𓆝𓆟𓆞
𓆩•Happy Reading•𓆪
[ Jangan Lupa Vote dan Coment ]
📖📖📖
Pukul 1 pagi dini hari, Greesa kembali terbangun dari tidurnya karena merasakan mual dan ingin muntah.
Jander, yang juga terbangun dan masih terjaga dari tidurnya, segera membawa Greesa ke kamar mandi. Sesampainya di kamar mandi, Greesa yang baru saja berdiri di dekat wastafel setelahnya langsung muntah. Muntah begitu banyak mengeluarkan semua makanan dan minuman yang tadi ia makan beberapa jam sebelumnya.
Melihat itu, Jander langsung khawatir. Dengan pelan dan perlahan memijatkan tekuk leher Greesa sambil menopang tubuh istrinya yang terlihat lemas dalam dekapannya. Greesa bahkan sampai muntah tiga kali dan setelahnya baru tenang, Jander menghidupkan air kran lalu Greesa segera mencuci mulutnya.
"Masih ingin muntah?" tanya Jander, Greesa menggeleng pelan sambil menyandarkan tubuhnya pada dada suaminya.
Jander langsung mengambilkan handuk kecil di rak wastafel, dengan pelan mengusapi wajah istrinya yang basah sambil kini merapikan rambut panjang Greesa yang berantakan.
"Ayo tidur lagi."
"Aku ingin minum."
Jander segera menggendong Greesa dalam pelukannya, membawa Greesa keluar dari kamar mandi lalu dengan perlahan menurunkannya ke atas ranjang. Setelah itu, Jander langsung mengambilkan segelas air minum yang sudah tersedia di atas meja nangkas lalu membantu istrinya untuk minum.
"Sudah," ujar Greesa sambil mendorong pelan gelas di hadapannya. Lalu Jander kembali menyimpan gelasnya di atas meja.
"Ingin sesuatu yang lain?"
Greesa menggeleng pelan. "Perutku masih terasa mual."
"Masih ingin muntah lagi?" tanya Jander namun Greesa justru kembali menggeleng.
Melihatnya, Jander langsung beranjak lalu dengan pelan dan hati-hati membawa Greesa untuk berbaring dan menyelimutinya. Sambil kini, Jander langsung mengusap-usap perut Istrinya dan mencium kening dan pipi Greesa dengan penuh kasih sayang.
Merasakan usapan suaminya, Greesa langsung mendongak menatap pada Jander. Sambil setelahnya beralih menyadarkan kepalanya pada dada Jander, membuat Jander langsung memeluk lalu kembali mencium kening istrinya.
"Tidurlah."
"Apa aku merepotkanmu?"
"Jangan membahas yang lain, sekarang tidur."
"Tapi aku ingin tau, karena selama ini kau selalu sibuk mengurusku sampai melupakan pekerjaanmu yang banyak di kantor," ujar Greesa, namun Jander hanya diam tidak menyahut sampai Greesa kembali mendongak menatapnya.
"Ada apa?" Jander justru bertanya dengan santai.
"Kau tidak menganggap ku sebagai istrimu?"
"Justru dirimu yang tidak menganggap ku sebagai suamimu," ujar Jander sambil menatap pada Greesa, "Saat seorang suami sibuk mengurus Istrinya yang sedang sakit dan hamil, kau malah menyebutnya merepotkan. Jadi, menurutmu aku harus pergi meninggalkanmu sendirian?" pungkas Jander.
Greesa yang mendengar langsung terdiam, terdiam menatap pada Jander yang menatapnya. Melihat itu, Jander langsung menunduk mencium bibir Greesa sambil setelahnya mengusapnya dengan lembut.
KAMU SEDANG MEMBACA
||MATCHMAKING [END]
Romantizm⚠️• FOLLOW SEBELUM BACA‼️ ⚠️• DI LARANG MENIRU, MENJIPLAK, MENYALIN, MENGCOPY, DAN MEMPLAGIAT CERITA INI!!!! ________________________________________________ "Aku memang tidak pernah berharap untuk di cintai, karena aku tau kau tidak pernah mencinta...
![||MATCHMAKING [END]](https://img.wattpad.com/cover/378511012-64-k540109.jpg)