⚠️• FOLLOW SEBELUM BACA‼️
⚠️• DI LARANG MENIRU, MENJIPLAK, MENYALIN, MENGCOPY, DAN MEMPLAGIAT CERITA INI!!!!
________________________________________________
"Aku memang tidak pernah berharap untuk di cintai, karena aku tau kau tidak pernah mencinta...
𓆝𓆟𓆞 𓆩•Happy Reading•𓆪 [ Jangan Lupa Vote dan Coment ]
📖📖📖
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Jander."
"Hmm, ada apa?" tanya Jander sambil masih sibuk dan fokus pada pekerjaannya.
Melihat itu, Greesa langsung menatap merengut pada suaminya. Lalu berjalan menghampiri pada Jander yang kini tengah sibuk pada pekerjaannya, bahkan dari sedari siang tadi dua jam yang lalu Jander selalu berada di ruangan kerja. Untuk bekerja dan selalu bekerja, sampai Greesa merasakan begitu kesepian dan bosan di mansion walau Jander kini ada untuk menemaninya.
"Apa kau masih sibuk?" tanya Greesa, sambil berdiri di depan meja di hadapan Jander.
"Sedikit lagi, Sayang. Ada apa?"
"Aku ingin jalan-jalan."
"Kemana?"
"Ke luar."
"Besok saja."
"Kenapa tidak hari ini?"
"Sebentar lagi hujan."
"Kan kita pergi pakai mobil, tidak jalan kaki."
"Kau sedang hamil besar, aku tidak ingin terjadi sesuatu nantinya," ucap Jander.
Mendengarnya, Greesa langsung semakin merengut sedih, kesal dan juga marah terhadap Jander. Karena dari saat Greesa datang dan berbicara, Jander sama sekali tidak menatap pada Greesa atau bahkan menoleh sebentar untuk melihat pada istrinya.
"Tapi aku ingin jalan-jalan ke luar," pungkas Greesa, gigih pada keinginannya.
"Kau ingin sesuatu?"
"Ya. Dan aku ingin jalan-jalan ke luar!"
Jander langsung mengalihkan pandangannya. Menatap pada Greesa yang langsung membuatnya kaget dan heran, karena melihat bagaimana Istrinya yang tampak berpenampilan begitu berbeda dan sangat cantik. Walau Greesa selalu terlihat cantik setiap harinya, tapi kali ini Jander benar-benar di buat terpesona sampai bingung harus berucap apa.
Melihat dan memperhatikan pada istrinya dari atas kepala sampai perut besarnya. Di mana Greesa kini tengah memakai dress renda-renda berwarna biru campuran putih, kalung berlian yang sangat cocok menghiasi leher putihnya, pita di bahu, rambut di curly dengan pintar besar di belakang, manik-manik di mata dengan make up tipis berwarna pink yang begitu cantik dan manis, lalu lipstik yang sangat cocok dengan riasan wajahnya dan sangat terlihat menggoda sampai Jander langsung menjilati bibirnya. Terlebih lagi pusat nomor satu kesukaan Jander sangat menggoda, membuatnya langsung memejamkan mata sebentar.
Jander juga tau kenapa Greesa sudah memaksa ingin pergi sekarang, karena wanita itu sudah bersiap lebih dulu agar ia tidak bisa menolaknya.