Panik tentu saja itu yang dirasakan oleh Samuel saat mendapati sang putra yang tidak sadarkan diri di kamar mandi. Dengan bantuan beberapa pekerja, pria paruh baya itu bergegas membopong putra bungsunya menuju rumah sakit pack.
Tangannya mengusap kasar wajahnya. Menyesali kenapa dirinya tak sadar akan kondisi sang putra yang akhir-akhir ini terlihat lebih kuyu. Samuel kira saat Xavier berkata untuk mengambil istirahat 5 hari terakhir kondisinya akan membaik, namun yang terjadi malah lebih parah.
Hampir 1 jam saat seorang dokter keluar setelah menangani Xavier, membuat manten kapten guard itu harap-harap cemas menanyakan kondisi putranya.
“Bagaimana dengan Xavier? Apa yang terjadi dengannya?”
Sang dokter sedikit menghela nafas “Tuan Julient, Kapten Xavier saat ini sudah baik-baik saja.”
“Syukurlah, jika begitu.”
“Tapi, ada sesuatu yang perlu saya sampaikan pada anda. Mari keruangan saya.”
Mendengar itu ada firasat tak enak menghampiri Samuel. Sesuatu yang besar akan mengubah kehidupan putranya.
****
Orion mengamati pemandangan yang menampilkan hamparan luas taman yang telah dihias sedemikian rupa. Jejeran bunga mawar merah, Rain lily dan Hydrangea.
“Maaf membuatmu menunggu lama, Elder Orion.” Sapaan dengan senyum hangat itu mau tak mau di balas dengan senyum tipis oleh Orion.
Saat ini Elder dari Blue Moon Pack itu tengah berada di Silver Moon Pack. Terbilang sangat jauh memang dari Blue Moon yang berjarak 8 jam perjalanan.
“Tidak masalah, Elder Adrian.” Sahutnya.
Kedua Elder muda itu berjabat tangan sebelum Adrian mempersilahkan tamu yang datang jauh menuju packnya itu untuk masuk menuju ke dalam rumahnya.
Sesampainya pada rumah dengan nuansa putih itu, Orion disambut hangat oleh sosok pria dengan perut buncit dan seorang anak kecil berusia kurang lebih 5 tahun.
“Perkenalkan Elder Orion, Luna Silver Moon Pack Arlein Julient dan Putra Saya Aiden Atherion Silver. “
Orion dengan kaku menjabat tangan sosok yang cukup mirip Xavier itu, pun dengan gerakan terbata juga mencoba mengajak sosok kecil Aiden bersalaman dengannya yang dibalas oleh kekehan kecil Adrian.
“Maaf Elder, Aiden memang sangat pemalu.” Luna Silver Moon Pack itu buka suara saat putra sulungnya malah bersembunyi di baliknya saat Orion mengulurkan tangan.
Orion hanya mengangguki maklum
“Tidak apa-apa Aiden. Dia teman paman Xaviermu.”
Kalimat ampuh Adrian itu sukses membuat Aiden kecil memberanikan diri, menatap sosok Orion yang memang minim ekspresi.
“Teman paman Xavier? Dimana paman Xavier? Dia tidak ikut?” Suara kecil itu bergema di telinga Orion.
Sang empunya akhirnya berlutut mensejajarkan diri dengan calon elder masa depan itu “Dia sedang ada urusan. Aiden benar? Salam kenal aku Orion.” Kali ini si pemimpin pack itu mengelus pelan kepala kecil itu.
****
Label “Teman Xavier” sangat ampuh meluluhkan Aiden kecil. Buktinya setelah diskusi terkait urusan pack terhadap serangan rogue yang cukup marak akhir-akhir selesai. Tubuh kecil itu dengan malu-malu mendekati Orion yang memang tengah bersantai sejenak bersama Adrian, membuat enigma muda itu tersentak.
“Paman Orion, bisa aku bertanya tentang paman Xavier?” Suara kecil itu mengalihkan atensi Orion.
“Tentu.” Sahutnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Alpha
مستذئبXavier is an Alpha, and Orion is an Enigma. They are two parallel lines that were never meant to intersect
