⚠️• FOLLOW SEBELUM BACA‼️
⚠️• DI LARANG MENIRU, MENJIPLAK, MENYALIN, MENGCOPY, DAN MEMPLAGIAT CERITA INI!!!!
________________________________________________
"Aku memang tidak pernah berharap untuk di cintai, karena aku tau kau tidak pernah mencinta...
𓆝𓆟𓆞 𓆩•Happy Reading•𓆪 [ Jangan Lupa Vote dan Coment ]
📖📖📖
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Bibi Melin."
"Ada apa, Sayang?"
Greesa langsung duduk di kursi sambil melihat pada bibi Melin yang kini tengah sibuk memotong-motongkan daging dan sayuran.
"Apa yang ingin bibi masak?"
"Bibi akan memasak banyak menu makanan enak."
"Apa saja yang akan bibi masak?"
"Ada menu Beef Stroganoff, Shashlik, dan Golubtsy. Bibi juga akan memasak sup ig untuk menu utamanya karena Tuan Jander menyuruh."
"Banyak sekali, bibi Melin memang hebat dan pintar dalam memasak."
Mendengarnya membuat bibi Melin langsung terkekeh dan Greesa pun langsung tersenyum dengan senang.
"Kamu ingin sesuatu agar bibi buatkan?"
"Greesa ingin minum susu Strawberry, tapi biar Greesa saja yang membuatnya selagi bibi sedang sibuk."
"Tunggu dan diam di sini agar bibi ambilkan susunya."
Greesa menurut. Melihat pada bibi Melin yang kini langsung mengambilkan kotak susu dan juga gelas lalu setermos kecil berisi air hangat dan juga dingin.
"Terimakasih, bibi."
"Iya, Sayang. Buat susunya jangan terlalu manis dan panas ya."
Greesa mengangguk lalu mulai membuat susu Strawberrynya yang membuat bibi Melin tersenyum melihatnya.
"Apa Jander suka dengan sup iga, Bi?"
"Tuan Jander menyuruh bibi memasak sup iga itu bukan untuknya, melainkan untuk istrinya."
Mendengarnya langsung membuat Greesa menoleh melihat pada bibi Melin yang menatapnya sambil terkekeh.
"Untuk Greesa?"
Bibi Melin mengangguk. "Tentu saja untuk kamu, Nak. Agar kamu banyak makan-makanan yang berkuah serta yang sehat antara sayuran dan daging. Sup iganya juga tidak terlalu berlemak atau full daging, karena bibi sudah merubah resepnya dengan perintah yang sudah Tuan Jander berikan. Bahkan semua menu makanan di sini, harus atas saran dan resep dari dokter serta koki."
Greesa langsung terdiam mendengar tidak percaya. "Jander yang melakukan itu semua?"
"Tuan Jander tidak ingin kamu sampai keracunan lagi, makanya semuanya hampir di rubah terutama soal makanan."
"Jadi Jander banyak memerintahkan bibi dan pelayan lain soal makanan?"
Bibi Melin hanya tersenyum. "Semua itu demi kebaikan agar kamu tidak kenapa-kenapa dan selalu sehat, jadi apapun itu akan bibi lakukan dan tidak sama sekali merasakan keberatan atau kesulitan."