Kalau saja takdir yang dunia berikan bisa kita ubah dengan apa yang kita inginkan, mungkin Jay sudah lebih dulu melakukan nya begitu ia lahir di dunia ini. Lelaki yang berusia 25 (Dua puluh lima) tahun ini harus menghadapi berbagai ancaman tiap hari nya.
Entah ia harus mendapat jejak tumpahan sperma di bagian tertentu pada pakaian yang ia kenakan, padahal sebagai omega yang waras dan tidak haus akan perhatian tak pernah sekali dirinya menguarkan pheromone nya di keramaian. Mungkin alpha gadungan lah yang haus akan sentuhan, kerap ia memaki depan wajah alpha gadungan yang telah berani mengotori dirinya.
Apa boleh buat, pada akhirnya alpha gadungan itu menyalahkan dirinya.
Saat ini Jay berjalan sendirian, setelah menit lalu ia menempuh perjalan dengan kendaraan beroda empat, dan kini ia berjalan karena tempat yang ia tinggali tak begitu jauh namun di rasa cukup lelah ia memutuskan untuk menepi pada supermarket terdekat.
Kaki nya berjalan melewati pintu masuk, dan langsung menuju tempat lemari pendingin. Sungguh melelahkan meski tak begitu jauh ia menempuh langkahnya untuk sampai ke supermarket yang di kunjungi nya saat ini, kaleng berisikan minuman alkohol itu ia raih yang kemudian ia langsung menuju tempat kasir berada untuk membayar minumannya lebih dulu.
Ia melangkahkan kaki nya keluar dari supermarket dan mencari tempat duduk yang masih kosong, ketika ia mendapati tempat duduknya dengan segera ia membuka tutup minuman kaleng tersebut, menegaknya layak air mineral yang biasa di minum sehari-hari.
"Oh fuck, apes banget hari ini" Ucapnya begitu ia mendapati tumpahan dari minuman yang baru saja ia minum.
Kini pakaiannya meninggalkan jejak basah yang menjalar karena dua tetes air jatuh mengenai kain tersebut.
"Excuse me?"
Suara tersebut memecahkan fokus nya, ia mendongak untuk mendapati keberadaan seseorang yang baru saja mencoba mengajaknya untuk memulai percakapan dengannya.
"Ya? Is there anything that i could give you a hand?" Jay asked as he stood from his seat.
"Well um, are you perhaps wearing any perfume? I'm sorry i just smell something sweet from here"
"Uh.. yeah? Pake sih but it's not a sweet scent at all.. more like woody it doesn't contains any vanilla extract at all- oh do you-"
"Ow okay, no it's not i'm asking for the brands it's just bothering me sorry"
He walks away and it seems like he just ruined Jay's mood even more than before, hari nya sudah cukup berat dan banyak manusia yang telah menghancurkan mood nya dan kini salah seorang datang padanya dan menyalahkan dirinya..
"Such a freak, orang gila bikin mood gua hancur aja sih"
Dengan hati yang penuh rasa kesal Jay memutuskan untuk kembali mengambil langkahnya dan segera pulang menuju apartemen yang ia tempati, ia menggerutu sebal karena kejadian benerapa detik lalu. Bisa-bisanya orang tersebut datang dan pergi begitu saja tak mendengarkan dirinya lebih dulu, dimana letak sopan santun nya?
"Kalau aja gua bawa pisau, udah gua cabik muka tu orang"
Begitu ia sampai pada gedung apartemen yang ia tinggali, sedikit rasa gelisah menghantui dirinya. Entah apa yang aneh, tapi yang bisa di rasakan saat ini hanyalah seperti ada yang mengikuti dirinya dari belakang, dengan tergesa-gesa ia berjalan. Bahkan begitu sampai di depan pintu, tangannya dengan tak penuh sabar menekan angka-angka di sana.
Tepat sebelum ia membuka knop pintu itu, mulutnya di tutup dengan sebuah telapak tangan yang terasa begitu dingin,
"Jangan teriak, ini saya yang tadi nanya parfum"
Segera jay menepis lengan itu sekuat tenaga nya, mata elang nya menunjukkan kalau ia merasa kesal dan penuh amarah.
KAMU SEDANG MEMBACA
noending [en-]
Cerita Pendekfull of enha one-shot/two-shot mature content! Homophobic dni. Do not copy my work. [18/05/23] #1 sunhee [10/05/23] #1 sunjake [05/09/23] #1 hoonjake [28/08/25] #8 heewon
![noending [en-]](https://img.wattpad.com/cover/334415600-64-k469782.jpg)