There was a band called "ENThU". Beranggotakan empat orang disana, ada jungwon; jake; heeseung; and the last but not least is riki. Band mereka sudah berjalan diwaktu yang cukup terbilang lama berawal dari mereka yang hanya sekedar kelompok tongkrongan dan meng-cover lagu kini mereka sudah merilis beberapa lagu.
Band mereka berjalan dengan baik-baik saja, terutama hubungan antara heeseung dengan riki. Tak ada kendala sekalipun sampai pada akhirnya ada sedikit kejanggalan yang membuat jake dan jungwon merasa kurang nyaman.
Bagaimana heeseung yang awalnya menjadi jarang dekat dengan riki begitupun sebaliknya, jungwon yang menyadari hal itu lebih dulu.
Ia tak ingin banyak bertanya, tak ingin ikut campur dalam urusan pribadi keduanya. Namun yang ia inginkan adalah salah seorang diantara keduanya ada yang mampu menceritakan apa yang terjadi.
Jungwon cukup lelah dengan semua teka-teki secara tak langsung itu, rasanya begitu sulit untuk membuat riki ataupun heeseung kembali berkomunikasi seperti biasanya.
"Kalau memang lagi ada konflik, tolong bicarain berdua" jungwon selalu berujar seperti itu setiap saatnya.
...
Hari ini mereka akan melakukan pementasan di salah satu sekolah, mereka diundang sebagai guest star dari acara yang diselenggarakan.
Jungwon dan jake sudah merapihkan beberapa barang yang akan dibawa kesana nantinya, keduanya menunggu riki dan heeseung yang masih tak kunjung terlihat batang hidungnya.
"Si riki sama kak heeseung mana?" jake bertanya kala ia sambil meminum jus kotaknya.
Jungwon mengangkat bahunya, "Au, berak kali tuh dua anak"
Sekitar 15 menit lamanya, ketukan kaki yang dihasilkan dari suara sepatu mengalihkan pandangan mereka. Terlihat disana heeseung membawa tas kecilnya dan riki yang membawa stik drum ditangan nya.
"Bocah lama banget"
"Udah yok, jalan"
Raut wajah heeseung nampak tak cukup baik siang ini, jungwon yang tadinya ingin meraih lengan heeseung terhentikan begitu heeseung berlalu lebih dulu diikuti dengan riki dibelakangnya.
"Sabar aja won"
...
"Semoga lancar sampe acara akhir ya, amit-amit kalau ada kendala"
Ujar jungwon mempersiapkan gitar elektrik miliknya.
Acara mulai berlangsung, dan mereka menunggu gilirannya untuk dipanggil ke atas panggung.
Bunyi dari alat musik itu menyaru, menciptakan suasana yang begitu asik, banyak pendengar yang berlompat-lompat menikmati lagu yang dibawakan.
Penampilan mereka berjalan dengan cukup lancar, sampai pada momen akhir riki tak sengaja membuat kesalahan yang membuat heeseung dengan cepat menyadari nya.
Namun tak ada dari jungwon atau jake akan menyadari hal itu sekalipun, hanya seorang vokalis si heeseung yang menyadarinya.
Ia yakin setelah ini heeseung akan mengajaknya berbicara empat mata begitu mereka sampai di rumah mereka.
...
Mereka semua sudah di rumah, dan tengah berkumpul menikmati makan bersama. Merayakan kerja keras mereka hari ini.
Waktu berlalu begitu saja, jungwon dan jake sudah memasuki kamar mereka lebih dulu dan hanya tersisa heeseung yang masih bermain dengan ponselnya dan riki yang masih menikmati makanannya.
Tak lama riki telah menyudahkan kegiatan makannya, ia beranjak dari duduknya sambil memegang piring disebelah tangan kirinya.
Satu langkah ia berjalan, "Duduk" panggil heeseung dengan nada yang tak bersahabat.
KAMU SEDANG MEMBACA
noending [en-]
Kurzgeschichtenfull of enha one-shot/two-shot mature content! Homophobic dni. Do not copy my work. [18/05/23] #1 sunhee [10/05/23] #1 sunjake [05/09/23] #1 hoonjake [28/08/25] #8 heewon
![noending [en-]](https://img.wattpad.com/cover/334415600-64-k469782.jpg)