📖⟩4. Nightmare

22.9K 612 96
                                        

𓆝𓆟𓆞
𓆩•Happy Reading•𓆪
[ Jangan Lupa Vote dan Coment ]

📖📖📖

Moskow, Rusia.

Pesawat pribadi Jander terlihat baru saja sampai di bandara malam ini tepatnya pukul 9 malam setelah mereka melakukan penerbangan selama 5 jam lebih dari Paris menuju Moskow.

Jander dan Greesa tiba di Moskow malam ini bukan untuk liburan ataupun pergi honeymoon melainkan akan tinggal dan menetap di kota Moskow. Karena setelah menjadi istri Jander, Greesa akan ikut dan tinggal bersama suaminya setelah keduanya kini sudah sah menikah. Di karenakan Jander yang memang sedari awal sudah menetap dan tinggal di Moskow karena bisnis dan pekerjaannya jadi otomatis setelah ia menikahi Greesa, Greesa harus ikut dengannya dan mereka tidak akan tinggal di Paris bersama kedua orang tua mereka melainkan akan tinggal jauh dan menetap di Moskow.

Dimana tinggal bersama di sebuah mansion megah dan mewah milik Jander Chilles Salvator. Orang terkaya nomor dua yang paling berpengaruh di Rusia.

Kalian pasti sudah tau siapa nomor satunya.

🥗🥗🥗

"Pakai jaketnya dengan benar."

Greesa langsung mengangguk saat mendengar ucapan suaminya, lalu setelah itu Jander beralih turun dari tangga pesawat yang membuat Greesa langsung mengikuti di belakang dengan pelan-pelan.

Namun saat baru saja menuruni 2 atau 3 anak tangga, Greesa tiba-tiba saja langsung terduduk karena kaget dengan udara malam yang begitu dingin yang langsung menerpanya. Membuat para penjaga dan para pelayan yang berjaga di bawah dan di atas tangga tampak langsung kaget dan khawatir saat melihat pada Greesa yang mereka kira ingin terjatuh.

Jander pun langsung menoleh dan setelah itu langsung menghampiri pada istrinya, membuat Greesa hanya bisa menunduk sambil memeluk lengan di dadanya.

"Kemari," ucap Jander sambil meraih lengan istrinya.

"Aku tidak kuat dengan dinginnya."

Dengan pelan Jander membantu Greesa untuk berdiri yang membuat Greesa langsung berpegangan kuat pada lengan suaminya, lalu setelah itu Jander langsung menggendong tubuh istrinya yang membuat Greesa langsung memeluk erat leher Jander dengan takut. Tapi walaupun begitu, Greesa justru beralih menyembunyikan wajahnya pada leher suaminya.

Membiarkan Jander yang kini menggendongnya menuruni tangga pesawat sampai menuju pada mobil dan setelah itu menurunkannya dengan hati-hati yang membuat Greesa hanya terdiam menatap pada suaminya, bahkan setelah William memberikan selimut Jander langsung mengambil dan menyelimuti tubuh Greesa dari atas sampai bawah. Memastikan jika Greesa tidak kedinginan baru setelahnya Jander masuk ke dalam mobil dan setelahnya mobil mulai melaju pergi meninggalkan bandara.

"Apa kau sudah mengabari Mamah dan Papah jika kita sudah sampai?"

"Hmm."

Greesa beralih melihat ke arah depan melihat pada William yang tengah mengemudi dan melihat bagaimana ramainya perjalanan di kota Moskow.

Perjalanan dari Bandara menuju mansion pun tampaknya cukup lama yang mungkin bisa hampir sejam lebih, sampai membuat Greesa yang sedari tadi berusaha menahan dirinya untuk tidak tidur namun pada akhirnya ia mulai nyenyak tertidur sambil memeluk selimutnya.

Jander yang melihat pada Greesa dan melihat jika Istrinya yang sudah tertidur membuatnya langsung beralih memperbaiki posisi kursi agar Greesa bisa tidur dengan nyaman.

"Jangan menyalip dan pilih jalanan yang bagus," ucap Jander pada William yang membuat William langsung mengangguk.

"Baik, Tuan."

||MATCHMAKING [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang