21

29.8K 2.5K 80
                                        

Awalnya Adrian dan Arlein berniat memberi kejutan dengan mengunjungi Blue Moon Pack. Membawa serta Aiden dan Aarons yang baru berusia 2 bulan. Namun malah mereka yang terkejut sesampainya di rumah keluarga Julient.

Samuel atas paksaan Arlein menceritakan segala hal tentang yang terjadi pada Xavier. Mengingat bungsu keluarga Julient itu bersikeras merahasiakan dari sang kakak yang waktu itu tengah mengandung agar tak terbebani.

Sekarang karena Aarons sudah lahir, Samuel tak lagi punya alasan lain untuk menyembunyikannya.

Maka dengan amarah yang menggebu, setelah menitipkan Aiden dan Aarons, Luna dari Silver Moon Pack itu bergegas bersama sang mate untuk mengunjungi tempat tinggal sang adik.

“Dia selalu begitu, dengan sangat baik menutupi semua masalahnya. Padahal aku kakak kandungnya sendiri.” Keluh Arlein dengan emosi menggebu.

“Lihat bahkan kau beberapa kali bertemu si bajingan Orion itu tapi mereka dengan sempurnanya menyembunyikan hal besar ini.”

Adrian menghela nafas, mengusap pelan tangan sang mate. Tak menyangka juga akan begini kejadiannya. Dia pikir memang hubungan Xavier sebagai kapten guard dulu memang tak begitu dekat dengan Eldernya. Siapa sangka ada alasan besar dibaliknya.

“Tenang sayang. Kau harus mengontrol emosimu, khususnya nanti. Xavier sedang mengandung ingat?” Adrian berusaha meredam emosi Arlein yang menggebu dan tak berhenti mengucap segala jenis umpatan selama perjalanan.

2 jam perjalanan ditempuh begitu singkat. Mobil milik Adrian kini terparkir apik di satu-satunya villa seperti yang dikatakan oleh sang mertua. Tangannya merangkul pundak Arlein untuk menenangkan emosi sang Luna agar tak meledak.

Keduanya saling bertatapan, sebelum Adrian mengetuk pintu. Tak lama sebab segera seseorang membukanya, menampilkan sosok Orion yang berpakaian santai.

Entah dorongan darimana, khawatir juga pasangannya kalap. Secara refleks Adrian melontarkan bogem mentah pada si Elder muda itu.

Arlein tersentak sebelum memberi senyum puas pada matenya itu. Namun belum sempurna jika dia juga tak memberikan mahakarya pada bajingan itu. Maka setelahnya satu tamparan mendarat apik di wajah tampan Orion.

Sementara si empunya masih tercengang. Memproses apa yang tengah terjadi.

Keributan itu tentu saja membuat sosok Xavier muncul dan segera menghampiri matenya dengan tergesa. Tanpa melirik sosok tamunya.

“Kakak…” Lirih Xavier saat menyadari ternyata sang kakak dan kakak iparnya yang memberikan pukulan pada Orion.

Matanya menatap terkejut pada Arlein sementara sang kaka menatapnya sedih dan pandangan kecewa yang kentara jelas di matanya.

****

Orion duduk dengan wajah masam, sesekali ringisan samar keluar saat kedutan tajam menyebabkan rasa sakit dari pukulan Adrian yang dilakukan dengan sepenuh hati.

Sementara Xavier menunduk tak berani memandang Arlein yang menatapnya dengan pandangan menghakimi. Meskipun dirinya beta tapi sebagai seorang Luna yang telah memiliki pengalaman beberapa tahun, membuat aura Arlein tak kalah dari sang mate.

“Apa kau masih menganggapku sebagai kakakmu, Xavier Julient?” Pertanyaan tajam itu membuat Xavier semakin membisu.

“Maaf…”

“Hal sebesar ini Xavier!!” Arlein meninggikan suara yang untungnya langsung ditenangnkan oleh Adrian.

Orion turut tersentak mendengarnya membuat si empu menatap tajam Arlein dengan mengintimidasi. Tak terima juga ada yang berbicara sebegitunya pada sang mate.

AlphaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang