📖⟩53. Florist

13.6K 368 102
                                        

𓆝𓆟𓆞
𓆩•Happy Reading•𓆪
[ Jangan Lupa Vote dan Coment ]

📖📖📖

"Bagaimana?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Bagaimana?"

"Jander..." panggil Greesa, kaget dan tidak percaya.

"Hm?"

"Ini sungguh? Kau tidak berbohong kan?"

Jander langsung tersenyum, sambil perlahan menarik tubuh istrinya, memeluk erat pinggang Greesa yang kini terlihat wanita itu tengah tercengang-cengang menatap tidak percaya.

"Suka?" tanya Jander.

"Sangat. Aku sangat suka!" Greesa berseru senang dengan wajah berbinar-binar. Melihat itu, Jander kembali di buat tersenyum senang.

"Ayo masuk."

"Bilang padaku jika kau tidak berbohong. Bilang jika toko bunga ini benar-benar milikku."

"Kau tidak lihat nama siapa di sana?"

Greesa langsung tersenyum lagi dan terkekeh lagi.

"Aku hampir tidak percaya, karena ku pikir hadiah itu hanya figuran."

"Mana mungkin aku hanya memberikan hadiah palsu untukmu, karena apapun itu keinginanmu, akan selalu aku kabulkan. Tapi aku, tidak mengizinkanmu untuk bekerja di toko bunga ini."

"K-kenapa seperti itu? Lalu toko bunga ini siapa yang akan mengurusnya?"

"Aku sudah memperkerjakan lima orang untuk mengurus toko bunga ini. Mereka adalah wanita-wanita paruh baya yang seharusnya menikmati masa tua mereka. Jadi, kita hanya perlu datang dan melihat toko ini tiga kali seminggu."

"Kau mempekerjakan orang tua?"

"Aku membantu mereka agar bisa hidup dengan layak, bekerja di sini dan tinggal di sini. Karena mereka hanya perlu merawat bunga sambil duduk, tanpa harus repot-repot berkeliling atau mengangkat benda berat di bawah terik matahari atau cuaca dingin di luar sana," ujar Jander.

Greesa yang mendengar penjelasan suaminya langsung merasakan terharu. Mendengar betapa peduli dan perhatiannya Jander terhadap orang-orang yang kesulitan dalam menjalani hidup di luar sana, dan Jander tau yang mana yang harus ia tolong.

"Terimakasih banyak. Terimakasih untuk semua ini, aku sangat mencintaimu," ucap Greesa sambil tersenyum senang.

Jander ikut tersenyum, lalu setelahnya langsung mencium bibir Greesa sebentar. "Aku jauh mencintaimu."

"Jangan cium sembarangan."

"Ayo masuk."

"Apa di dalam penuh dengan bunga juga?"

"Kau pikir toko bunga penuh dengan ikan?"

Greesa langsung terkekeh.

Setelah itu, keduanya melangkah masuk ke dalam toko bunga, di mana toko bunga inilah yang menjadi hadiah istimewah untuk Greesa yang Jander berikan, untuk Istri tercintanya.

||MATCHMAKING [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang