Selesai memasang tenda semua di suruh berkumpul bersama keluarga mereka masing-masing
"Baiklah untuk seluruh orang tua di harapkan untuk bisa tampil bersama anak masing-masing untuk memenangkan perlombaan yang tlah kami siapkan" ucap wakil kepala sekolah
"Pak masa gak ada waktu untuk istirahat" teriak Dava
"Besok aja pak perlombaan nya" teriak Gilang
"Benar pak, kasihan orang tua yang kecapean pak" teriak siswa lainnya
"Lagian ini juga udah malam pak" ucap Faiz
Kepala sekolah dan guru lainnya menatap semua orang tua murid yang kelihatan kecapean dan setuju untuk memulai permainan nya besok
"Baiklah karena orang tua kalian kelelahan maka permainan akan diadakan besok" ucap vano membuat semua murid senang
Alta menguap kecil karena mengantuk dan tertidur di bahu anaknya membuat Arka tersenyum dan memeluk ayahnya agar tidak jatuh
Cup
"Good night" ucap Arka mengendong ayahnya menuju ke tenda
Banyak orang melihat arka yang mencium pipi ayahnya membuat semua iri dan ada menatap benci keduanya
===≠====≠=====≠====≠====≠=====≠===≠==≠====≠===≠=====≠====≠====≠====≠===≠==≠====≠===≠
Pagi harinya Alta terbangun dan melihat anaknya masih tidur nyenyak membuat Alta tersenyum dan menambah selimut agar arka tidak kedinginan
"Ayah" panggil Arlan yang melihat Alta keluar dari tenda
"Kamu sudah bangun?" Tanya Alta menatap Arlan yang berjalan ke arahnya
Cup
"Pagi" ucap Arlan mencium pipi Alta
"Segera mandi agar segar" ucap Alta mengusap rambut Arlan
"Um" angguk Arlan menurut
Robert menatap keduanya dan terkekeh geli melihat tingkah Arlan yang seperti anak kecil
"Good morning ayah" ucap arka memeluk ayahnya membuat semua menatap keduanya
"Pagi, segera mandi ayah sudah menyiapkan makanan untukmu" ucap Alta mencium kening anaknya
"Ayah sudah mandi?" Tanya Arka dan alta mengganguk
"Kalau begitu arka mandi dulu" ucap Arka mengambil pakaian dan sabun
Alta menatap dalam tenda membuatnya tersenyum dan membersihkannya
"Gue pengen makan bareng ayah" ucap Dava
"Gue juga pengen njir" ucap Gilang
Black wolf ingin makan bersama dengan Arka dan Alta namun tidak bisa karena ini acara piknik keluarga masing-masing jadi mereka harus tetap bersama keluarga mereka
Chris menatap Alta yang memasak sesuatu dan tersenyum tipis mengingat pelukan darinya ia ingin merasakan pelukan lagi dari Alta
"Apa yang kau liat?" Tanya opa gio membuat Chris terkejut dan mengalihkan pandangannya
"Tidak ada" ucap Chris dingin
"Robert berhenti menatapnya kau membuatnya risih" ucap via
"Ck"
"Kami tau arti tatapan mata mu padanya Robert" ucap oma Friska
"Aku tidak setuju Daddy bersama ayah" ucap Arlan dingin membuat semua terkejut
"Kenapa, kau jijik hubungan sesama jenis?" Tanya Kevin
"Tidak" ucap Arlan dingin
"Lalu, kenapa kau tidak setuju Daddy bersama om Alta" ucap Marvel penasaran
"Daddy hanya akan membuat ayah bersedih" ucap Arlan membuat semua terdiam
"Kami juga tidak setuju ayah bersama om Robert" ucap Dava bersama lainnya
"Hati ayah sangat lembut ia tidak boleh bersedih karena om Robert" ucap Gilang
"Kami tidak hak melarang ayah bersama om Robert tapi kami tidak akan membiarkan ayah terluka sedikitpun karena om" ucap Faiz
"Banyak orang lain yang bisa om mainin tapi tidak dengan ayah kami" ucap kaisar datar
Semua mendengar itu terdiam dan menatap Robert yang menyeringai membuat semua terkejut
"AYAH" teriak arka membuat semua terkejut dan berlari ke arah tenda Alta
"Ada apa dengan ayah ar?" Tanya dava panik
"Dimana ayah?" Tanya Gilang
"Jawab sialan Dimana ayah" teriak Arlan emosi
Arka terkejut melihat banyak orang yang menatap ke arahnya dan mengalihkan pandangan ke dalam tenda membuatnya meminta bantuan ke Ayahnya
Hahaha
Tawa Alta membuat semua terdiam dan melihat alta keluar dari tenda dan melepaskan cekraman Arlan pada Arka
"Ayah kau baik-baik saja?" Tanya kaisar
"Ayah tidak apa², maaf karena membuat semua khawatir" ucap Alta
"Kenapa arka berteriak ayah?" Tanya Faiz
"Dia lupa kalau kita di hutan bukan di rumah" ucap Alta
"Sorry, gue biasa teriak di rumah kalau becanda sama ayah" ucap arka membuat semua lega
"Lo bikin kita khawatir dengan ayah" ucap Dava membuat Alta merasa bersalah dan melihat banyak orang dan guru yang menatap ke arahnya
"Bubar" ucap Robert dingin membuat semua segera berlari ke tenda masing-masing
"Makanlah bersama kami" ucap alta keluarga Damon dan lainnya
"Kami tidak akan menolak om" ucap Kevin dan Marvel
Rio dan asistennya lainnya membawa piring dan masakan lainnya dan di taruh di dekat masakan Alta
"Piknik kok bawa koki dan maid" ucap Arka tertawa membuat ke-lima nya mendengus
"Lo makan masakan koki dan kami makan masakan ayah" Ucap gilang
"Gue gak mau, rasanya aneh gak enak" ucap Arka mengambil makanan yang di masak oleh ayahnya
"Jangan makan udang Chris kau alergi" ucap oma Friska
"Hm" gumam Chris meletakkan kembali udang dan mengambil makanan lainnya
"Apa parah alergi nya?" Tanya Alta penasaran
"Chris hampir mati karena memakan udang" ucap via membuat Alta terkejut
Alta dan Arka kasian pada Chris yang memiliki alergi terhadap sentuhan dan makanan udang.
"Ayah,apa yang kalian bicarakan tadi sampai arka teriak? Tanya dava penasaran
Uhuk
Uhuk
Arka tersedak dan menatap ayahnya agar tidak ngasih tau membuat Alta terkekeh sangat seru menjahili anaknya
"Gak usah kepo" ucap arka membuat dava dan Gilang semakin penasaran
"Ayah kasih tau kami" bujuk dava
Alta menatap anaknya dan tersenyum "ayah hanya"
"Ayah bukankah om Beto tadi menelpon mu pasti ada sesuatu penting" ucap Arka memotong ucapan ayahnya
Alta mengambil hp dan melihat ada 4 panggilan tak terjawab
"Kenapa baru bilang" ucap Alta segera pergi menghubungi beto
Robert mendengar itu membuatnya marah dan emosi karena melihat Alta tertawa di telpon dengan orang lain membuatnya kesal dan segera pergi
Melihat Robert pergi membuat semua kaget ada apa dengan Robert sampai semarah itu membuat semua penasaran
👋👋👋

KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi Jadi Ayah
FanficBertransmigrasi menjadi ayah satu anak membuat Alga terkejut dengan takdirnya.