Setelah kejadian Juinth yang selalu menangis jika tak mencium aroma feromon Orion. Setiap hari Daniel memiliki tugas baru sebagai kurir pengantar barang Orion.
Membuat baju-baju milik sang Elder memiliki tumpukan kecil di kamar yang Xavier tempati.
Si alpha masih menolak bertemu dengan enigmanya. Keduanya masih betah dengan kondisi seperti ini tanpa sadar hampir satu bulan berlalu.
Ritual bulan purnama juga datang dengan cepat.
Mau tak mau Xavier berangkat bersama dengan Orion. Menumpangi mobil Rolls-Royce milik Orion yang sengaja di gunakan hari ini karena memiliki space yang lebih luas.
Baju putih merupakan ciri khas dari Blue Moon Pack saat ada acara atau ritual penting. Kali ini keluarga kecil itu mengenakan baju yang sama berwarna putih dengan beberapa bordiran biru sebagai pelengkap.
Orion reflek menumpukan tangan saat Xavier memasuki mobil bersama Juinth dalam gendongannya. Mencegah kepala sang alpha terantuk. Dirinya kemudian mengikuti setelahnya.
Perjalanan itu hening, hanya berisi celotehan khas bayi 3 bulan milik Juinth dengan senyum yang terus mengembang. Merasa senang mencium 2 feromon orang tuanya yang menyatu dalam 1 ruangan.
Jari kecilnya dimasukkan dalam mulut untuk disesap. Orion yang melihatnya segera bertindak, mengeluarkan jemari Juinth dari mulut si empunya sebelum di bersihkan dengan tissue.
Gerakan itu si kecil anggap sang ayah yang ingin bermain dengannya. Tubuhnya bergerak brutal membuat Xavier cukup kewalahan.
“Astaga Juinth, diam dulu nak.” Keluh Xavier, namun si kecil masih dengan dunianya sendiri bergerak dengan gembira.
“Kemarikan, biar aku yang menggendongnya.”
Kali ini Xavier meskipun tetap tak menjawab mengalihkan Juinth dalam gendongan Orion.
Si kecil yang merasa lama tak melihat wajah sang ayah menggapai wajah yang mirip dengannya itu. Sementara Orion terkekeh, dengan kebiasannya menjawil hidung milik Juinth, membuat si bayi tersenyum lebar.
Xavier mengamati dalam diam. Rasa bersalah memenuhi hatinya. Bukankah sudah cukup egois dirinya memisahkan putranya dengan sang ayah?
****
Mobil yang disupiri Daniel itu segera tiba di kuil milik Blue Moon Pack. Orion keluar lebih dulu bersama Juinth sementara Xavier menyusul.
Si alpha reflek menggandeng lengan Orion, membuat si enigma terkejut bukan main. Ada senyum tipis di wajahnya saat keduanya melangkah menuju kuil yang sudah terlihat ramai.
Miguel membuntuti dibelakang dan Daniel kembali memastikan para guard sedia berjaga di posisi.
Sebagai Luna, Xavier menyambut kedatangan tamu dari pack lainnya. Bersama Shinto memberikan bunga persembahan bagi para tamu.
Malam semakin berlarut saat posisi gerhana berada di puncaknya. Xavier memimpin ritual diiringi entah mantra kuno oleh para pengurus kuil.
Orion menatap dari bawah altar ritual. Melihat Xavier yang seperti bermandikan cahaya. Juinth di gendongannya tak kalah antusias. Ingin rasanya Orion membekukan waktu untuk kali ini.
Selesai dengan segala prosesnya, giliran para Luna dari pack lain yang mengikuti berdoa dan memberi persembahan.
Salah satu ritual yang dilakukan oleh para Luna adalah memberikan tanda pada Elder dan keturunan mereka dari darah hasil buruan mereka sendiri. Sebagai simbol keberkahan dan perlindungan dari sang dewi.
Xavier dengan cawan berisi darah rusa menghampir Orion. Salah satu jarinya tercelup dalam darah sebelum di letakkan pada dahi milik Orion.
Matanya terpejam seiring dengan tangannya yang menyentuh dahi Orion. Goresan jarinya seiring dengan doa yang dilafalkan dalam hati.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alpha
Loup-garouXavier is an Alpha, and Orion is an Enigma. They are two parallel lines that were never meant to intersect
