- UPDATE SETIAP HARI
- DUA EPISODE SETIAP UPDATE
- JANGAN LUPA BERIKAN VOTE, KOMENTAR, DAN FOLLOW AKUN WATTPADKU.
* * *
Setan jerangkong yang dikejar oleh Karel akhirnya berhenti, saat batas hutan sudah berada sangat dekat. Jika setan jerangkong itu keluar dari hutan, maka persekutuannya dengan Sujiro akan berakhir dan tidak dapat lagi terjalin. Maka dari itulah tampaknya setan jerangkong tersebut memutuskan untuk menghadapi Karel, meskipun tahu bahwa Karel akan sangat sulit dihadapi.
"Kenapa lari? Merasa takut padaku, hah?" ejek Karel, seraya tersenyum.
Ia sengaja memancing amarah setan jerangkong yang dikejarnya, karena tahu bahwa setan jerangkong itu akan mulai melemah setelah terus-menerus merasa marah terhadap manusia.
"Aku tidak lari, manusia lemah! Aku hanya malas membuang-buang waktu untuk meladenimu!"
"Ah ... hanya malas rupanya," sahut Karel. "Berarti itu tandanya kamu jelas tidak akan keberatan, jika aku menghancurkan ritual pesugihan yang dilakukan oleh sekutumu. Toh, kamu sudah merasa malas menghadapi aku, padahal kedatanganku ke sini adalah untuk menghancurkan ritual pesugihan itu. Bagaiamana? Aku benar, 'kan?"
Mendengar niatan Karel, membuat setan jerangkong itu perlahan mulai mendekat. Ia ingin menyerang Karel dari jarak dekat, karena ia yakin bahwa Karel tidak akan menduga soal strateginya. Sayangnya Karel sudah tahu, strategi apa yang akan setan jerangkong itu gunakan sejak pertama kali dia berhenti diperbatasan hutan.
"Bukankah sebagai manusia kamu terlalu berani ketika sedang menghadapi makhluk halus seperti aku? Apa kamu tahu, bahwa banyak manusia lain yang pernah menghadapi aku langsung lari ketakutan meski sudah mencoba untuk memberanikan diri? Kenapa kamu tidak mengikuti jejak manusia-manusia yang pernah aku temui itu?"
BLAMMM!!! BLAMMM!!!
Setan jerangkong itu mulai menyerang ke arah Karel. Namun serangan itu dengan mudah ditangkis oleh Karel yang bahkan tidak bergeser sama sekali dari posisinya. Hal itu membuat setan jerangkong tersebut merasa diolok-olok oleh manusia. Seakan dirinya baru saja diberi tahu, bahwa kekuatan yang ia miliki sama sekali tidak sebanding jika dibandingkan dengan kekuatan yang Karel miliki. Hal itu membuat setan jerangkong tersebut semakin merasa marah terhadap Karel.
"Jangan senang dulu manusia lemah! Hanya karena kamu bisa menangkis serangan dariku, bukan berarti kamu akan memenangkan pertarungan ini! Kamu itu hanya manusia biasa, jadi sudah jelas kamu punya kelemahan!"
Karel pun tersenyum miring, usai mendengar yang dikatakan oleh setan jerangkong tersebut.
"Sebaiknya kamu jangan sombong. Kamu itu hanya setan, sementara aku adalah manusia yang diciptakan dengan sempurna oleh Allah. Di dunia ini, tidak ada yang bisa mengalahkan manusia yang dibantu oleh Allah. Jangankan manusia yang memiliki kekuatan seperti aku, bahkan yang tidak punya kekuatan pun akan bisa menang darimu jika dia yakin saat sedang berdoa meminta pertolongan kepada Allah. Jadi sebaiknya, simpan saja omong kosongmu dan mari lanjutkan pertarungan kita," balas Karel, sama sekali tidak menunjukkan rasa takut.
Kemarahan setan jerangkong itu semakin tersulut, usai mendengar apa yang Karel katakan. Dan karena ia merasa tertantang oleh ucapan Karel mengenai melanjutkan pertarungan, maka ia pun segera kembali mengeluarkan serangannya ke arah pemuda itu bertubi-tubi.
BLAMMM!!! BLAMMM!!! BLAMMM!!! BLAMMM!!!
Serangan setan jerangkong itu semakin membabi buta. Karel terus menangkis serangannya dengan tenang. Pemuda itu sama sekali tidak terlihat panik, karena diam-diam ia sedang mengumpulkan energi untuk membalas serangan setan jerangkong jika waktunya sudah tepat.
Ruby mengaktifkan sambungan telepon bersama Karel, ketika akhirnya menemukan jalan masuk ke rumah Sujiro. Ia harus melakukan tugasnya, namun tetap mengikuti arahan dari Karel. Jika ia sampai salah melakukan satu hal, maka ia takut kalau itu akan membuat usaha seluruh anggota tim mereka menjadi sia-sia.
"Aku sudah berada di dalam rumah Kakek tua itu, Rel," lapor Ruby, yang terdengar oleh Karel melalui earbuds miliknya.
"Oke, Ruby. Laporan kamu sangat jelas. Sekarang, apa pun yang kamu lihat di dalam rumah itu, langsung saja hancurkan," balas Karel.
"Oke. Uhm ... tapi jika langsung aku hancurkan, apakah tidak akan berdampak apa-apa pada Adrian?" tanya Ruby.
"Insya Allah tidak akan berdampak apa-apa pada Adrian, Ruby. Lakukan saja. Aku juga hampir selesai mengurus setan jerangkong ini."
BLAMMM!!! BLAMMM!!!
Karel lagi-lagi menangkis semua serangan yang dikeluarkan oleh setan jerangkong ke arahnya. Suara serangan itu cukup jelas terdengar di telinga Ruby. Sementara di luar, Iqbal dan Reva pun mendengar hal yang sama meski tidak tahu pasti di mana tepatnya keberadaan Karel saat itu.
"Karel tampaknya sedang bertarung habis-habisan. Lalu, apakah Ruby kira-kira bisa menjalankan tugasnya meski hanya sendirian?" tanya Reva.
"Aku yakin kalau Ruby pasti bisa mengerjakan tugas yang Karel berikan untuknya. Karel jelas tidak akan memberikan tugas itu kepadanya, jika dia tidak yakin bahwa Ruby lebih bisa melakukannya daripada kita berdua. Semua yang Karel lakukan untuk tim ini sudah melewati banyak pertimbangan. Aku yakin dia tidak akan memutuskan seenak hati, tanpa memikirkan akibat di dalam suatu perkara. Dia sangat mirip dengan Tante Ziva, jadi aku tidak akan meragukan keputusannya memberi Ruby sebuah tugas. Lagi pula, Ruby selama ini selalu bersama dengan Nadin jika Om Alwan sedang berada di rumah. Aku yakin, kalau dia sudah banyak belajar hal dari Om Alwan seperti yang Nadin lakukan selama ini," jawab Iqbal.
Ruby telah menyiapkan sebuah batang kayu yang telah ia bakar ujungnya. Tatapannya kini terarah pada semua persyaratan yang terletak di atas meja persembahan.
"A'udzubillahi minasy-syaithanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim. Laa ilaha illallah wahdahu la syarika lahu lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumit, wa huwa 'ala syai'in qadir," lirihnya.
Ia kemudian membakar meja berisi persembahan itu, setelah selesai membaca doa. Hal itu ia lakukan agar semua hal yang terkait dengan ritual pesugihan bisa segera musnah secara bersamaan. Selanjutnya ia memecahkan beberapa butir telur ayam kampung yang tampaknya biasa dipakai untuk melengkapi ritual. Setelah semua telur itu pecah, ia segera menyingkirkannya karena merasa terganggu akibat bau amis yang tercium di hidungnya. Terakhir, Ruby memastikan bahwa api yang membakar meja persembahan tidak akan menjalar pada dinding. Ia segera memadamkannya, setelah semua yang ada di atas meja itu menjadi abu.
Di luar, Sujiro merasa heran karena setan jerangkong tak kunjung berhasil mengalahkan Karel. Padahal tanpa ia tahu, setan jerangkong itu akhirnya tidak lagi bisa memberi perlawanan, ketika Karel menyerang balik untuk yang terakhir kalinya.
BLAMMM!!! BLAMMM!!!
Setan jerangkong itu akhirnya berhasil dikalahkan. Wujudnya terpecah-pecah di udara, terakhir kali Karel menatapnya. Karel pun segera meninggalkan tempat itu. Ia berlari secepat mungkin untuk kembali menuju ke arah rumah Sujiro, demi memastikan bahwa Ruby telah menyelesaikan pekerjaannya. Ruby keluar tak lama kemudian melalui pintu depan rumah itu. Sujiro tampak kaget, karena Ruby ternyata ada di dalam rumahnya sejak tadi. Karel pun muncul di halaman rumah itu tak lama kemudian. Hingga akhirnya membuat Sujiro sadar, bahwa dirinya telah dikalahkan oleh anak-anak muda yang siang tadi sempat dilihatnya mengunjungi rumah orangtua Adrian.
"Sudah tuntas, Ruby?" tanya Karel.
"Ya. Alhamdulillah, sudah tuntas," jawab Ruby.
* * *
SAMPAI JUMPA BESOK 🥰
KAMU SEDANG MEMBACA
JERANGKONG
Horor[COMPLETED] Seri Cerita SETAN Bagian 1 Perasaan Samsul dan Nadin sangat tidak enak, ketika mendengar kabar bahwa seorang pemuda dari kelas 10 di sekolah mereka mendadak mengalami koma. Padahal sehari sebelumnya, mereka melihat pemuda itu masih sehat...
