24

29.6K 2.6K 45
                                        

1 minggu lebih Xavier dan Wolfie kecil dirawat di rumah sakit sebelum benar-benar diperbolehkan pulang. Xavier agak terkejut saat Orion kembali membawa mereka ke pack. Bukan villa milik elder itu yang berada di pinggiran.

Keterkejutan itu tentu saja juga dialami para anggota pack mereka. Saat tak ada angin taka da hujan. Elder baru mereka sudah memboyong matenya dengan paket komplit calon pewaris masa depan.

Terlebih mengetahui bahwa mate sang Elder yang akan menjadi Luna pack mereka adalah Kapten guard yang selama hampir setahun ini vacuum dari tugas sebab alasan kesehatan.

Beruntungnya, keluarga kecil itu disambut meriah oleh para anggota pack. Merayakan suka cita kelahiran sang wolfie kecil.

Xavier akui, ada perubahan signifikan dari Orion setelah kelahiran putra mereka. Orion mungkin bukan pasangan yang baik tapi dia mampu menjadi ayah yang baik untuk sang putra.

Utamanya saat bayi kecil itu yang kerap kali rewel di malam hari. Orion dengan sigap menangani, membiarkan Xavier untuk istirahat setelah seharian mengurusi putra mereka.

Seperti halnya kali ini. Xavier yang tinggal dikamar Orion semenjak kepindahan kembali ke pack, terbangun akibat sayub suara tangisan putranya terdengar. Dirinya berusaha bangkit, melirik jam yang masih menunjukan pukul 3 pagi.

Orion yang biasanya berada di sebelahnya kini tak ada beserta ranjang kecil milik bayi mereka yang kosong. Perlahan alpha muda itu berjalan meskipun masih sedikit tertatih mengingat luka bagian bawahnya belum pulih total.

Pandangannya menyapu Orion yang tengah menimang wolfie kecil, tangisnya sudah mereda hanya menyisakan sesegukan kecil. Alunan lullaby terdengar dari sang Elder sembari tubuhnya bergerak memberi tepukan pelan pada si bayi.

Xavier mendekat, hampir tanpa suara. Namun aroma feromonnya yang tercium mampu membuat Orion menoleh. Sedikit mengernyit melihat sang alpha yang harusnya istirahat kini malah berada disini.

“Kembalilah tidur, jika dia sudah benar-benar lelap aku akan kembali ke kamar.” Ucapnya dengan suara lirih tak ingin mengagetkan si bayi yang memang sudah kembali memejamkan mata mungilnya.

Orion sengaja memang membawa wolfie kecil yang terbangun karena haus itu keluar, tak ingin mengganggu Xavier yang terlihat nyenyak sekali.

Xavier terdiam sebelum memberi senyum kecil “Biar saya yang menimangnya. Anda sudah seharian ini bekerja. Sebaiknya anda yang kembali beristirahat.”

Orion hanya menatapnya “Baiklah, ayo kembali bersama.” Balasnya, tapi masih membiarkan si bayi terlelap dalam gendongannya.

Xavier duduk di pinggiran kasur sambil mengamati bagaimana Orion secara perlahan meletakkan wolfie kecil ke tempat tidurnya. Namun begitu tubuh kecil itu menyentuhnya kasurnya, suara rengekannya terdengar.

Buru-buru Orion kembali menimangnya takut rengekan itu berubah jadi tangisan yang melengking. Kejadian ini berulang membuat Orion menghela nafas sambil menatap si wolfie kecil yang terlihat lelap saat di gendongannya.

“Kau sudah pandai membuat drama huh.” Lirihnya sembari memberi jawilan kecil pada hidung mungil sang putra.

Kekehan kecil dari Xavier terdengar “Anda bisa menidurkannya disini, Elder. Mungkin dia hanya ingin dekat dengan aroma feromon orang tuanya.”

Dokter memang sempat menyinggung terkait feromon kedua orang tua untuk bayi bisa memberikan efek penenang dan rasa aman bagi bayi. Selain itu juga membantu membentuk ikatan antara orang tua dan anak untuk lebih dekat.

Ucapan Xavier itu membuat Orion beranjak ke arahnya. Xavier dengan sigap membereskan tempat tidur mereka. Meletakkan bantal serta guling kecil di tengah-tengah kasur kingsize milik Orion.

AlphaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang