📖⟩54. GYM

16.3K 347 91
                                        

𓆝𓆟𓆞
𓆩•Happy Reading•𓆪
[ Jangan Lupa Vote dan Coment ]

📖📖📖

"Uwa iga, uwa iga, uwa iga!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Uwa iga, uwa iga, uwa iga!"

Jander dan Greesa yang sedari tadi mendengar celoteh Jervan yang sedang berhitung langsung terkekeh dan tertawa kesenangan.

Mendengar dan melihat bagaimana Jervan yang kini tengah belajar melangkah sambil berpegangan pada sofa. Namun, saat di lihat dan di perhatikan, Jervan sedari tadi tidak melangkah. Hanya menghitung satu dua, satu dua, dengan menggerakkan pantatnya turun naik karena masih ragu dan takut untuk menggerakkan dan mengangkat kakinya.

"Uwa iga!"

"Cepat jalan," suruh Jander. Jervan langsung tertawa melihat pada Daddynya sambil memukuli sofa

"Tepatepatepat," gumam bayi 10 bulan itu dengan penuh kesenangan dan semangat.

Greesa yang melihat langsung mendekat. "Sini, Mommy pegangin sekarang Jervan berjalan," ujar Greesa mulai mengajari putranya.

"Tu, Mi."

"Ayo."

"Tuuu," ujar Jervan menunjuk pada karpet lalu kakinya di beranikan untuk di gerakan. Melihat itu, Jander dan Greesa lagi-lagi di buat terkekeh dan Greesa dengan pelan meraih kedua tangan putranya lalu menuntut Jervan berjalan ke arahnya.

"Satu," ujar Greesa mengajari putranya untuk menghitung. Jervan langsung tersenyum dengan senang sampai air liurnya menetes.

"Tuuu."

"Dua."

"Uwa."

"Tiga."

"Uwa iga!"

Setelah itu, Jervan justru langsung terduduk di karpet bulu sambil tertawa kesenangan meraih kakinya. Greesa dan Jander yang melihat langsung ikut tertawa dan Jander dengan cepat meraih tubuh putranya menggendong Jervan ke atas.

"Pintar sekali," ucap Jander dengan gemas lalu menciumi perut Jervan.

"Mimi mi ki."

"Cium Daddy dulu."

Jervan langsung menggelengkan kepalanya. Sambil menahan dan mendorong wajah Daddynya agar menjauh darinya, lalu berusaha menghampiri Mommynya. Namum, Jander justru terus memaksa untuk menciumi Jervan yang membuat Jervan langsung berteriak marah.

"MIMI MIMI!"

"Cium Daddy dulu," Jander tetap memaksa. Greesa yang melihat bagaimana tingkah keduanya hanya bisa terkekeh dan tertawa.

"Mimi Mimi, nyanyanyak!"

"Cium Daddy."

"Nyonyo... MIMI!"

||MATCHMAKING [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang