22

30.4K 2.5K 45
                                        

WARN !! Normal birthscene, If it's not your cup of tea, then Leave it !!

.

.

Waktu rasanya berlalu dengan begitu cepat. Usia kandungan werewolf sebenarnya sama dengan manusia biasa. 9 bulan 10 hari atau sekitar 40 minggu.

Harusnya Xavier masih rasakan sakit yang menyerang perut bawah serta pinggang dan punggungnya ini 2 minggu lagi, di usia kandungan 37 minggu atau lebih.

Namun rasa mulas itu sudah si alpha rasakan sejak kemarin. Awalnya datang dan pergi dengan cepat, sehingga si Alpha yang tengah mengandung dengan usia kandungan 35 minggu lebih anggap hal itu kontraksi palsu.

Sungkan pula ingin memberitahu enigmanya melihat pria itu memang sangat sibuk akhir-akhir untuk mengambil libur cukup panjang menemaninya nanti.

Dugaannya salah, saat rasa mulas yang menderanya semakin sering terjadi dengan durasi yang lebih lama dan jeda yang semakin singkat. Ada rasa takut menelusup si alpha. Terlebih dirinya benar-benar sendirian di villa hari ini. 

Orion terpkasa harus menghadiri rapat penting dan kemungkinan akan kembali nanti. Sementara Daniel dan Miguel sedang mengambil cuti rut dan maid yang biasa bertandang kemari juga tak datang dalam beberapa hari terakhir

Dielusnya perut buncit yang rasanya makin turun bersamaan semakin dekatnya jeda kontraksi.

“Shsss tolong jangan sekarang ahh.” Rintihnya sembari gigit bibir menahan sakit yang makin intens.

Pukul 2 siang dan hampir 48 jam Xavier rasakan kontraksi yang tak berkesudahan bersamaan lubang bagian bawahnya yang terasa berkedut memperlebar ukuran sebagai jalur lahir bayi.

****

F

rustasi dengan rasa sakit  disertai takut terjadi hal berbahaya bagi sang janin. Xavier coba hubungi sang Elder.

Beruntung Moon goddess seperti berpihak padanya, tak lama menunggu sebab panggilannya langsung tersambung pada Orion.

“Ada apa” sahutan pendek begitu panggilan itu diangkat terdengar sedikit bising di sana.

“Elder, tolong bayinya akan segera lahir. Tolong kemari.” Kalimat itu yang pertama kali keluar dari Xavier, kentara frustasi sekali

Tak ada jawaban selain sambungan yang terputus. Dari situ rasanya Xavier ingin menangis sekencang-kencangnya. Rasa sakit ini benar-benar melebihi luka-luka yang pernah di dapatnya dari para rogue.

Apa dirinya harus melalui ini sendirian? Kali ini si Alpha muda benar-benar membutuhkan pheromone sang Enigma. Selain sebagai salah satu pain killer, pheromone pasangan dapat bantu kurangi stress bagi seorang werewolf yang akan melahirkan.

Hampir 1 jam, Xavier gigit lengannya untuk menahan sakit. Merasakan posisi wolfie kecil yang mulai memasuki panggul semakin turun kebawah menimbulkan insting ingin mengejan, terlebih posisi lubangnya rasanya yang mengeluarkan lendirr untuk memudahkan jalur lahir bayi.

Deru mesin mobil di halaman menjadi suara penyelamat bagi Xavier. Sosok Enigmanya masih dengan balutan jas terlihat dengan sedikit nafas memburu.

Setibanya Orion dapat lihat penampilan Xavier yang benar-benar berantakan. Rambut alpha muda itu lepek akibat keringat yang mengalir. Wajahnya terlihat kuyu dengan luka ditangan akibat gigitan sebagai salah satu cara menahan kesadaran.

“Kau -” kalimatnya tak lagi mau diteruskan, tanpa banyak bicara menggendong tubuh si alpha memasuki mobil menuju rumah sakit khusus keluarga dari pemimpin pack.

AlphaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang