baik saja. Sampai ia melihat Bhima menatapnya dengan penuh tuntutan. Seolah memaksanya untuk terbuka dan bercerita. Cowok itu menghela napas malas. Sebenarnya, semua masih abu-abu. Tadi setelah Devin melemparkan foto di depan ayahnya, ia langsung pergi. Padahal ayahnya sudah memanggil-manggil untuk memberikan penjelasan.
"Ayah gue berhubungan sama Milea," ungkapnya. "Arghh! Pusing gue!"
Bhima yang mendengarnya langsung mengerutkan keningnya. "Maksud lo? Berhubungan yang kaya gimana?"
"Ngen--"
"Sttt! Diem deh mulut lo sampah semua!"
Saat Devin ingin kembali menjawab, Bhima justru membungkam mulut cowok itu. Ia tahu kata-kata kotor seperti apa yang akan Devin keluarkan. Tentu saja hal itu membuat Devin menatapnya malas dan langsung menghentakkan tangan Bhima dengan kesal.
"Tadi lo yang nanya ya anjing!"
"Emang udah lo tanyain beneran ke ayah lo?" Pertanyaan Bhima membuat Devin menggeleng.
"Tapi fotonya kan udah jelas mereka bareng di club."
"Kan lo yang paling tau, ayah lo nggak pernah main terlalu jauh. Dia cuma cari kesenangan di sana."
Disaat keduanya tengah berbincang, ponsel Devin berbunyi. Sebenarnya ini sudah kedua kalinya. Tapi cowok itu mengabaikan panggilan itu sejak tadi. Bhima yang penasaran mengintip nama si penelepon. Ternyata itu ayah Devin.
"Angkat." Bhima mengangkat dagunya menunjuk ponsel Devin yang masih berbunyi. "Padahal lo yang tau seberapa sayangnya dia ke lo."
Devin melihat ponselnya yang masih terus berbunyi, kemudian menoleh pada Bhima seolah meminta persetujuan. Tentu saja Bhima mengangguk dan tersenyum tipis.
"Boy... Kamu nggak masuk kelas kan? Pulang dulu ya sekarang. Ayah jelasin biar kamu tidak salah paham. Ayah di depan sudah ijin sama guru kamu."
"Wihh lagi pad--"
"Sttt... Diem!" Bhima menatap tajam Alex yang baru saja datang dan langsung berteriak. Alex pun menoleh pada Devin yang tampak serius dengan panggilan di ponselnya. Ia langsung menutup mulutnya dengan tangan dan mengangguk-angguk mengerti.
"Kamu pasti tau ayah paling tidak suka dengan kesalahpahaman. Sekarang turun dari rooftop dan kita pulang." Mendengar itu, Devin langsung berjalan ke pagar pembatas dan melihat ayahnya yang memang ada di depan tengah melihat ke arahnya.
"Kalau bener, Devin nggak mau tinggal sama ayah lagi."
"Nggak usah kaya anak kecil. Turun sekarang."
"Ck! Iya iya."
Devin mematikan panggilan telepon dengan kesal. "Gue balik dulu."
"Loh mau kemana? Hari ini ada latihan bas--" Alex kembali menghentikan ucapannya saat Bhima menatapnya tajam. Seolah menyuruhnya untuk kembali diam.

KAMU SEDANG MEMBACA
Zayyan's Different Life ✓
Ficção AdolescenteKeluarga harmonis adalah impian setiap orang. Dan Zayyan sudah mendapatkannya. Zayyan Ruby Abraham namanya. Ia lahir dari keluarga yang sangat sempurna, pengertian, dan selalu membuatnya terus bersyukur. Sedangkan di lain tempat, Zayyan Ghifariel. T...