⚠️• FOLLOW SEBELUM BACA‼️
⚠️• DI LARANG MENIRU, MENJIPLAK, MENYALIN, MENGCOPY, DAN MEMPLAGIAT CERITA INI!!!!
________________________________________________
"Aku memang tidak pernah berharap untuk di cintai, karena aku tau kau tidak pernah mencinta...
𓆝𓆟𓆞 𓆩•Happy Reading•𓆪 [ Jangan Lupa Vote dan Coment ]
📖📖📖
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Besok paginya, Jander benar-benar membawa Greesa untuk ikut dengannya ke kantor.
Sesuai dengan janji Greesa yang di buat sendiri tadi malam, karena Ibu hamil yang satu ini sama sekali tidak mau di tinggal oleh suaminya untuk keluar dari mansion.
Bahkan tadi saat Jander mau meninggalkan Greesa, Greesa langsung merengek-rengek ingin menangis lalu Greesa mengatakan ingin pulang dan tinggal dengan kedua orang tuanya di Paris. Membuat Jander tentunya langsung panik dan tidak percaya dengan kemauan istrinya itu, maka Jander menuruti apa kemauan Greesa untuk ikut dengannya ke kantor.
Greesa tentunya langsung senang dan kini akhirnya tau apa kelemahan suaminya.
"Duduk diam di sini," ujar Jander setelah membantu Greesa untuk duduk di sofa, mendengar itu Greesa langsung menatap pada suaminya.
"Apa aku tidak boleh pergi?"
"Memangnya kau mau pergi ke mana?"
Mendengar itu Greesa langsung mendesis sambil menarik nafas pelan, karena bingung ingin menyahut apa terlebih lagi Jander menatapnya dengan aneh.
"Kau akan langsung pergi rapat?"
"Sebentar lagi, karena masih ada yang harus aku urus."
Greesa mengangguk, sambil menatap pada sekeliling ruangan kerja suaminya.
"Katakan jika kau ingin sesuatu."
"Apa Anne akan menemaniku saat kau pergi nanti?"
"Hmm," ujar Jander sambil mengusap-usap lembut kepala Greesa.
Lalu tidak lama setelahnya ponsel milik Jander terdengar berbunyi membuat Jander langsung mengambil dan melihat siapa yang meneleponnya, sambil setelahnya Jander beranjak pergi menuju meja kerjanya dan melihat itu Greesa langsung beranjak berdiri dari tempat duduknya.
Ibu hamil satu ini tampak mulai melihat-lihat sekeliling ruangan lalu setelahnya mulai berjalan melihati pada setiap sudut ruangan suaminya saat melihat Jander yang masih sibuk berbicara pada telpon. Seperti sudah menjadi kebiasaan Greesa semenjak hamil yang suka sekali menelusuri setiap selut beluk ruangan di mana tempat yang dia inginkan.
Bahkan jika bosan di mansion Greesa sering kali melihat-lihat pojok ruangan atau di balik gorden, kamar pun sudah sering kali ia lihat ujung-ujungnya saat ia bosan dan sendirian sampai Greesa hapal di mana-mana sudut tersembunyi. Entah apa yang di cari atau yang di lihat, tapi jika tidak seperti itu Greesa tidak akan duduk dengan tenang dan diam, karena semua yang Greesa suka dan inginkan menurutnya harus ia lihat, sentuh, dan perhatikan sampai selesai dan bosan.
Bawaan bayi yang benar-benar merubah banyak kemauan dan keanehan Mommynya, karena mungkin bayinya tau saat ia di buat setiap sudut ruangan dan tempat di garap oleh Daddynya.