📖⟩19. Fever

15K 458 125
                                        

kalau ada kesalahan dan typo,
bisa di tandain ya LoveBie.

𓆝𓆟𓆞
𓆩•Happy Reading•𓆪
[ Jangan Lupa Vote dan Coment ]

📖📖📖

"Bagaimana rasanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Bagaimana rasanya. Apa makanannya enak, Sayang?"

"Masakan Mamah semuanya selalu enak," ucap Greesa yang membuat Carissa dan Selena tersenyum mendengarnya.

"Kalau begitu makan yang banyak. Mamah tadi juga ada buatkan sup iga, sayur, dan brokoli kesukaanmu."

"Terimakasih, Mah."

Selena tersenyum sambil mengusap-usap rambut panjang putrinya yang kini di jepit satu, membuat mereka yang ikut melihat tampak ikut tersenyum dan terkekeh sambil melanjutkan acara makan malamnya.

"Di mana, Jander? Kenapa dia pergi lama sekali?" Tanya Carissa sambil menoleh kesana-kemari mencari putranya yang baru saja tadi sebentar makan dan sekarang sudah menghilang.

"Jander tadi bilang mau ke dapur sebentar, Mah."

"Padahal di sini sudah ada banyak makanan dan minuman, apa yang mau di ambil lagi."

Greesa terdiam sambil ikut menoleh.

Lalu tidak lama setelahnya. Jander terlihat datang sambil kini membawakan sesuatu pada tangannya yang membuat Greesa terdiam menatap pada suaminya. Begitupun dengan para orang tua yang ada di sana yang membuat Selena dan Carissa langsung tersenyum sambil geleng-geleng kepala.

"Jangan terlalu banyak makan yang pedas-pedas nanti perutmu sakit," ucap Jander pada istrinya yang membuat Greesa langsung mengangguk pelan.

"Aku hanya makan sedikit."

"Minum susunya jika sudah."

Jander pun meletakan segelas susu vanila di atas meja di samping piring istrinya yang baru saja ia buat, membuat para orang tua yang melihat langsung tersenyum dan berdehem dengan pelan.

"Kapan kalian akan pergi liburan?" Tanya Tama yang membuat Jander menoleh sebentar melihat pada ayahnya.

"Bulan depan."

"Sedari dulu bulan depan tapi tidak berangkat-berangkat, jika kamu terlalu sibuk untuk bekerja Papah bisa menggantikan mu untuk sementara waktu ini."

"Papah tidak akan mengerti." Jander langsung menyahut.

"Tidak mengerti bagaimana? Perusahaanmu juga perusahaan yang sejalur dengan perusahaan Papah, kamu meremehkan Papahmu ini?!"

||MATCHMAKING [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang