"You two guys, are... weird"
"Apaan yang aneh goblok" Siapa yang tak akan marah ketika kehadiran disambut seperti tadi? Lihat saja mata evan yang sudah melebar itu, terlihat jelas sekali dia akan memakan seseorang secara hidup-hidup.
uwih mengerikan
Ia mendaratkan bokongnya di kursi seberang setelah berjabat tangan dengan teman tongkrong nya, disusuli dengan jake yang duduk disebelahnya.
"Lu belok van?" Pertanyaan bodoh apalagi ini? Hidup evan memang tak pernah tenang dan tak pernah bersih, dirinya akan selalu mendapat pertanyaan bodoh seperti ini tiap harinya (hanya riki yang bertanya seperti itu).
"Iya, belok kanan tadi gua"
Riki tertawa begitu kencang, temannya yang satu ini terlihat sangat kesal dan riki tau itu. Menggodanya adalah salah satu kegiatan yang sangat riki sukai apalagi jika reaksi yang diberikan sesuai dengan yang ia harapkan.
"Sensi an lu, lagi mens ya"
"Iya gua mens rik, anjir lu mau liat kagak"
Mereka berdua sama saja tidak ada bedanya, lain dengan jake yang justru sedari tadi hanya diam dan fokus pada ponsel nya, ia cukup mengantuk dan merasa bosan.
Evan yang awalnya asik berbincang dengan kawan lainnya, menyadari lelaki disebelahnya ini tak ada suara sekalipun hanya bunyi ponsel nya yang terdengar berulang-ulang kali meskipun vidio itu diputar dengan volume sekecil mungkin namun masih bisa terdengar jelas oleh evan.
Tangannya terangkat untuk mengelus pelan pipi gembul itu, ia tersenyum tipis kemudian mengambil ponsel yang digenggam oleh jake.
Selama itu jake terlarut dalam dunia mimpinya, bahkan ketawa yang begitu kencang disana tak membangunkan dirinya sekali pun.
Hari sudah mulai malam beberapa temannya sudah meninggalkan tempat itu lebih dulu, hanya menyisakan jay, jungwon, evan dan jake disana.
"Pules banget tuh anak, abis ngapain dia?" tanya jay yang melihat jake terbaring di sebelah evan.
"Tumbenan dia tidur, biasanya paling aktif kalau kumpul. Lu apain van?" jungwon bertanya sembari menyeruput minuman miliknya.
"Won lu nanya ke gua dah kayak gua apain bae ni anak"
"Ya kali aja lu apain gitu" jay menyahut.
"Gila, gak gua apa-apa in ni anak. Tapi tadi sih pas gua jemput katanya ni anak capek, au dah abis ngapain dia gua juga bingung" jelas evan pada kedua temannya, jay dan jungwon hanya menganggukkan kepalanya.
"Gua bawa pulang aja kali ya" ucap ethan mengalihkan pandangannya ke sebelah kanannya.
"Bawa pulang aja tuh anak, capek banget kayaknya dia" ujar jay.
Evan beranjak dari duduknya, ia merapihkan kausnya yang sedikit lecak karena terlipat saat ia sedang duduk. "Bantuin gua jay"
Evan berjongkok sedikit, ia meminta bantuan jay untuk membuat jake melingkarkan kedua lengannya di pundak lebarnya.
"Thanks, gua duluan ye"
"Hati-hati bos"
Dengan begitu evan meninggalkan tempat itu bersama dengan jake yang menyandarkan pipinya dipunggung evan.
Jarak dari tempat perkumpulan dengan tempat dimana ia memakirkan mobilnya tak begitu jauh, "Jake, lu kalau tidur emang anteng begini ya? maksud gua sepules ini?"
Evan berjalan melewati jalan kecil, sesekali ia menengok kearah kanannya memastikan jake masih tertidur dengan pulas dan tak terganggu sedikitpun.
Namun ketika evan tak sengaja menginjak batu dan membuat ia hampir terjatuh, jake terbangun dengan terkejut.
"Evan" panggil jake.
KAMU SEDANG MEMBACA
noending [en-]
Ficción Generalfull of enha one-shot/two-shot mature content! Homophobic dni. Do not copy my work. [18/05/23] #1 sunhee [10/05/23] #1 sunjake [05/09/23] #1 hoonjake [28/08/25] #8 heewon
![noending [en-]](https://img.wattpad.com/cover/334415600-64-k469782.jpg)