𓆝𓆟𓆞
𓆩•Happy Reading•𓆪
[ Jangan Lupa Vote dan Coment ]
📖📖📖
"Apa yang kau rasakan belakangan ini mengenai kondisi tubuhmu?"
"Aku tidak merasakan apapun, dokter."
"Pusing, mudah lelah, letih, atau hal lainnya tidak ada?"
Greesa menggeleng pelan. Membuat dokter Arion yang melihat respon Greesa beralih melihat pada Jander sebentar.
"Baiklah kalau begitu," dokter Arion tampak beralih menulis sesuatu di sebuah kertas dan setelahnya mengambil dua botol obat lalu mulai menulis resepnya. "Ini ada obat yang harus kau minum saat pagi dan malam sebelum tidur, jadi sehari hari meminumnya 2 kali bersamaan," suruh dokter Arion sambil melihat pada Greesa yang membuat Greesa langsung mengangguk.
"Sesuai pemeriksaan ku dan seperti apa yang kau katakan, kondisimu memang baik-baik saja. Tapi untuk sekarang ini, kau harus lebih banyak beristirahat, makan-makanan yang sehat, dan jangan lupa untuk selalu minum obatnya."
"Iya, dokter. Terimakasih banyak."
Dokter Arion mengangguk sambil tersenyum dan setelahnya beralih melihat pada Jander yang berada di samping Greesa.
"Dua Minggu setelahnya, bawa istrimu untuk kembali melakukan pemeriksaan," bisik dokter Arion dengan pelan pada Jander.
Setelah selesai. Jander dan Greesa beranjak keluar dari ruangan dokter Arion dan mereka pun langsung pergi meninggalkan rumah sakit menuju pada kantor perusahaan Jander.
Karena siang ini Jander ada meeting penting di kantornya yang membuatnya langsung pergi ke kantor setelah dari rumah sakit dengan Greesa yang ikut dengannya.
Membuat Greesa yang melihat tentunya hanya bisa menurut mengikuti suaminya walau sebenarnya Greesa tidak ingin datang kesana lagi. Tapi mau bagaimana lagi, Greesa tidak mungkin menolak setelah mendengar apa ucapan Jander yang tidak perlu bertanya atau meminta izin karena pria itu yang lebih berkuasa .
Mobil yang William kemudikan pun tampak terlihat berhenti tepat di depan teras lobby. Lalu setelah itu salah satu penjaga di sana langsung membukakan pintu mobil yang membuat Jander langsung keluar, setelahnya Jander beralih menoleh menatap pada istrinya sambil mengulurkan tangannya yang membuat Greesa langsung menggenggam tangan suaminya.
Para penjaga yang ada di sana saat melihat pada Tuan dan Nyonya mereka membuat mereka langsung menunduk dengan sopan. Lalu setelahnya, Jander membawa Greesa masuk yang membuat semua karyawan yang ada di sana tampak langsung kaget sambil langsung menunduk dengan sopan. Mereka bahkan sampai tidak percaya dan sedikit shock, karena sudah melihat Tuan mereka bersama istrinya saling bergandengan tangan dengan mesra sampai membuat kantor tampak langsung heboh siang ini.
Ting!
Saat keluar dari lift. Greesa tampak langsung menarik nafasnya sambil memejamkan matanya sebentar, lalu setelah itu berjalan sedikit di belakang suaminya walau Jander masih menggenggam tangannya.
"Anne akan datang untuk mengantarkan makan siang untukmu," ujar Jander sambil melepaskan jasnya dan mengganti dengan jas lain.
"Apa kau akan langsung pergi untuk meeting?"
KAMU SEDANG MEMBACA
||MATCHMAKING [END]
Romance⚠️• FOLLOW SEBELUM BACA‼️ ⚠️• DI LARANG MENIRU, MENJIPLAK, MENYALIN, MENGCOPY, DAN MEMPLAGIAT CERITA INI!!!! ________________________________________________ "Aku memang tidak pernah berharap untuk di cintai, karena aku tau kau tidak pernah mencinta...
![||MATCHMAKING [END]](https://img.wattpad.com/cover/378511012-64-k540109.jpg)