11 | Rencana Pertemuan

1.2K 90 148
                                        

- UPDATE SETIAP HARI
- DUA EPISODE SETIAP UPDATE
- JANGAN LUPA BERIKAN VOTE, KOMENTAR, DAN FOLLOW AKUN WATTPADKU.

* * *

Alwan akan berangkat sebentar lagi dan sedang memakai sepatu, saat ponsel milik Nadin yang tersimpan di atas meja ruang tengah berdering beberapa kali. Alwan mengintip sekilas, namun layarnya tak terlihat begitu jelas akibat dari jarak yang cukup jauh.

"Nadin, ponselmu bunyi, Nak. Sepertinya ada yang kirim pesan," ujar Karin, memberi tahu dari lantai bawah.

"Iya, Bun! Aku sebentar lagi turun," sahut Nadin.

Tak lama kemudian, Nadin benar-benar turun ke bawah dan langsung berlari ke pelukan Alwan yang sudah siap berangkat. Alwan balas memeluknya sambil tertawa senang, lalu meraih ponsel Nadin untuk melihat notifikasi yang tertera pada layar.

"Hm ... sepertinya yang masuk adalah pesan dalam grup. Siapa yang beri nama grupnya? Kenapa nama grupnya harus GRUP JUAL-BELI AYAM KALKUN?" tanya Alwan.

Nadin terkikik geli, usai mendapat pertanyaan seperti itu. Bahkan Karin--yang sedang menyiapkan makanan ke atas meja makan--pun ikut tertawa ketika mendengar nama grup WhatsApp yang amat sangat tidak biasa tersebut.

"Biasa, Yah. Samsul yang kasih nama," jawab Nadin.

Alwan langsung menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Ya Allah, Samsul benar-benar menjadi duplikatnya Mika seratus persen," keluh Alwan.

"Memangnya kenapa, Mas, kalau Samsul benar-benar menjadi duplikatnya Mika? Bukannya itu malah bagus, ya?" tanya Karin.

"Iya, Dek. Memang tidak masalah. Aku juga tahu. Tapi coba lihat sendiri grup ini. Namanya grup jual-beli ayam kalkun, tapi fotonya kepala unta yang sedang nyengir," jawab Alwan.

Tawa Karin semakin menjadi-jadi, usai mendengar yang Alwan sampaikan. Wanita paruh baya tersebut benar-benar tidak menyangka, kalau Samsul memiliki pikiran sekreatif itu untuk menghibur orang lain.

"Sudahlah, Mas. Cepat berikan ponselnya pada Nadin, lalu berangkatlah ke kantor. Kamu harus ikut rapat dulu, 'kan, sebelum terbang ke NTT?"

Alwan pun segera memberikan ponsel itu ke tangan Nadin. Nadin mencium kedua pipi Alwan serta mencium tangannya, sebelum pria paruh baya itu diantar keluar rumah oleh Karin. Nadin kini duduk di sofa dan mulai membaca pesan yang masuk.

KAREL
Assalamu'alaikum.
Buah pare, buah manggis

IQBAL
Wa'alaikumsalam.
Cakep!!!

KAREL
Selamat sore, sahabat-sahabatku yang manis.

REVAN
@Karel Wa'alaikumsalam.
@Samsul Kok tumben kamu membawaku ke dunia lain, Sul? Apa enggak bisa kamu membawaku ke dunia yang biasanya saja?

SAMSUL
@Karel Wa'alaikumsalam.
@Revan Percayalah, dunia di dalam grup ini ataupun dunia yang biasanya menjadi tempat kita bertemu isinya sama saja, Van. Karena yang kita temui orangnya adalah orang-orang yang sama dengan orang-orang dalam grup ini. Jadi saranku, 🎼 kumohon kau mengerti ... cobalah kau tabahkan hati ... mungkin disaat ini ... sabar kita sedang diuji ... 🎤

REVA
@Karel Wa'alaikumsalam.
@Samsul Heh! Ngapain kamu nulis lirik lagunya Kangen Band? Aku bacanya sambil nyanyi, Sul! 😭 Bisa-bisanya loh!

NADIN
@Karel Wa'alaikumsalam.
@Reva Sabar, ya, Va. Sabar. Samsul kalau enggak nyanyi bawaannya mual, letih, lesu, dan lemas. 🤣

JERANGKONGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang