SPECIAL CHAPTER [M+]

23.4K 336 72
                                        

Hai, Sweetheart SweetLovebie🖤
Kangen gak? Kangen kan? Iya kan? IYA?!
Harus pokoknya!!!
💋💋💋

Aku update omayaaaa~~~
untuk chapter ini, chapter HARAM!
BACANYA HARUS MALAM!
HARUS MALAM!
BACANYA HARUS MALAM!!!
🌚🌚🌚

𓆝𓆟𓆞
𓆩•Happy Reading•𓆪
[ Jangan Lupa Vote dan Coment ]

📖📖📖

"Sudah siap?"

Greesa hanya diam, memejamkan matanya sebentar sambil menarik nafas naik turun. Melihat itu, Jander langsung menciumi seluruh wajah istrinya lalu melumat bibir Greesa sambil di bawah sana Jander mulai bergerak masuk dengan perlahan namun setelahnya langsung menghentak dengan begitu kuat.

Greesa yang merasakannya sontak saja langsung berteriak sambil memeluk erat tubuh suaminya.

"Jander!"

"Mendesah dan berteriak."

"P-pelan..."

Jander langsung menggerakkan kejantanannya keluar masuk dengan begitu cepat dan kuat. Membuat suara penyatuan kulit keduanya terdengar begitu nyaring beriringan dengan suara desahan dan teriakan Greesa saat merasakan betapa kuat dan kasarnya Jander menghujam.

"Aghhhh.... Aghhhhh.... Aghhhhhh....

Aghhhh.... Aghhhhh.... Aghhhhhh.... Janderhhh!"

Melihat dan mendengar bagaimana Greesa yang kini terus mendesah dan bergerak gelisah di bawahnya, membuat Jander langsung tersenyum. Sambil setelahnya, Jander beralih meremas kuat payudara istrinya lalu mencengkram kedua tangan Greesa di atas kepala. Tubuh Greesa langsung terangkat ke atas, karena Jander semakin menekan lebih dalam dan berulang kali memasukkan kejantanannya sampai setelahnya, Greesa sampai pada orgasmenya.

Jander yang melihat langsung menggeram. Tidak mau berhenti untuk bergerak dan terus menghujam, sampai Greesa kembali orgasme dua kali dan Jander masih terus bergerak membuat Greesa langsung berteriak dengan kedua paha yang bergetar. Memohon ampun agar Jander berhenti untuk memberikan jeda sebentar, namun pria itu tidak mempedulikan bagaimana kondisi istrinya.

"Jander... JANDERHHH!"

"Berhenti. Kumohon berhen--ti sebentar!"

Greesa berusaha melepaskan cengkraman tangan Jander dan saat terlepas Greesa langsung memukuli tubuh suaminya, membuat Jander langsung tersenyum sambil setelahnya memeluk erat tubuh Greesa yang terasa bergetar penuh kenikmatan dalam dekapannya.

"Jangan menangis."

Greesa yang tadinya sudah menangis kini langsung menangis histeris, sambil memeluk erat leher Jander lalu menyembunyikan wajahnya pada dada suaminya. Melihat itu, Jander hanya mengusap-usap tubuh istrinya dan di bawah sana Jander dengan perlahan merapatkan tubuh keduanya. Membuat Greesa yang merasakannya langsung mendesah di sela-sela tangisannya sambil setelahnya mencengkram kuat kedua lengan suaminya.

"Kau terlalu kuat."

"Bagaimana rasanya?"

"Tidak tau."

"Enak atau nikmat, Sayang?"

"Tidak keduanya."

"Berarti sangat enak dan sangat nikmat."

Greesa langsung menatap tajam ke arah Jander. Melihat itu, Jander langsung tersenyum sambil menciumi kedua mata Istrinya yang tampak sembab.

"Aku memang sengaja melakukannya dengan kasar agar kau menangis," ucap Jander, sedikit menyeringai.

||MATCHMAKING [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang