📖⟩26. Rose Flower

13.9K 431 117
                                        

mohon maaf jika ada kesalahan kata dan typo atau kurangnya kalimat yang berputar-putar.

𓆝𓆟𓆞
𓆩•Happy Reading•𓆪
[ Jangan Lupa Vote dan Coment ]

📖📖📖

"Bibi, di mana bibi Melin?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Bibi, di mana bibi Melin?"

"Bibi Melin sedang di halaman samping menyiram bunga, Nyonya."

"Kalau begitu Greesa ingin ke sana dulu, terimakasih bi."

Pelayan itu mengangguk sambil tersenyum, lalu Greesa segera pergi ke halaman samping dan saat keluar dari pintu Greesa langsung mengalihkan pandangannya kesana-kemari untuk mencari bibi Melin sampai akhirnya ia melihat bibi Melin yang kini tengah sibuk menyusun pot bunga dan menyiram bunga.

Greesa pun langsung menghampiri pada bibi Melin dan langsung memanggilnya, membuat bibi Melin langsung menoleh sambil tersenyum saat melihat pada Greesa.

"Kenapa bibi tidak bilang dan mengajakku untuk menyiram bunga?"

Mendengar Greesa yang baru saja sampai dan langsung menanyainya membuat bibi Melin langsung terkekeh, sementara Greesa tampak sedikit merengutkan bibirnya namun setelahnya ia langsung tersenyum saat melihat bibi Melin yang mulia menyirami bunga.

"Bukankah tadi kamu ingin tidur?"

"Greesa tidak bisa tidur jadi tadi hanya menonton tv di kamar."

"Tidak bisa tidur karena tidak ada Tuan Jander?" Tanya bibi Melin yang membuat Greesa pura-pura tidak mendengar lalu beralih menghampiri pada bunga-bunga.

"Bunga mawarnya cantik sekali."

"Sama sepertimu."

Greesa langsung terkekeh. "Tapi Greesa tidak suka melukai orang-orang dengan durinya."

"Tentu saja tidak bisa, Sayang. Karena kamu hanya bisa memikat bukan melukai."

Mendengarnya langsung membuat Greesa kembali terkekeh begitupun dengan bibi Melin yang langsung tertawa, membuat keduanya terlihat begitu kesenangan sambil bibi Melin masih sibuk menyiram-nyirami bunga sementara Greesa mengikuti kemana bibi Melin pergi.

"Bibi terlalu berlebihan, Greesa tidak bisa memikat siapapun."

"Tapi Tuan Jander begitu terpikat denganmu," goda bibi Melin yang membuat pipi Greesa langsung terlihat memerah. Membuat bibi Melin yang melihatnya langsung terkekeh lagi.

"Boleh Greesa yang menyiram bunganya, bi?"

"Duduk saja di situ, biar bibi yang selesaikan semuanya."

"Tapi Greesa ingin menyiram bunganya sebentar selagi Jander belum pulang kerja."

||MATCHMAKING [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang